PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP FENOMENA SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK A

Dwi Sheila Ayuningtyas(1), Fatmawati Gaffar(2*), Fatmawati Gaffar(3*),

(1) Indonesia University of Education
(2) Makassar State University
(3) Makassar State University
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jappa.v1i5.56671

Abstract


Peran orangtua dalam kehidupan anak, dapat menjadi acuan anak dalam menghadapi masalah-masalahnya di masa yang akan datang. Salah satu masalah yang dihadapi adalah adanya kehadiran saudara kandung dalam Keluarga. Keluarga yang memiliki anak lebih dari satu dapat menimbulkan terjadinya sibling rivalry. Perilaku sibling rivalry cenderung merusak hubungan yang terjalin antar saudara kandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pola asuh orang tua peserta didik usia 5-6 tahun di TK A, (2) tingkat sibling rivalry peserta didik usia 5-6 tahun di TK A, (3) pengaruh pola asuh terhadap sibling rivalry pada peserta didik usia 5-6 tahun di TK A. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian meliputi wawancara dan kuesioner dengan pengukuran variabel yang berbentuk skala. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 41 responden dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dan pada pola asuh permisif tidak berpengaruh pada sibling rivalry. Sedangkan pada pola asuh otoriter memiliki berpengaruh pada sibling rivalry.


Keywords


Pola Asuh, Sibling Rivalry

References


Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and subtance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56-95.

Buist, K. L., Deković, M., & Prinzie, P. (2013). Sibling relationship quality and psychopathology of children and adolescents: A meta-analysis. Clinical Psychology Review, 33(1), 97-106.

Chaulagain, S., Pu, S., Moras, S. M., Aranha, P. R., & Shetty, A. P. (2016). A study on knowledge regarding sibling rivalry in children among mothers in selected hospital at Mangaluru. Journal of Scientific & Innovative Research, 5(4), 122-124.

Damaiyanti, M. (2008). Komunikasi terapeutik dalam praktik keperawatan. Bandung: Refika Aditama.

Gichara, J. (2006). Mengatasi perilaku buruk anak. Kawan Pustaka.

Gunarsa, Y. S. D. (2000). Asas-asas Paikologi Keluarga Idaman. BPK Gunung Mulia.

Hanum, A. L., & Hidayat, A. A. (2015). Faktor dominan pada kejadian Sibling rivalry pada Anak Usia Prasekolah. The Sun, 2(2), 14-20.

Hurlock, E. B. (2020). Perkembangan anak jilid 1.

Insan, T. N., & Setyorini, A. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Asuh Dengan Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di Desa Semanding Rw 01 Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Jurnal Komunikasi Kesehatan (Edisi 19), 10(02), 62-72.

Junaedi, M., & Rokhmad, A. (2009). Kiai Bisri Musthafa: pendidikan keluarga berbasis pesantren. Walisongo Press.

Listiani, I. (2010). Penyebab terjadinya sibling rivalry pada anak usia sekolah di RW 9 kelurahan Jomblang kota Semarang. Universitas Muhammadiyah Semarang. Skripsi.

Nasional, I. D. P. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia: Pusat Bahasa.

Putri, A. C. T., Deliana, S. M., & Hendriyani, R. (2013). Dampak sibling rivalry (persaingan saudara kandung) pada anak usia dini. Developmental and Clinical Psychology, 2(1).

Rahmawati, A. (2013). Sibling rivalry pada anak usia dini.

Riduwan. (2009). Belajar Mudah Penelitian. Bandung. Alfabeta.

Salmon, C., & Hehman, J. (2015). Evolutionary perspectives on the nature of sibling conflict: the impact of sex, relatedness, and co-residence. Evolutionary Psychological Science, 1, 123-129.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Psikologi Perkembangan Edisi 6. Penerjemah: Sarah. B. Adelar dan Shinto Saragih. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25-32.

Setiawati & Zulkaida, A. (2007). Sibling rivalry pada anak sulung yang diasuh oleh single father. Proseding Pesat.

Sofa, M. (2015). Hubungan pola asuh orangtua dengan kenakalan remaja pada siswa-siswi SMAN 1 Kepohbaru, Bojonegoro (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Wahy, H. (2012). Keluarga sebagai basis pendidikan pertama dan utama. Jurnal Ilmiah Didaktika: Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran, 12(2).

Wong, D. L., Eaton, H. M., Wilson, D., Winkelstein, M. L., & Schwartz, P. (2008). Wong buku ajar keperawatan pediatrik. Jakarta: EGC.

Woolfson, R. C. (2004). Persaingan saudara kandung: mendorong anak-anak untuk bersahabat. ESENSI.

YESY NUR YAERINA, N. (2016). HUBUNGAN JENIS POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA 3-12 TAHUN DI DESA JOHO KECAMATAN PACE KABUPATEN NGANJUK (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Yin, R. K. (2009). Case Study Research Design and Methods (4th ed. Vo). Sage Publication.

Zulfikar, A. L. (2017) ‘Pengaruh Pola Asuh Orang Tuaa Terhadap Kenakalan Remaja Siswa Kelas X dan XI SMKN 2 Malang’. Available at: http://etheses.uin-malang.ac.id/5997/1/10410058.pdf


Article Metrics

Abstract view : 89 times |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Dwi Sheila Ayuningtyas, Fatmawati Gaffar, Fatmawati Gaffar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.