PROGRAM IMPROVEMENT SELF AWARENESS SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF PADA REMAJA DENGAN KECENDERUNGAN JUVENILE DELINQUENCY

Ismalandari Ismail(1*), Sitti Murdiana(2), Novi Yanti Pratiwi(3),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jk.v2i1.54278

Abstract


Kenakalan remaja kian marak terjadi, tidak hanya dikota besar namun didaerah juga ditemukan kasus tersebut. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan kenakalan remaja terjadi, misalnya faktor pola asuh dan kondisi ekonomi sosial remaja. Pangkep sebagai daerah dengan kondisi ekonomi terendah untuk wilayah sulawesi, menjadi faktor yang menyebabkan beberapa remaja diwilayah tertentu melakukan tawuran dan memalak remaja lainnya.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mencegah kenakalan remaja adalah dengan memberikan penanganan psikologis, misalnya dengan meningkatkan self awareness remaja. Melalui program Improvement self awareness diharapkan siswa dapat menerapkan pola pikir yang sehat, mempercayai kemampuan diri sendiri, evaluasi diri sendiri, dan mampu mengendalikan emosi. Program Improvement self awareness terdiri dari empat sesi, yaitu sesi mengidentifikasi permasalahan psikologis, psikoedukasi terkait juvenile delinquency, program Improvement self awareness, dan Aplikasi Improvement self awareness. Hasil pelaksanaan kemitraan masyarakat yaitu mitra memiliki pengetahuan terkait program improvement self awareness sebagai tindakan preventif terhadap kecenderungan juvenile delinquency pada remaja, hasil self evaluation menunjukkan terdapat beberapa manfaat yang dirasakan peserta selama mengikuti kegiatan pengabdian dan peserta memiliki rencana dan harapan yang ingin dicapai kedepannya dan hasil self evaluationjuga menunjukkan bahwa sebagian besar peserta paham dan merasa tertarik dengan materi yang telah disampaikan.


Keywords


Kenakalan remaja, self awareness, remaja.

Full Text:

PDF

References


Auzoult, L., dan Hardy-Massard, S. 2014. Desirability Associated with the Expression of Self-Consciousness in a French Population. Swiss Journal of Psychology. 73(3): 183-188.

Hafsari. T, M. 2015. Pelatihan Menulis Catatan Harian untuk Meningkatkan Self-Awareness dan Menurunkan Kecenderungan Kenakalan Remaja di SMK Batik 1 Surakarta Kelas X Teknik Komputer & Jaringan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret.

Goleman, D. 2007. Emotional Question. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kartono, K. 2005. Patologi Sosial. Jakarta: PT. RajaGrafindo.

Prasetiawan, I. 2022. Data BPS 2022, Pangkep Daerah Termiskin di Sulsel. Online. https://palopopos.fajar.co.id/2022/12/29/data-bps-2022-pangkep-daerah-termiskin-di-sulsel .

Purwakania, H., & Aliah, B. 2006. Psikologi Perkembangan Islami. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Rochat, P. 2003. Five Levels of Self-Awareness As They Unfold Early in Life. Departement of Psychology. Emory University, Atlanta, USA.

Santrock, J., W. 2003. Adolescence; Perkembangan Remaja, edisi keenam Terjemahan. Jakarta: Erlangga

Unayah, N., & Sabarisman, M. 2015. Fenomena Kenakalan Remaja dan Kriminalitas. Jurnal. Sosio Informa Vol. 1, No. 02.

WHO. 2014. Health for the World’s Adolescents: A Second Chance in the Second Decade. Geneva, World Health Organization Departemen of Noncommunicable disease surveillance.


Article Metrics

Abstract view : 63 times | PDF view : 9 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Ismalandari Ismail

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by:

Fakutas Psikologi Universitas Negeri Makassar

Office:

Gedung BM, LT 2 Fakultas Psikologi, Kampus Gunung Sari baruJalan A.P Pettarani, Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan, Pos 90222.