METODE SELF AFFIRMATION UNTUK MENGELOLA KECEMASAN PADA WARGA BINAAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI RUTAN KELAS I MAKASSAR

Misly Megautari Putri(1), Cindy Caroline(2), Surya Algazali Akbar(3), Perdana Kusuma(4*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(4) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jk.v1i4.46216

Abstract


yang baik dan buruk. Manusia hidup dan berdampingan dengan aturan yang ada. Aturan yang di buat tersebut perlu di patuhi untuk mengontrol perilaku manusia, tidak semena-mena dan mengurangi terjadinya tidak kejahatan. Namun, tidak sedikit individu yang melanggar aturan yang ada, berbagai macam kejahatan sering terjadi di lingkungan sekitar seperti pencurian, korupsi, penggelapan, pembunuhan, penggunaan obat terlarang dan tindak kejahatan lainnya. Individu yang melakukan tindak kejahatan dan akan di jatuhi hukuman penjara atau tahanan akan mendapatkan suatu pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya di Rumah Tahanan Negara. Rumah Tahanan Negara adalah tempat tersangka atau terdakwa di tahan selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan di Indonesia. Individu yang berada di Lembaga Pemasyarakatan akan merasakan berbagai macam gangguan psikologis seperti stress, cemas, dan depresi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Makassar hal tersebut juga di rasakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Berdasarkan hasil analisis tersebut intervensi yang diberikan kepada 19 warga binaan adalah pelaksanaan self affirmation dengan pemberian word affirmation. Self affirmation adalah teknik yang mengarah pada penerimaan seseorang terhadap informasi atau intervensi yang diterima. Pelaksanaan kegiatan di lakukan di blok rehabilitasi Rumah Tahanan Kelas I Makassar. Partisipan kegiatan ini adalah 19 warga binaan berjenis kelamin laki-laki dan terdakwa kasus narkotika. Hasil dari kegiatan ini adalah warga binaan dapat mengelolah kecemasan di dalam diri mereka dan yakin bahwa mereka akan menjadi orang sukses dan di terima di masyarakat setelah menjalani masa tahanan.

Full Text:

PDF

References


Butler, T., Allnutt, S., Cain, D., Owens, D., & Muller, C. (2005). Mental disorder in the New South Wales prisoner population, Australian and New Zealand Journal of Psychiatry. Astralian and New Zealand Journal of Psychiatry, 39, 407–413. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/j.1440-1614.2005.01589.x

Cohen, G. L., Aronson, J., & Steele, C. M. (2000). When beliefs yield to evidence: Reducing biased evaluation by affirming the self. Personality and Social Psychology Bulletin, 26(9), 1151–1164. https://doi.org/10.1177/01461672002611011

Farihah, M., & Rachman, I. K. (2017). Pendekatan Cognitive Behavior Therapy Berbasis Islam Untuk Mengatasi Kecemasan Sosial Narapidana. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam, 14(1), 62–76. https://doi.org/10.14421/hisbah.2017.141-06

Hayat, A. (2017). Kecemasan dan Metode Pengendaliannya. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 12(1), 52–63. https://doi.org/10.18592/khazanah.v12i1.301

Indrayani, T., & Sumarni, W. (2019). Efektivitas Afirmasi Tenaga Kesehatan Pada Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Multipara Di RSUD Bula Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun 2018/2019. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 41(63), 7489–7494.

Kusumaningsih, L. P. S. (2017). Penerimaan Diri dan Kecemasan terhadap Status Narapidana. Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah, 9(3), 234–242.

Kusumastuti, I., Iftayani, I., & Noviyanti, E. (2017). Efektivitas Afirmasi Positif Dan Stabilisasi Dzikir Vibrasi Sebagai Media Terapi Psikologis Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Komunitas Pasien Hemodialisa. Jurnal Tarbiyatuna, 8(2), 123–131.

Majid, A. (2019). Bahaya Penyalahgunaan Narkoba (T. E. Umum (ed.)). ALPRIN.

Mappong, S. (2021). No Title. Antara News.

Nurfadilah, N. (2020). Hubungan Konsep Diri Dengan Kecemasan Narapidana Pada Rutan Kelas Ii B Majene. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 38. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v6i1.651

Panjaitan, F. H., & Purwati, P. (2017). Kecemasan Pada Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas Ii a Wayhuibandar Lampung. Jurnal Ilmiah Keperawatan …, X(1), 122–128. https://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKEP/article/view/328

Ramaiah, S. (2003). Kecemasan Bagaimana Mengatasi dan Penyebabnya. Pustaka Populer Obor. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=LOJsrMTwYAcC&oi=fnd&pg=PA13&dq=Kecemasan,+bagaimana+mengatasi+penyebabnya&ots=v5PTL1txV8&sig=NXz1VJY8AIOz27d-oCu5YHHv5b0&redir_esc=y#v=onepage&q=Kecemasan%2C bagaimana mengatasi penyebabnya&f=false

Sari, E. N. (2013). Bimbingan mereduksi kecemasan akademik peserta didik melalui teknik self affirmation. Jurnal Antologi, 1(1).

Siswoaribowo, A., Taukhid, M., & Paramita, D. (2020). Penerapan Self Affirmation terhadap Penurunan Body Dissatisfaction pada Remaja Akhir. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 296–305. www.stikes-khkediri.ac.id

Wijaya, F., & Rahayu, D. A. (2019). Positive Affirmation on Coping Mechanism of Chronic Renal Failure Patients. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 2(1), 7–12.


Article Metrics

Abstract view : 117 times | PDF view : 28 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Perdana Kusuma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by:

Fakutas Psikologi Universitas Negeri Makassar

Office:

Gedung BM, LT 2 Fakultas Psikologi, Kampus Gunung Sari baruJalan A.P Pettarani, Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan, Pos 90222.