BT BATIK TRUSMI BRAND IDENTITY STUDY

Lulu Afifah Ichsan(1*), Alvanov Zpalanzani Mansoor(2),

(1) Institut Teknologi Bandung
(2) Institut Teknologi Bandung
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/p.v7i2.36025

Abstract


Sama halnya dengan seorang individu yang memerlukan sebuah identitas diri, sebuah perusahaan juga harus memiliki sebuah identitas yang merepresentasikan citra perusahaan tersebut agar dapat menarik perhatian konsumen. Dalam menjalankan usahanya BT Batik Trusmi telah menjalankan berbagai strategi branding yang menjadikan brand tersebut dapat dikenali tidak hanya lingkup nasional namun telah sampai ke mancanegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan mengkaji identitas merek BT Batik Trusmi berdasarkan teori brand identity prism atau prisma identitas merek oleh Kapferer. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap pihak perusahaan, observasi pada lingkungan sekitar serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas merek BT Batik Trusmi yang telah dikaji menggunakan brand identity prism telah memenuhi keenam aspek yang ada yaitu physique, personality, culture, reflections, relationship, self image yang saling berhubungan satu sama lain. Aspek-aspek tersebut yang kemudian membantu membangun BT Batik Trusmi menjadi merek yang kuat sehingga dapat berkomunikasi dengan khalayak sasaran dengan jelas serta menjadi mudah diingat dan dikenali

Keywords


BT Batik Trusmi; Identitas Merek; Merek; Prisma Identitas Merek

Full Text:

PDF

References


Aaker, D. A. (2014). Building Strong Brands. Freepass.

Falck, S. (2018). Brand Identity vs. Brand Image – A Case Study of Brand Integration in an Online Dictionary. Åbo Akademi University.

Farhana, M. (2014). Implication of Brand Identity on Marketing Communication of Lifestyle Magazine: Case Study of A Swedish Brand. Journal of Applied Economics and Business Research, JAEBR, 4(1), 23–41.

Kapferer, J.-N. (2008). The New Strategic Brand Management—Creating and Sustaining Brand Equity Long Term (4th ed.). Kogan Page.

Khairunnisa, H., Alfaza, A. R., Fadhillah, U., & Prastika, I. (2021). Analisis Perkembangan Batik Trusmi Sebagai Ikon Kearifan Lokal Cirebon. Melancong : Jurnal Perjalanan Wisata, Destinasi, Dan Hospitalitas, 4(1), 1–9.

Ross, F. (2020). A Perspective on the Application of Kapferer’s Brand Identity Prism in the Branding Process of Hearing Aid Retail Companies. GATR Journal of Management and Marketing Review, 5(3), 141–146. https://doi.org/10.35609/jmmr.2020.5.3(2)

Rustan, S. (2009). Layout, Dasar, dan Penerapannya. Gramedia Pustaka Utama.

Suprapto, A. (2015). Ada Mitos Dalam DKV (Desain Komunikasi Visual). Batavia Imaji.

Swasty, W. (2016). Branding Memahami Dan Merancang Strategi Merek. PT Remaja Rosdakarya.

Wheeler, A. (2012). Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding Team (4th ed.). John Wiley and Sons.


Article Metrics

Abstract view : 2627 times | PDF view : 8 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JURNAL PAKARENA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Alamat Redaksi:

Program Studi Pendidikan Sendratasik
Fakultas Seni dan Desain
Universitas Negeri Makassar

Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung 
Jl.
Daeng Tata Makassar 90224

E-mail: [email protected]

Lisensi Creative Commons
Jurnal Pakarena  dilisensikan di bawah  Lisensi Atribusi-Nonkomersial 4.0 Internasional Creative Commons .

Index by