School Well Being Sebagai Salah Satu Alternatif Menurunkan Perilaku Kekerasan Siswa Di Sekolah

Basti Basti(1*), Nurfajriyanti Rasyid(2), Eva Meizarra Puspita Dewi(3), Asmiati Asmiati(4),

(1) Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar
(2) Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar
(3) Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar
(4) Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/pengabdi.v4i2.56396

Abstract


Abstrak: Perilaku kekerasan yang sangat marak disekolah-sekolah menjadikan para guru dan kepala sekolah untuk mengevaluasi akan keberadaan sekolah dalam memberikan pesan moral dan juga proses pembelajaran yang optimal. Kekerasan terjadi disebabkan adanya kebutuhan psikologis tidak terpenuhi dengan optimal, sehingga siswa mencari pelampiasan dengan melakukan tindakan-tindakan kekerasan. Kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan dengan tema “Pelatihan School Well Being dalam Menurunkan Perilaku Kekerasan Siswa di Sekolah” pada bulan Juni 2023 diikuti sebanyak 48 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di bawah Yayasan Muhammadiyah di wilayah Sulawesi Selatan khususnya makassar. Cara mengukut tingkat ketercapaian keberhasilan dari kegiatan ini berupa pemberian evaluasi program menggunakan instrument berupa angket yang disebarkan melalui google form. Angket evaluasi yang berisi pertanyaan tertutup dan terbuka. Data diolah menggunakan analisis deskriptif. Hasil temuan yang diperileh menunjukkan pelatihan School well being menarik bagi guru dan isi materi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan peserta, serta menjadikan peserta lebih memahami konsep school well being dan bagaimana penerapannya di sekolah.

 

Kata Kunci: School well being, Siswa sekolah, Perilaku kekerasan

Full Text:

PDF

References


Aulia, Farah (2018). Improving Student Well-Being in School. Proceeding of international Conference of mental health, neuroscience, and cyberpsychology, 172-180.

Basti (2023). Peran school well being sebagai mediator pengaruh kepribadian neurotisisme dan paparan kekerasan terhadap perilaku kekerasan siswa. Disertasi.

Boran, L., Taskan, I., M. (2021). Causes of Violence in School. The online journal of New Horizon in Education. Vol 11, 165-169.

Knuver, A. W. M., & Brandsma, H. P. (1993). Cognitive and Affective Outcomes in School Effectiveness Research. School Effectiveness and School Improvement, 4(3), 189–204. doi: https://doi.org/10.1080/0924345930040302

Konu, A., & Rimpela, M. (2002). Well-being in school: A Conceptual Model. Health Promotion International, 17(1), 79-89.

Lestari, P.I. (2012) Kekerasan Guru Terhadap Siswa dalam Proses Belajar Mengajar yang Berlangsung di Sekolah.. Jurnal Unesa.

Rasyid, Aidia (2021). Konsep dan urgensi penerapan school well being pada dunia Pendidikan. Jurnal Basicedu, 5(1), 1-7.

SIMFONI-PPA: Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (2023).https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan

Sugiyatno (2010) Kekerasan Di Sekolah Bagian Masalah Pendidikan Sosial-Emosional. Jurnal Paradigma, 09(V), 19-41.

Wyn, J., Cahill, H., Holdsworth, R., Rowling, L., & Carson, S. (2000). MindMatters, a whole-school approach promoting mental health and wellbeing. Australian & New Zealand Journal of Psychiatry, 34(4), 594- 601.


Article Metrics

Abstract view : 87 times | PDF view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.