ANALISIS DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL SEISMOTEKTONIK WILAYAH SULAWESI BAGIAN SELATAN DAN BARAT BERDASARKAN NILAI-b DENGAN METODE MAKSIMUM LIKELIHOOD

Imanuela Indah Pertiwi(1*), Muhammad Arsyad(2), Pariabti Palloan(3),

(1) BMKG Balai Besar Wilayah IV Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/jspf.v8i3.927

Abstract


Abstract:

Analysis of Spacial and Temporal Distribution of Seismotectonic in South and West Region of Sulawesi Based on the b-Value by Using Maximum Likelihood Method. This study was correlational descriptive research is aimed to determined the spatial and temporal distribution seiemotektonik the southern and western Sulawesi (2°S-6°S and 118° 45'BT-120° 52'E). The variables in this study are the magnitude data of earthquake and the fractal dimension. Data obtained from IRIS catalog (Incorporated Research Institutions for Seismology) and BMKG. Technique of data analysis used the analysis of spatial distribution seismotektonik based on the b-value, and a-value, as well as analysis of temporal distribution seismotektonik based on the variation of b-value with time and and the fractal dimension,. The method used in determining the b-value is the Maximum Likelihood method with the help of software Zmap. Based on the results of the analysis indicate that the area Mamuju, Palopo, Mamasa, Rantepao and the surrounding area is a big chance for the occurrence of earthquakes with large magnitude and recurrence events in rapin intervals. Conversely, regions Pangkajene, Ujung Pandang, Sungguminasa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, and the surrounding area is an area with a very small chance for the occurrence of earthquakes with a large magnitude and recurrence events in a relatively long time intervals. Temporal distribution seismotektonik patterns (b-value distribution with time) showed that the b-value decreases dramatically when an earthquake will occur with a large magnitude and the time interval between events is very fast.

Abstrak:

Analisis Distribusi Spasial dan Temporal Seismotektonik Wilayah Sulawesi Bagian Selatan dan Barat Berdasarkan Nilai-b dengan Metode Maksimum Likelihood. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal seismotektonik wilayah Sulawesi bagian selatan dan barat (2° LS-6° LS dan 118°45’ BT-120°52’ BT). Variabel dalam penelitian ini adalah data magnitude gempa bumi dan dimensi fraktal. Data magnitude diperoleh dari katalog IRIS (Incorporated Research Institutions for Seismology) dan BMKG. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis distribusi spasial seismotektonik yang didasarkan pada nilai-b, dan nilai-a, serta analisis distribusi temporal seismotektonik yang didasarkan pada variasi nilai-b terhadap waktu dan dimensi fraktal. Metode yang digunakan dalam menentukan nilai-b adalah metode Maksimum Likelihood dengan bantuan software Zmap. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa daerah Mamuju, Palopo, Mamasa, Rantepao dan sekitarnya adalah daerah yang berpeluang besar untuk terjadinya gempa bumi dengan magnitude besar dan perulangan kejadian gempa bumi dalam interval waktu yang cepat. Sebaliknya, daerah Pangkajene, Ujung Pandang, Sungguminasa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan sekitarnya adalah daerah dengan peluang yang sangat kecil untuk terjadinya gempabumi dengan magnitude yang besar dan perulangan kejadian gempa bumi dalam interval waktu yang relatif lama. Pola distribusi temporal seismotektonik (distribusi nilai-b terhadap waktu) menunjukkan bahwa, nilai-b menurun secara drastis ketika akan terjadi gempa bumi dengan magnitude yang besar dan interval waktu antar kejadian sangat cepat.

Kata Kunci : nilai-b, nilai-a, dimensi fraktal, distribusi spasial, distribusi temporal


Full Text:

PDF

References


Das, Shamita., Boatwright, John., Scholz, Christopher. (1986) Earthquake Source Mechanics, Washington DC : American Geophysical Union.

Dimri, VP. Fractal Analysis of Aftershock Sequene of the Bhuj Earthquake A Wavelet-Based Approach, India : National Gephysical Research Institute, Hyderabad 500 007. (http://www.ias.ac.in)

Dimri, VP. Fractal Behaviour of The Earth System, Hal 11, India : National Gephysical Research Institute, Hyderabad 500 007. (http://books.google.co.id)

Hudson, J.A. (1992) Rock Characterization, ISRM Symposium Eurock ’92, British Geotechnical Society.

Katili, J.A. (1980) Geotectonics of Indonesia a Modern View, Department of Geology, Bandung Institute of Technology.

Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian, Ciawi : Ghalia Indonesia.

Reiter, Leon. (1991). Earthquake Hazard Analysis, New York : Columbia University Press.

Restuning Galih, Dodi., Handayani, Lina. (2007) Pemetaan Pola Terjadinya Gempa Bumi Di Indonesia Dengan Metode Fraktal, Bandung : Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI.

Rohadi, Suprianto. Distribusi Spasial dan Temporal Seismotektonik Wilayah Subduksi Jawa, Buletin Megasains 1 (4). Padang : Global Atmosphere Watch Bukit Kota Tabang

Sukmono, Sigit. (1997). Analisa Fraktal Mekanika Kegempaan Sistem Sesar Sumatera, Bandung : Perpustakaan Digital ITB.

Sunardi, Bambang. (2009). Analisis Fraktal dan Rasio Slip Daerah Bali-NTB Berdasarkan Pemetaan Variasi Parameter Tektonik, Seismologi.

(http://daily-sunardi.blogspot.com)

Turcotte, Donald, L. (1997) Fractals and Chaos in Geology and Geophysics (second edition), New York : Cambridge University Press. (http://books.google.co.id)


Article Metrics

Abstract view : 643 times | PDF view : 1107 times



Diterbitkan oleh:

Jurusan Fisika, Jalan Daeng Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar Kode Pos: 90224 Telp/Fax (0411)840622

Website: http://ojs.unm.ac.id, email: [email protected]