AN EXPLORATION OF THE INDIGENOUS SCIENCE OF NGERUPUK LOCAL CULTURE IN PETANG INDIGENOUS VILLAGE AND ITS RELEVANCE TO SCIENCE

I Gusti Ayu Mutiara Sandhy(1*), Kompyang Selamet(2), luh Mitha Priyanka(3),

(1) Department of Science Education, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
(2) Department of Science Education, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
(3) Department of Science Education, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/ipaterpadu.v8i1.59517

Abstract


This research aims to explore the indigenous science of the Ngerupuk tradition as local culture in the Petang Traditional Village and analyze its relevance to junior high school science materials. This type of research is descriptive qualitative, with an ethnoscience approach. The research was conducted in the Petang Traditional Village, Badung. Through purposive sampling and snowball sampling techniques, a total of 6 research subjects were obtained, including the Community component consisting of stakeholders, Serati Banten, community leaders, and science teachers at SMP Negeri 1 Petang. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, documentation and questionnaires. The data analysis technique uses Milles and Huberman which consists of collecting data, reduction, data display, and conclusion. The results are a number of indigenous knowledge of the community about the Siat Api ritual or fire war and Mecaru panca sata which is the main activity of the Ngerupuk tradition of the Evening Traditional Village. Based on scientific analysis, it was found that the findings are relevant and have a great opportunity to be studied in Phase D Middle School Science, namely in the material of classifying living things, heat and movement, organization of life, air pollution, vibrations, waves and sound.

Full Text:

PDF

References


Ambarita, C. P. T. (2022). Peran Status Emosi Bahagia Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup ditinjau dari Sistem Fisiologi Manusia. Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Halaman 1-3. https://doi.org/10.31227/osf.io/yar54.

Arsana, I. N. C. (2014). Kosmologi Tetabuhan dalam Upacara Ngaben. Jurnal Seni Pertunjukan. 15 (2): 107-125. https://doi.org/10.24821/resital.v15i2.846.

Ayuni, N. L. P. O. R., Suardana, I. N., & Priyanka, L. M. (2021). Kajian Etnosains Proses Produksi Garam Amed Sebagai Pendukung Materi Pembelajaran IPA SMP. Jurnal IPA Terpadu. 5 (1): 54-63. https://doi.org/10.35580/ipaterpadu.v5i1.22949.

Ayunita, N. L. M, Suardana, I. N., & Priyanka, L. M. (2022). Analisis Budaya Lokal Ngaben di Bali sebagai Pendukung Materi dalam Pembelajaran IPA SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia.Volume 5. ISSN: 2623-0852. https://doi.org/10.23887/jppsi.v5i2.53321.

Fitriyati, I., Hidayat, A., & Munzil. (2017). Pengembangan Perangkat Perangkat Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Penalaran Ilmiah Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pembelajaran Sains. 1 (1): 27-34. http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i1p27-34.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Pisa 2022 dan Pemulihan Pembelajaran di Indonesia

Khilman, N. (2018). Kajian Etnosains Proses Pembuatan Genteng sebagai Bahan Ajar Tambahan Pelajaran IPA Terpadu. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 9(2), Halaman 98-103. https://doi.org/10.26877/jp2f.v9i2.3107 .

Kustaman, R. (2017). Bunyi dan Manusia. Jurnal Universitas Padjajaran. ISSN:2549-0087. https://doi.org/10.24198/ptvf.v1i2.19871.

Najib, K. (2018). Kajian Etnosains Proses Pembuatan Genteng sebagai Bahan Ajar Tambahan Pelajaran IPA Terpadu. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika. Volume 9 Nomor 2 (hlm. 98-103). https://doi.org/10.26877/jp2f.v9i2.3107.

OECD. (2022). Programme for International Student Assessment.

Oktaviani, N., Subagia, I. W., & Priyanka, L. M. (2021). Relevansi Penggunaan Tumbuhan dan Hewan dalam Upacara Yadnya Otonan dengan Materi IPA SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains. 4 (2): 181-190. https://doi.org/10.23887/jppsi.v4i2.39782.

Pamungkas, A., Subali, B., & Lunuwih, S. (2017). Implementasi Model Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA. 3 (2): 118-127. https://doi.org/10.21831/jipi.v3i2.14562.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Prasetya, H. B. (2011). Fisika Bunyi Gamelan: Laras, Tuning, dan Spektrum. Yogyakarta: ISI Yogyakarta. ISBN 978-979-8242-38-0.

Prahani, B. K., Muizz, A., & Suryanti. (2023). Literature Riview: Penggunaan Modul IPA Berbasis Etnosains untuk Meningkatkan Literasi Sains Pada Siswa SD. Jurnal Elementaria Edukasia. Vol 6, No 4 ISSN 2655-0857. https://doi.org/10.31949/jee.v6i4.7574.

Purwanti, A. D. (2012). Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Guru. 16 (2): 1-6. https://doi.org/10.21831/jig%20cope.v16i2.3957.

Sarini, P., & Selamet, K. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Etnosains Bali bagi Calon Guru IPA. Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya. 13 (1): 27-39. https://doi.org/10.23887/wms.v13i1.17146.

Suardana, I. N. (2014). Analisis Relevansi Budaya Lokal dengan Materi Kimia SMA untuk Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Budaya. Jurnal Pendidikan Indonesia. 337-347. 3 (1). https://doi.org/10.23887/jpi-undiksha.v3i1.2916.

Sudarmin. (2014). Pendidikan Karakter, Etnosains dan Kearifan Lokal (Konsep dan Penerapannya dalam Penelitian dan Pembelajaran Sains). Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. https://doi.org/10.30651/else.v1i2a.1051.

Suastra, I. W. (2010). Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Untuk Mengembangkan Potensi Dasar Sains dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(1). https://doi.org/10.23887/jppundiksha.v43i1.1697.

Suyitno & Istanto, T. (2005). Simulasi CFD Pembakaran Non-Premixed Serbuk Biomassa Kayu Jati. Jurnal Teknik Mesin. 7 (2):85-92. https://doi.org/10.9744/jtm.7.2.pp.%2085-92.

Udayana, M. A., Muka, K., & Ruta, M. (2022). Konsep Tetandingan Jaje Sarad Pulegembal Sebagai Seni Lukis. Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni. Volume 2 Nomor 1. ISSN 2829-0879. https://doi.org/10.59997/citakara.v2i1.1544.

Utari, P.H., Subagia, I. W., & Juniartina, P.P. (2021). Relevansi Penggunaan Tumbuhan dan Hewan dalam Upacara Yadnya Tawur Kesanga dengan Materi IPA SMP. Jurnal Pendidikan dan Sains. 4 (2): 129-141. https://doi.org/10.23887/jppsi.v4i2.38171.

Wahyu, Y. (2017). Pembelajaran Berbasis Etnosains di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan. 1 (2):140-147. https://doi.org/10.36928/jipd.v1i2.264.

Widodo, W., Rachmadiarti, F., & Hidayati, S. N. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Zubaidah, S., Mahanal, S., Yuliati, L., Dasna, I.W., Pangestuti, A. A., Puspitasari, D.R., Mahfudillah, H.T., Robitah, A., Kurniawati, Z.L.,

Sholihah, & Rosyida, F., M. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII SMP/MTs Semester II. Jakarta: Kementrian Pendidikan Kebudayaan.


Article Metrics

Abstract view : 27 times | PDF view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:
Program Studi Pendidikan IPA FMIPA
Universitas Negeri Makassar

Alamat Redaksi:


Indexed By:

 

Creative Commons License
Jurnal IPA Terpadu (JIT) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.