KONFLIK AGRARIA ANTARA PEMERINTAH DENGAN MASYARAKAT DUSUN BONDU DESA ARABIKA KABUPATEN SINJAI

Muhammad Nur(1*), Idham Irwansyah(2),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/prd.v1i1.14989

Abstract


It aims to determine the factors behind the agrarian conflict between the Government and the Community in Bondu Hamlet, Arabica Village and the government's efforts to resolve Agrarian Conflict in Bondu Hamlet, Arabica Village. The results of this study indicate that the agrarian conflict that occurs between the government and the community in Bondu Hamlet, Arabika Village, West Sinjai District, Sinjai Regency is motivated by several factors, namely land ownership, economic factors, legal factors, socialization factors, educational factors, coercive action factors. , policy factor. As for the efforts made by the government to resolve agrarian conflicts, namely conciliation by bringing together the two parties in conflict to achieve common goals, Mediation of dismissal of both parties in conflict but not given a binding decision and Arbitration of a decision taken by issuing a decision letter that must be issued. be obeyed by both parties to the conflict.


Keywords


Conflict; Agrarian; Government; society

Full Text:

PDF

References


A.Savitri, Laksmi, Valentin. A, Ahmad. N.L. Pengembangan Kebijkan Agraria untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Ekologis. Yogyakarta: Sains. 2010.

Andi MulianiSultani. Konflik dan Kebijakan Agraria di Indonesia dari Masa ke Masa.tugas kebijakan pertanahanprogram studi ilmu perencanaan wilayahsekolah pascasarjana institut pertanian Bogor.7 November 2012.

Gunawan, Wiradi., Benyamin. W., William L. Coller,. Soentoro.. Makali., Chris M. Ranah Studi Agraria Penguasaan Tanah dan Hubungan Agraris. Yogyakarta: STPN Press. 2009

Ismaya,Samun. Pengatar hukum agrarian. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2011.

Koentjaraningrat. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia. 1991. Cet. XI.

Marlang, Abdullah. Pengantar hukum indonesia, Makassar: As. Center, 2009.

Ranoemihardja, R. Antang. Perkembangan hukum agraria di indonesia,aspek- aspek dalam pelaksanaan UUPA dan peraturan undang undangan lainya dibidang agraria di indonesia , Bandung : Tarsito, 1982

Rokhiman, Muryanti, Dwi Nugroho Dawar. Teori konflik dan konflik agraria pedesaan, Bantul: Kreasi Wacana, 2013

Rousseau,jean jacques. Kontrak sosial atau prinsip hukum- politik, Jakarta: Dian Rakyat ,2010.

Salim, emil. Pembangunan berwasasan lingkungan, Jakarta :LP3ES, 1986.

Savitri, Laksmi Adriani, Mohammad Sohibuddin, & Surya Saluang. Memahami & Menemukan Jalan Keluar Dari Problem Agraria & Krisis Ekologi. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pertanahan nasional. 2010.

Soetomo, S. H. Pembebasan, pencabutan, permohonan, hak atas tanah usaha nasional, Surabaya: 1984.

Sutiknyo, Iman. Politik agraria nasional, yogyakarta : Gadjah Mada University, 1990.

Sugiyono. Metode Penelitian, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2011.

Suharsaputra, Uhar. 2012. Metode Peneitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Bandung ; PT Refika Aditama

Susan, Novri. Pengantar sosiologi konflik dan isu-isu konflik kontemporer.Jakarta : Kencana. 2009.

Tjondronegoro, Sesiono.MP. & Gunawan Wiradi (2004): “Menelusuri Pengertian Istilah Agraria”. Dalam Jurnal Analisis Sosial. Vol.9. No. 1, April 2004. Bandung.

Tjondronegoro, Soediono. Keeping-keping sosiologi dari pedesaan.Bogor : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1999.

Wiradi, Gunawan. Seluk Beluk Masalah Agrariareforma Agraria dan Peneltian Agraria. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pertanahan nasional.2009.

Undang-undang No. 5 tahun 1960 Tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria.

Peraturan pemerintah republik indonesia Nomor 24 tahun 2010 tentang penggunaan kawasan hutan.

Peraturan presiden republik indonesia Nomor 28 tahun 2011Tentang penggunaan kawasan hutan lindung untuk penambangan bawah tanah.

Peraturan menteri kehutanan republik indonesia Nomor : P.39/Menhut-II/ 2013 tentang pemberdayaan masyarakat setempat melalui mitra kehutanan.

Undang- undang republik indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan dan perusakan hutan.

http://koranpembebasan.wordpress.com/2013/04/09/pernyatan-sikap-gerakan-rakyat-anti-perampasan-tanah-dan-kekerasan/

http://makassar.tribunnews.com/search/?q=konflik+agraria+di+sinjai+barat+november+2013&cx=partner-pub-7486139053367666%3A7016215912&cof=FORID%3A10&ie=UTF-8

https://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/category/budaya-2/page/44/

http://kabaramansulsel.wordpress.com/category/sinjai/

http://www.mongabai.co.id/tag/kriminalisasi -warga sinjai/

http://news.okezone.com/read/2012/03/07/340/588432/20-000-hektare-hutan-sulsel-rawan

http://www.makassartv.co.id/index.php?option=com_content&id=13341:batas-kawasan-hutan-lindung-di-sinjai-ditinjau-ulang&Itemid=58

http://makassar.tribunnews.com/2014/11/26/mahasiswa-desak-dinas-kehutanan-sinjai-kembalikan-hutan-rakyat


Article Metrics

Abstract view : 261 times | PDF view : 42 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.