Aktivitas Perekonomian di Delta Brantas pada Abad Ke-10 Masehi

Andri Setyo Nugroho(1*),

(1) Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jp.v7i3.15900

Abstract


Raja-raja Mataram telah menaruh minat terhadap sungai Brantas setidaknya mulai abad sembilan masehi. Pasca perpindahan pusat kekuasaan Mataram dari Jawa bagian tengah ke Jawa bagian timur, Pu Sindok menempatkan istananya berada di sekitar lembah Sungai Brantas. Kebijakan ini menumbuhkan perekonomian daerah-daerah di sepanjang Sungai Brantas mulai hulu sampai dengan hilir. Kajian yang telah dilakukan oleh para peneliti selama ini masih terfokus pada potensi ekonomi di wilayah tubuh sampai dengan hulu Sungai Brantas, sedangkan daerah delta luput dari perhatian. Berdasarkan temuan prasasti-prasasti di sekitar Delta Brantas, memberikan petunjuk bahwa aktivitas perekonomian yang terjadi di wilayah ini tidak kalah ramai dengan daerah pedalaman. Penelitian ini bermaksud merekonstruksikan aktivitas perekonomian yang terjadi di Delta Brantas pada abad sepuluh masehi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi atau kritik, interpretasi atau penafsiran, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Delta Brantas menjadi pintu masuk komoditas perdagangan dari kepulauan sekitar. Banyaknya perahu dan kapal dengan berbagai ukuran menunjukkan wilayah ini merupakan sebuah pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh para pelaut dan pedagang. Adanya persamaan profesi mendorong para pedagang untuk membentuk komunitas yang dapat mempermudah pekerjaan mereka. Melalui komunitas tersebut, para pedagang menjalin relasi dengan penguasa sehingga mendapat hak-hak istimewa.

Kata Kunci : Delta Brantas; Komoditas; Pedagang; Perekonomian

Abtract

Mataram kings have been interested in the Brantas river since at least the ninth century. After the transfer of the Mataram power center from central Java to eastern Java, Pu Sindok placed his palace in the vicinity of the Brantas River valley. This policy grows the economy of the areas along the Brantas River from upstream to downstream. The studies that have been carried out by researchers so far still focus on the economic potential of the body area upstream of the Brantas River, while the delta area has gone unnoticed. Based on the findings of the inscriptions around the Brantas Delta, it provides an indication that the economic activity occurring in this area is no less crowded than the hinterland. This study intends to reconstruct the economic activities that occurred in the Brantas Delta in the tenth century. The method used in this research is historical research methods consisting of topic selection, collection of sources, verification or criticism, interpretation or interpretation, and historiography. The results showed that the Brantas Delta became the entry point for trading commodities from the surrounding islands. The number of boats and ships of various sizes shows that this area is a port that is busy being visited by sailors and traders. The existence of equal professionalism encourages traders to form communities that can facilitate their work. Through this community, the merchants established relations with the authorities so that they received special rights.

Keywords : Brantas Delta, Commodities, Trade, Economy

 


Full Text:

PDF

References


Abdullah, Taufik; Lapian, A. B. (Ed.). (2012). Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 2: Kerajaan Hindu-Buddha. Ichtiar Baru van Hoeve.

Ardika, I. W. (2018). Sapatha dalam Relasi Kuasa dan Pendisiplinan pada Masyarakat Bali Kuno Abad IX-XIV Masehi. Berkala Arkeologi, 38(1), 1–16.

Amirullah, A., Ridha, M. R., & Madjid, M. S. (2020). Dinamika Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru. PATTINGALLOANG, 7(2), 260-272.

Basundoro, P. (2019). Arkeologi Transportasi: Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan Keresidenan Banyumas 1830-1940an. Airlangga University Press.

Boechari. (2018a). Epigrafi dan Sejarah Indonesia. In F. I. P. B. E. UI (Ed.), Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti (Kedua, pp. 3–28). Kepustakaan Populer Gramedia.

Boechari. (2018b). Perbanditan dalam Masyarakat Jawa Kuno. In F. I. P. B. E. UI (Ed.), Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti (Kedua, pp. 307–330). Kepustakaan Populer Gramedia.

Brandes, J. L. A. (1913). Oud-Javaansche Oorkonden Negelaten Transcripties. Albrecht & Co.

Callenfels, van S. (1925). Stukken Betrekking Hebbend op Oud-Javaansche Opschriften in de Bibliotheque Nationale te Parijs. In Oudheidkundig Verslag 1924. Albrecht & Co.

Casparis, G. de. (1958). Airlangga. Pidato Peresmian Penerimaan Jabatan Guru Besar Dalam Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Lama Dan Bahasa Sansekerta Pada Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Universitas Airlangga Di Malang.

