Perbandingan Hasil Relokasi Gempa bumi Mamasa Berdasarkan Model Kecepatan

Emelda Meva Elsera(1*), Muhammad Arsyad(2), Pariabti Palloan(3),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author



Abstract


Pada awal November 2018, wilayah Mamasa, Sulawesi Barat diguncang gempabumi secara terus menerus. Fenomena ini dikenal dengan gempabumi swarm, sebelumnya gempabumi swarm terjadi di Jailolo, pada tahun 2015. Proses penentuan episenter gempabumi, hasil yang diperoleh sangat bergantung pada pembacaan impuls awal sinyal gempabumi, distribusi stasiun atau sensor, dan model kecepatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode relokasi HypoDD (Hypocenter Double-Difference) dengan menggunakan dua model kecepatan global, yaitu IASP91 dan AK135. Metode HypoDD dapat meminimalisir kesalahan pada model kecepatan dan lokasi hiposenter dengan menggunakan perbedaan waktu tempuh pasangan gempabumi yang tercatat pada stasiun yang sama. Data yang digunakan adalah data gempabumi Mamasa dengan magnitudo M ≥ 5.0 bulan November 2018.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat selisih posisi lintang, bujur, dan kedalaman antara kedua model tersebut jika dibandingkan dengan posisi awal. Namun, selisih tidak terlalu signifikan untuk posisi lintang, bujur, dan magnitudo, sedangkan kedalaman memiliki selisih yang cukup signifikan. 

Kata kunci: HypoDD, IASP91, AK135

 

In early November 2018, Mamasa region, West Sulawesi was continuously shaken by earthquake. This phenomenon known by swarm earthquake, previously swarm earthquake occurred at Jailolo in 2015 ago. The process of determining an earthquake, the result depend on earthquake initial impulse reading, distribution of station or sensor, and velocity model. The method used in this study is relocation by HypoDD (Hypocenter Double-Difference) with two global velocity models, IASP91 and AK135. HypoDD method can minimize errors in velocity model and fix the hypocentre using the difference of travel time paired earthquake that observed in common station. The data used in this study are Mamasa earthquake with M ≥ 5.0 in November 2018. The result shows that there is a difference position of lattitude, longitude, and depth between both of model if we compare with initial position. However, the difference not significant for lattitude, longitude, and depth, while in depth there is quite significant differences.      

Keywords: HypoDD, IASP91, AK135


Full Text:

Pdf

References


Mogi, K., Experimental Study on the Mechanism of the Earthquake Occurrences of Volcanic Origin, Bulletin of Vulcanology, vol. 26, no. 1, 1997, pp. 197-208.

Utama, M.R.J, Nugraha A. D., and Puspito, N.T., Seismicity studies at Moluccas Area Based on the Result of Hypocentre Relocation Using HypoDD, Proceedings International Symposium on Earthquake and Disaster Mitigation (ISEDM), AIP Conf. Proc 1658, United States, 2015, pp. 030022-1-030022-4. doi: 10.1063/1.4915030

Diaz, N, Suarbawa K. N., and Mursitantyo A., Earthquake Relocation in Northern Bali Island in 2015-2017 using Double Difference Method, Bulletin Of Physics, vol. 19, no. 2, 2018, pp. 6472.

Pavlis, G. L., Appraising Earthquake Hypocenter Location Errors – A Complete, Practical Approach for Single-Event Location, Bull. Seismo. Soc. Am., vol. 76, 1986, pp. 1699-1717.

Sianipar, D. S. J and Raharjo F. D., Model Kecepatan Lokal Gelombang P Satu Dimensi Wilayah Toba, Prosiding Seminar Nasional Fisika Universitas Andalas (SNFUA), 2015, pp. 110-116.

Bormaan, P, New Manual of Seismological Observatory Practice (NMSOP), GeoForschungsZentrum Postdam, Germany, 2002.

Waldhauser, F. and Ellsworth, W.L., A Double-difference Earthquake Location Algorithm: Method and Application to the Northern Hayward Fault, California, Bull. Seismo. Soc. Am., vol. 90, 2000, pp. 1353-1368.

G. Ekstrom and A.M. Dziewonski, Global Centroid Moment Tensor, 2012. Website: http://www.globalcmt.org/CMTsearch.html, diakses tanggal 10 Agustus 2019.

USGS, Earthquake Data Catalog, https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/search/ diakses tanggal 10 Agustus 2019.


Article Metrics

Abstract view : 101 times | Pdf view : 14 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.