SELF LOVE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI RASA INSECURE PADA SISWA/I KELAS X IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 UNISMUH MAKASSAR

A Annisa Nurul Qalbi(1), Nurul Fitrah(2), Novita Maulidya Jalal(3*), M. Ahkam Alwi(4), Nur Akmal(5), Ulil Hidayah Sulaeman(6), Wahyudi Alengo(7),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(4) Universitas Negeri Makassar
(5) Universitas Negeri Makassar
(6) Universitas Negeri Makassar
(7) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jk.v1i1.36662

Abstract


Salah satu lingkungan yang memiliki pengaruh bagi siswa adalah sekolah. Sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi siswa agar dapat memberikan perasaan nyaman pada siswa saat berada di sekolah. Tujuan dari kegiatan psikoedukasi ini yaitu untuk membantu siswa dalam mengetahui, memahami, dan menerapkan meningkatkan rasa percaya diri dengan belajar mencintai dan menerima diri, dan juga dapat menumbuhkan dan menjaga rasa sayang dan cinta terhadap dirinya. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini ialah metode ceramah dan diskusi, serta dilakukan agenda tambahan seperti mengisi jurnal prompts bersama dilakukan agar siswa dapat melihat sebarapa besar tingkat self love yang dimiliki sebelum materi dilakukan. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar  kelas X IPA dan diikuti oleh sejumlah 22 siswa. Permasalahan utama yang dihadapi siswa kelas X IPA adalah insecure atau tidak percaya pada diri sendiri. Namun, setelah diberikan kuisioner di akhir kegiatan, maka diperoleh hasil evaluasi. Hasil evaluasi tersebut menunjukan bahwa partisipan merasa pemateri dan materi yang disampaikan sudah sangat baik dan menyenangkan.Selain itu, peserta juga menyatakan manfaat dari psikoedukasi self love dalam mengetahui, memahami, menerima, dan menumbuhkan rasa sayang pada dirinya sendiri.Psikoedukasi self love dengan demikian dapat menjadi salah satu metode yang membantu partisipan untuk mengurangi rasa insecure atau rasa tidak percaya diri pada diri mereka.


Full Text:

PDF

References


Ahkam, M. A., Suminar, D. R., & Nawangsari, N. F. (2020). Kesejahteraan di sekolah bagi siswa sma: konsep dan faktor yang berpengaruh. Jurnal Psikologi TALENTA, 5(2), 143–151. https://doi.org/10.26858/talenta.v5i2.11738

Ahkam, M. A., & Arifin, N. A. I. (2017). Optimisme dan School Well-Being pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi TALENTA, 3(1), 7. https://doi.org/10.26858/talenta.v3i1.13182

Alwi, A., Suminar, D. R., & Nawangsari, N. F. (2021). Development and Validation of a Indonesian translate Brief Adolescents Subjective Wellbeing in School Scale. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 10(1), 91–103. https://doi.org/10.12928/jehcp.v10i1.18480

Alwi, M. A., & Fakhri, N. (2022). School well-being di Indonesia : Telaah Literatur. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 1(3).

Alwi, M. A., Suminar, D. R., & Nawangsari, N. A. F. (2020). Support Related to Schools and School Well-Being: Self Esteem as Mediator. International Journal of Pedagogy and Teacher Education, 4(2), 119–125. https://doi.org/10.20961/ijpte.v4i2.42869

Atika, D. A. (2021, July 13). Dosen Psikologi UNAIR Bagikan Tips Atasi Insecure. https://news.unair.ac.id/2021/07/13/dosen-psikologi-unair-bagikan-tips-atasi-insecure/

Caffo, E., Belaise, C., & Forresi, B. (2008). Promoting resilience and psychological well-being in vulnerable life stages. Psychotherapy and Psychosomatics, 77(6), 331–336. https://doi.org/10.1159/000151386

Damayanti, A. A. M., & Susilawati, L. K. P. A. (2018). Peran Citra Tubuh dan Penerimaan diri Terhadap Self Esteem pada Remaja di Kota Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 424–433.

HIMPSI. (2010). Kode Etik Psikologi Indonesia.

Jiang, H., Sun, P., Liu, Y., & Pan, M. (2016). Gratitude and late adolescents’ school well-being: The mediating role of materialism. Social Indicators Research, 127(3), 1363–1376. https://doi.org/10.1007/s11205-015-1007-5

Khoshaba, D. (2012). A seven-step prescription for self love. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love.

Konu, A., & Rimpela, M. (2002). Well-being in schools: a conceptual model. Health Promotion International, 17(1), 79–87. https://doi.org/10.1093/heapro/17.1.79

Rhodes, J., Roffman, J., Reddy, R., Fredriksen, K. (2004). Changes in self-esteem during the middle school years: a latent growth curve study of individual and contextual influences. Journal of School Psychology 42 (2004) 243–261

Santrock, J. W. (2007). Remaja (Kesebelas (ed.)). Erlangga,.

Supratiknya, A. (2011). Merancang Program dan Modul. In Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma (Edisi Revi). Universitas Sanata Darma. https://repository.usd.ac.id/12880/1/2011 Merancang Program dan Modul Psikoedukasi Edisi Revisi.pdf

Tian, L., Zhao, J., & Huebner, E. S. (2015). School-related social support and subjective well-being in school among adolescents: The role of self-system factors. Journal of Adolescence, 45, 138–148. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2015.09.003


Article Metrics

Abstract view : 3344 times | PDF view : 1170 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 novita maulidya jalal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by:

Fakutas Psikologi Universitas Negeri Makassar

Office:

Gedung BM, LT 2 Fakultas Psikologi, Kampus Gunung Sari baruJalan A.P Pettarani, Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan, Pos 90222.