Studi Kasus Perempuan Pelaku Kekerasan dalam Pacaran

Ainun Asriani Saleh(1*), Haerani Nur(2), Kurniati Zainuddin(3),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jtm.v1i4.32993

Abstract


Dating is a relationship formed by two individuals of the opposite sex. Dating does not always go well, individuals who cannot resolve conflicts will use violence as a way out. This study aims to determine the causes and processes why women commit violence in dating. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out by direct interviews with open-ended questions, observations with the participants' social environment with the checklist method, and documentation in the form of photos of conversations and social media posts. There were three research participants, namely one respondent, and two additional informants, namely girlfriends and friends of research participants. Based on the results of the study, it was found that the reasons or causes for women to commit violence in dating were caused by two factors, namely the internal character of the person blaming other people, taking small matters into account, lack of emotional regulation, and being selfish and external to the social environment as well as the behavior of the partner being cheated on, being lied to, lack of communication, jealousy, and dependence. The violent behavior that has been carried out by the participants is violence in the form of physical kicking, slapping, and hitting and in the form of psychological violence in the form of bad calls, forcing, threatening, humiliating, berating, and shouting

Keywords


Causes of Dating Violence, Perpetrators of Dating Violence, Women

Full Text:

PDF

References


Abilleira, M. P., García, M. L. R., Vázquez, T. C., Deus, M. P. R., Josefa, M., & Cortizas, M. J. I. (2019). Personality characteristics of a sample of violent adolescents against their partners. Journal Psicologia: Reflexao e Critica, 37(11), 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s41155-019-0122-7

Andayu, A. A., Rizkyanti, C. A., & Kusumawardhani, S. J. (2019). Peran insecure attachment terhadap kekerasan psikologis dalam pacaran pada perempuan remaja akhir. Jurnal Psympathic, 6(2015), 181–190. https://doi.org/10.15575/psy.v6i2.5231.

Anisah, A. S. (2011). Pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan Universitas Garut, 5(1), 70–84.

Ariestina, D. (2009). Kekerasan dalam pacaran pada siswi SMA di Jakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 3(14), 161–170.

Ayu, S. M., Hakimi, M., & Hayati, E. N. (2012). Kekerasan dalam pacaran dan kecemasan remaja putri di kabupaten Purworejo. Jurnal Kesmas, 6(1), 61–74.

Coker, A. L., Mckeown, R. E., Sanderson, M., Davis, K. E., Valois, R. F., & Huebner, E. S. (2000). Severe dating violence and quality of life among south carolina high school students. Journal of Preventive Medicine, 19(4), 220–227.

Devi, C. N. (2013). Kekerasan dalam pacaran (studi kasus pada mahasiswa yang pernah melakukan kekerasan dalam pacaran). Universitas Negeri Yogyakarta.

Evendi, I. (2018). Kekerasan dalam berpacaran (studi pada siswa SMAN 4 Bombana). Jurnal Neo Sociotal, 3(2), 389–399.

Ginting, T. I., & Sakti, H. (2015). Dinamika pemaafan pada remaja putri yang mengalami kekerasan dalam pacaran. Jurnal Empati, 4(1), 182–187.

Grace, S., Pratiwi, P. C., & Indrawati, G. (2018). Hubungan antara rasa percaya dalam hubungan rmantis dan kekerasan dalam pacaran pada perempuan dewasa muda di Jakarta. Jurnal Psikologi Ulayat, 5(2), 169–186. https://doi.org/10.24854/jpu02018-183

Hasanuddin. (2019). Pengaruh pemberian konseling pribadi terhadap kemampuan berargumentasi dalam berdiskusi pada siswa yang introver di SMA Negeri 1 Barru. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(1), 23–31.

Ifdil, & Dkk. (2014). Kondisi empati mahasiwa program studi bimbingan dan konseling perguruan tinggi x. Jurnal Islamika, 14(2), 133–144. http://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/download/27/33/129

Irfandi, A. (2020). Penyebab krisis dalam teori atribusi. in Musi, S., dkk. Krisis publik relatins: Teori praktek. 112-126. Jawa Timur: Qiara Media.

Lase, E. (2021). Peranan konselor mengatasi perselingkuhan dalam hubungan pernikahan kristen di desa Sibaibai sikakap mentawai 1. Jurnal Excelsis Deo, 5(1), 59–71.

