Membangun Karakter Bangsa Melalui Kegiatan Tradisi Appadekko

Rudi Amir(1*), Kartini Marzuki(2),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author



Abstract


Abstrak. Kehidupan di desa yang lebih dominan bekerja sebagai petani, dulunya kehidupan mereka diwarnai dengan kehidupan yang suka bergotong royong, kebiasaan gotong royong tersebut telah mereka lakukan secara turun temurun, seperti bergotong royong pada saat tanam padi dan bergotong royong pada saat panen padi. Saat ini di Kabupaten Takalar, kebiasaan bergotong royong tersebut sudah sulit ditemukan lagi atau menjadi sesuatu yang sangat langka. Hilangnya kebiasaan gotong royong tersebut, akibat dari semua kegiatan pertanian serba dilakukan dengan menggunakan teknologi mesin, apabila menggunakan tenaga manusia menerapkan sistem upah. Musim tanam padi dilakukan menggunakan tenaga manusia dengan sistem upah, dan pada musim panen padi menggunakan tenaga mesin perontok padi. Selain itu, maraknya perpolitikan yang muncul dari proses demokratisasi bangsa ini terkadang memecah belah persatuan masyarakat karena kepentingan politik. Banyaknya arena politik yang dialami oleh masyarakat, mulai dai pemilihan Bupati, Pemilihan Gubernur, bahkan pada masa pemilu untuk memilih calon legislatif kabupaten, propinsi, dan pusat berdampak pada masyarakat sebagai korban kepentingan politik yang mengarah pada kepentingan-kepentingan politik dan melupakan kebersamaan, persatuan dan kekeluargaan yang pada hakikatnya jauh lebih penting dari kepentingan politik itu sendiri. Dengan diadakannya kegiatan pagelaran appadekko sebagai kegiatan pesta panen warisan nenek moyang mereka, dapat mengembalikan rasa kebersamaan, kegotongroyongan, persatuan dan kekeluargaan di kalangan masyarakat petani.

 

Kata kunci: Budaya Pesta Panen, Appaddekko, Pendidikan Karakter Bangsa.

 


Full Text:

PDF

References


Amir, Rudi. (2018). Keaksaraan Fungsional Berbasis Wirausaha Produktif Untuk Kemandirian Masyarakat. JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Vol. 2. No. 1. Hal: 70-76.

Balitbang Pusat kurikulum. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan karakter Bangsa. Jakarta: Depdiknas.

Daryanto & Tasrial. (2012). Konsep Pembelajaran Kreatif. Yogyakarta: Gava Media.

Ratna Megawangi. 2004. Pendidikan karakter: Solusi yang tepat untuk Membangun Bangsa. Jakarta: Star Energy (Kakap) Ltd.Susuhunan pakubuwana IV, serat Wulangreh (1968 -1920).

Megawangi, R., Dona, R., Yulisinta, F., Dina, W. F. 2005. Pendidikan Yang Patut dan Menyenangkan. Depok: Indonesia Heritage Foundation

Ihromi, (2006). Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat, (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Panjaitan, A. P., Dkk. (2014). Korelasi Kebudayaan Dan Pendidikan; Membangun Pendidikan berbasis Budaya Lokal. Jakarta. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sadulloh, Uyoh, (2006). Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta.

Sudjana, H.D. (2010). Strategi Pembelajaran. Bandung: Falah Production.

Soekanto, Soerjono. (2007). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo


Article Metrics

Abstract view : 90 times | PDF view : 14 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.