Christie, J. W. (1998). Javanese Markets and the Asian Sea Trade Boom of the Tenth to Thirteenth Centuries A. D. Ournal of the Economic and Social History of the Orient, 41(3), 344–381. http://www.jstor.org/stable/3632418

Geertz, C. (2016). Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologi di Indonesia. Komunitas Bambu.

Hobsbawn, E. J. (1981). Bandits. Pantheon Books.

Husain, S. B. (2016). Mengubah dan Merusak Lingkungan Mengundang Air Bah: Banjir di Kota Surabaya pada Paruh Kedua Abad Ke-20. In Disertasi. Universitas Gadjah Mada.

Hair, M., Madjid, S., & Amirullah, A. (2019). Pappalimbang di Muara Sungai Tangka Tahun 1998-2016. Jurnal Pattingalloang, 6(1), 56-69.

Kertajaya, H. (2008). Arti Komunitas. Gramedia Pustaka.

Khumalo, B. (2012). Defining Economics in the Twenty First Century. Modern Economy, 3(5), 597–607. https://doi.org/10.4236/me.2012.35079

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Tiara Wacana.

Lapian, A. B. (2009). Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX. Komunitas Bambu.

Lombard, D. (2018). Nusa Jawa Silang Budaya 3: Warisan Kerajaan Konsentris. Kepustakaan Populer Gramedia.

Mochtar, A. S. (2009). Vihara pada Masa Jawa Kuna Abad VIII-XI Masehi (Tinjauan Data Prasasti). In Skripsi. Universitas Gadjah Mada.

Murdihastomo, A. (2019). Identifikasi Dewa-Dewi Agama Hindu-Buddha sebagai Dewa Pelindung Pelayaran. Naditira Widya, 13(2), 87–104. https://doi.org/10.24832/mw.vl3i2.397

Nastiti, T. S. (1995). Peranan Pasar di Jawa pada Masa Mataram Kuna (Abad VIII-XI Masehi). In Tesis. Universitas Indonesia.

Nayenggita, A. (2012). Prasasti Kaladi 831 Saka. In Skripsi. Universitas Indonesia.

Pelzer, J. K. (1982). Peran Manusia Mengubah Wajah Alam Asia Tenggara. In Sajogyo (Ed.), Ekologi Pedesaan: Sebuah Bunga Rampai (pp. 1–20). CV. Rajawali.

Prihatmoko, H. (2011). Pengelolaan Transportasi Air Abad X sampai XV Masehi di Jawa Timur Berdasarkan Sumber Prasasti. In Skripsi. Universitas Indonesia.

Rahardjo, S. (2011). Peradaban Jawa dari Mataram Kuno sampai Majapahit Akhir. Komunitas Bambu.

Rashetko, J. M. . M. (2002). Wanatani di Nusa Tenggara: Ringkasan Hasil Lokakarya. Lokakarya Wanatani Se-Nusa Tenggara 11-14 November 2001, Denpasar, Bali.

Reid, A. (2014). Asia Tenggara dalam Kurun Niaga Jilid 1: Tanah di Bawah Angin. Penerbit Obor.

Setiawan, T. (2017). Sungai-Sungai Sumatera bagian Utara dan Situs Prasejarahnya. In B. B. Utomo (Ed.), Kemaritiman Nusantara (Bambang Bu, pp. 23–34). Yayasan Obor Indonesia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Setrawati, N. (2009). Perdagangan pada masa Pu Sindok Berdasarkan Data Prasasti. In Skripsi. Universitas Indonesia.

Suhadi, M. (1993). Tanah Sīma dalam Masyarakat Majapahit. In Disertasi. Universitas Indonesia.

Sukendar, H. (2011). Apa itu Ekonomi dan Mengapa Kita Membutuhkannya. Binus Business Review, 2(2), 798–811.

Susanti, N. (2010). Airlangga: Biografi Raja Pembaru Jawa. Komunitas Bambu.

van Naerssen, F. H. (1977). The Economic and Administrative History of Early Indonesia. E. J. Brill.

Wangania, J. (1980). Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa-Madura. Proyek Media Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Wibisono, S. C. (1991). Subyek dan Obyek Studi Arkeologi Ekonomi.

Analisis Hasil Penelitian Arkeologi II, 21–32.

Zoetmulder, P. J. (2011). Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia.


Article Metrics

Abstract view : 405 times | PDF view : 222 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH 

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Kampus UNM Gunung Sari Gedung Fakultas Ilmu Sosial Lantai 3, Jalan Raya Pendidikan, Makassar. 90222. Phone 082395232077

E-mail: jurnal.pattingalloang@unm.ac.id

          jurnalpattingalloang@gmail.com

 

Jurnal Pattingalloang Indexed By

 

 

Jurnal Pattingalloang Telah Terakreditasi SINTA 5 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Jurnal Pattingalloang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 Flag Counter


View