Pengolahan Sagu di Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara (1982-2017)

umrah hamid(1*), M Rasyid Ridha(2), Muh. Saleh Madjid(3),

(1) Pendidikan Sejarah
(2) Dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar
(3) Dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Modernisasi Pengolahan Sagu di Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara (1982-2017) dengan mengungkap pengolahan sagu sebelum modernisasi, proses modernisasi pengolahan sagu serta dampak dari modernisasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan sagu sebelum adanya modernisasi masih bergantung pada alat-alat tradisional. Modernisasi pada proses pengolahan sagu ditandai dengan penggunaan mesin yang diperkenalkan oleh Muh. Majid pada tahun 1982. Pada proses perkembangannya secara perlahan alat modern menggantikan alat tradisional. Modernisasi memberi dampak pada peningkatan hasil produksi, peningkatan tenaga kerja,  dan efisiensi waktu pengolahan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan teknologi modern pada proses pengolahan sagu lebih efektif dan efisien di banding dengan menggunakan alat-alat tradisional. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu tahapan pengumpulan data, kritik sumber bertujuan menilai dan menentukan sumber, interpretasi yaitu menafsirkan data dan tahap historiografi atau penyajian atau penulisan sejarah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan terdiri dari wawancara (Petani Sagu) dan literatur-literatur  yang berhubungan dengan penelitian ini.

 

This study aims to study the modernization of sago prosessing in the village og Cenning, Malangke Barat Sub-district, West Luwu District (1982-2017). By revealing the processing of sago before modernization, the proccess of medernization and impact of modernization. Research result show that sago processing before modernization still depends on tradisional tools. Modernization in the rocessing of the sagoo is maked by yhe use of machines introduced by the Muh. Majid in 1982. In the process of development slowly modern tools replace traditional tools. Modernization has an impact on increasing production output, increasing labor and processing time efficiency. Baced on the results of the study it can be concluded that the use of modern technology in theprocessing og the sago is more effective  and afficient compared to using traditional tools. This research uses historical research methodologies which include heuristics namely the stages of data collection, source criticism aimed at assessing and determining sources , interpretation, namely interpreting data and historiographic stages or presenting or writing history. The data collection method was carried out by means of field research consisting of interviews (sago farmers) and the literature relating to this research.

Keywords: Sago, Processing, Cenning

 


Full Text:

PDF

References


Arsyad, 2019. [Interview] (21 Maret 2019).

Bahri, S., 1995. Dampak Mekanisasi Pertanian Terhadap Kehidupan Masyarakat Petani di Kelurahan Benteng di Kelurahan Benteng, Kabupaten Sidenreng Rappang. Ujung Pandang: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Baso, 2019. [Interview] (23Maret 2019).

Batseba, M. W. T., 2000. Teknologi Peningkatan Produktifitas Ayam Buras, Jayapura: Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat.

Bayu Engal Rifikan, P. H. S., n.d. Modernisasi Pertanian (Studi Kasus Tentang Peluang Kerja dan Pendapatan Petani dalam Sistem Pertanian di Desa Dukuh Dempok. Volume I, p. 4.

Bustanul, A., 2001. Spektrum Kebijakan Pertanian di Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Hadjosentono, M., 1979. mesin-mesin pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.

Irwan, 2019. [Interview] (21 Maret 2019).

Jumadil, 2019. [Interview] (20 maret 2019).

Jurlis, 2019. [Interview] (21 Maret 2019).

Lisungan, J., 2012. Sagu Makanan Tradisional. Makassar: De Lamacca.

M Dien Madjid, J. W., 2014. Ilmu Sejarah Sebuah Pengantar. Jakarta: Prenada Media Group.

Madjid, A. R. H. d. M. S., 2018. Pengantar Ilmu Sejarah. Makassar: Reyhan Intermedia.

Masi', 2019. [Interview] (31 Mei 2019).

Maslita, 2019. [Interview] (21 Maret 2019).

Munthe, H. M., 2007. Modernisasi dan Perubahan Sosial Mayarakat dalam pembangunan Pertanian Suatu Tinjauan Sosiologi. Volume II, p. 4.

Pangolangi, B. H. d. P., 1991. Potensi Sagu dan Pemanfaatan sagu. Yogyakarta: Kanisius.

Perkebunan, D. K. d., 2017. Kecamatan Malangke Barat dalam Angka, Luwu Utara: Dinas Kehutanan dan Perkebunan.

Reijentjes, C., 2014. Pertanian Masa Depan. Yogyakarta: Kanisius.

Sejarah, T. P. J. P., 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Makassar: Balai Penerbit UNM.

S, S., 2003. Sosiologi Umum. Bogor: IPB.

Suwondo, B., 1983. Sistem Gotong Royong dalam Masyarakat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah.

Syamsuddin, H., 2012. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.




DOI: https://doi.org/10.26858/pattingalloang.v6i3.10551

Article Metrics

Abstract view : 5 times | PDF view : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED BY :

History Education Program

Universitas Negeri Makassar

Kampus UNM Gunung Sari Gedung Fakultas Ilmu Sosial Lantai 3, Jalan Raya Pendidikan, Makassar. 90222. Phone 082395232077 E mail [email protected]

 

Jurnal Pattingalloang Indexed By

 

 

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Jurnal Pattingalloang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Flag Counter


 

View My Stats