Megawati, P., Anwar, Z., & Masturah, A. N. (2019). Hubungan regulasi emosi dengan perilaku kekerasan dalam berpacaran pada mahasiswa. Jurnal Cognicia, 9(2), 214–227. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/cognicia.

Mesra, E., Salmah, & Fauziah. (2014). Kekerasan dalam pacaran pada remaja putri di Tangerang. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 2(1), 1–8. http://ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id/index.php/jitek/article/view/115.

Mustafinah, A., Qibtiyah, A., Ridwan, A. I., Sandiata, B., Purbawati, C. Y., Madanih, D., Situmorang, D. F., Gito, E., Intan, H. S., Sulastry, I., Amiruddin, M., Anshor, M. U., Nahe’i, I., Ngatini, Salampessy, O. C., Hutabarat, R. M., Ratnawati, R., Reliandra, R., Setyawanti, … Asriyanti, Y. (2020, March 6). Kekerasan meningkat: Kebijakan penghapusan kekerasan seksual untuk membangun ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan. Komnas Perempuan.

Prasetya, H., & Rahman, D. A. (2020). Bentuk kekerasan padaperempuan dalam pacaran di film posesif. Jurnal Pustaka Komunikasi, 3(2), 251–262. http://journal.moestopo.ac.id/index.php/pustakom

Rohmah, S., & Legowo, M. (2014). Motif kekerasan dalam relasi pacaran di kalangan remaja muslim. Jurnal Paradigma, 2(1), 1–9 (

Rihandita, G. (2018). Studi deskriptif laki-laki sebagai korban kekerasan dalam pacaran. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 7(1), 2522–2539.

Safitri, D. R., & Damaiyanti, M. (2020). Hubungan antara cemburu dengan perilaku kekerasan dalam hubungan pacaran pada remaja di Samarinda. Jurnal Borneo Student Research, 2(1), 262–268.

Safitri, N., & Arianti, M. (2019). Bentuk pertahanan diri dan strategi coping mahasiswa korban kekerasan dalam pacaran. Jurnal Prosiding Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia, 4(1), 11–22.

Sanyata, S. (2009). Mekanisme dan taktik bertahan: Penolakan realita dalam konseling. Jurnal Paraigma, 4(8), 35–44.

Sumijah. (2015). Locus of control pada masa dewasa. Jurnal Psychlogy Forum UMM, 978–979.

Sapara, M. M., Lumintang, J., & Paat, C. J. (2020). Dampak lingkungan ssial terhadap perubahan perilaku remaja perempuan di desa Ammat kecematana Tampan’amma kabupaten Talaud. Junal Holistik, 13(3), 1–16.

Set, Z. (2020). Dating violence : A review. Journal Psykiyatride Guncel Yaklasimlar/Journal Current Approaches in Psychiatry, 12(4), 444–454. https://doi.org/10.18863/pgy.674468

Setiawan, R., & Nurhidayah, S. (2008). Pengaruh pacaran terhadap perilaku seks pranikah. Jurnal Soul, 1(2), 59–72.

Syafira, G. A., & Kustanti, E. R. (2017). Gambaran asertivitas pada perempuan yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Jurnal Empati, 6(1), 186–198.

Wahyuni, D. S., Komariah, S., & Sartika, R. (2020). Analisis faktr penyebab kekerasan dalam hubungan pacaran pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Sosietas Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(2), 923–928.

Wall, A. (2009). Relationship Violence : Risk Factors for Adolescents. Journal of Undergraduate Research at Minnesota State University, 9(1), 1–17.

Yuliani, A., & Fitria, N. (2017). Peran Preoccupied Attachment Style terhadap Kecenderungan Mengalami Stockholm Syndrome pada Perempuan Dewasa Awal. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 275–288. https://doi.org/10.15575/psy.v4i2.1341


Article Metrics

Abstract view : 695 times | PDF view : 300 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Ainun Asriani Saleh, Haerani Nur, Kurniati Zainuddin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




Published by:

Fakutas Psikologi Universitas Negeri Makassar

Office:

Gedung BM, LT 2 Fakultas Psikologi, Kampus Gunung Sari baru. Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan, Pos 90222.