PENGASUHAN ANAK DAN BUDAYA 3S (SIPAKATAU, SIPAKAINGE DAN SIPAKALEBBI) DI PERKOTAAN

Nur Maida(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author



Abstract


Anak merupakan titipan, amanah dan tanggung jawab yang besar diberikan oleh Allah SWT kepada sebuah keluarga. Keluarga merupakan suatu sistem yang bersifat dinamis, merupakan sistem yang hampir sama dengan manusia, berkembang berdasarkan waktu. dan perubahan ini terjadi di dalam keluarga. Peran seorang ibu dalam keluarga berangkat dari satu asumsi dasar dikatakan belum cukup memadai tetapi melihat kenyataan yang terjadi justru peran ibu bisa melebihi dari peran dan tanggung jawab yang diberikan pada seorang ayah.

Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama oleh ayah dan ibu. Secara kodratnya seorang ibu dikaruniakan untuk hamil, melahirkan, menyusui dan memelihara. Apabila anak diasuh dengan pola asuh demokratis dalam lingkungan keluarga maka tumbuh kembang anak akan lebih baik, Ahira 2010 menjelaskan bahwa pengasuhan anak dilakukan dengan ikhlas dan penuh harapan dan sebaiknya pengasuhan anak harus ditangani  oleh ibunya karena ayah keluar rumah mulai pagi sampai siang bahkan hingga sore sehingga kelak anak menjadi “tau” (manusia sempurna)  baik, bertanggung jawab dan dapat berguna bagi masyarakat dan agama tetapi fenomena kegagalan yang terjadi saat ini dalam keluarga adalah kebebasan yang diberikan kepada anak dalam bergaul, bertindak dan berpendapat tanpa mendiskusikan terlebih dahulu kepada orang tua.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 504 times | PDF view : 1100 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.