PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 4 MAKASSAR

Dewi Tika Yanti
Muhammad Sidin Ali

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik TSTS terhadap aktivitas dan hasil belajar fisika peserta didik serta perbedaan antara aktivitas dan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan teknik TSTS dan yang diajar dengan model pembelajaran konvensional pada kelas XI IPA SMA Negeri 4 Makassar. Penelitian ini adalah penelitian true experimental design dengan desain penelitian posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 4 Makassar tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah 260 orang peserta didik. Pengambilan sampel secara simple random sampling menghasilkan XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik masing–masing 32 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif teknik TSTS dan model pembelajaran konvensional, sedangkan variabel dependennya adalah aktivitas dan hasil belajar fisika peserta didik. Data hasil penelitian diperoleh dari posttest yang dianalisis secara deskriptif dan inferensial serta uji hipotesis. Hasil analisis aktivitas belajar fisika peserta didik yang diajar dengan teknik TSTS berada pada kategori aktif dengan skor rata–rata 81.97 sedangkan peserta didik yang diajar dengan model konvensional berada pada kategori cukup aktif dengan skor rata–rata 60.53. Hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan teknik TSTS berada pada kategori tinggi dengan skor rata–rata 15.22 sedangkan peserta didik yang diajar dengan model konvensional berada pada kategori tinggi dengan skor rata–rata 14.34.

 

Kata kunci : Teknik TSTS, model konvensional, aktivitas belajar fisika, hasil belajar fisika


Full Text:

PDF 46-53

References


Ali, S., & Khaeruddin. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Anni Catharin Tri. (2006). Psikologi Pendidikan. Semarang: UPT Unnes Press.

Arikunto, S. (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Artz,A.F. & C.M. Newman.1990.”Cooperative Learning.” Mathematic Teachers.83:448-449.

Bloom, B. S. (1976). Taxonomy of Educational Objectives. New York:

David McKay. Djamarah.2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

E.W.B. Olsen, & S. Kagan. (1992). "About Cooperative Learning: Cooperatif Language Learning." Kessler, C. (ed). Cooperatif Language Learning: A Teacher's Resource Book. New Jersey: Prentice Hall.

Johnson, D.W. & R.T. Johnson. 1998. "Coopertaion in the Classroom." USA: Interaction Book Company.

Kagan, S. 1990. Cooperati Learnign Resources for Teachers. San Juan Capistrano, CA.: Resources for Teachers.

Krathwohl, D. R. (2002). A Revision of Bloom's Taxonomy: An Overview. Theory Into Practice, 214 - 218.

Lie, Anita. (2007). Cooperative Learning; Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas.Grasindo. Jakarta.

Munib, Achmad. (2006). Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UPT Unnes Press. Roger,

Parker, R. (1994). "Small Group Cooperative Learning in the Classroom." OSSC Bulletin.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugandi, Achmad. (2005). Teori Pembelajaran. Semarang: UPT Unnes Press.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suprijono, Agus. (2009). Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar.


Article Metrics

Abstract view : 45 times
PDF 46-53 - 25 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan oleh:

Jurusan Fisika, Jalan Daeng Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar Kode Pos: 90224 Telp/Fax (0411)840622

Website: http://ojs.unm.ac.id, email: jspf@unm.ac.id