PERAN BISSU PADA MASYARAKAT BUGIS

Muh. Said(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author



Abstract


Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang peran bissu pada masa kerajaan (sebelum Islam dan setelah Islam) di Sulawesi Selatan, untuk mengetahui tentang kehidupan ritual bissu setelah masa kemerdekaan. Penelitian ini bersifat analisis historis dengan menggunakan metode sejarah, yakni heuristik dengan cara mengumpulkan sumber sebanyak-banyaknya, kritik yakni bertujuan untuk pengujian terhadap sumber-sumber, interpretasi yaitu penentuan kedudukan yang berdasarkan pada penganalisian pada sumber, serta historiografi yakni pengungkapan sejarah secara tertulis.

Hasil penelitian ini bahwa bissu adalah pelaksana ritual kerajaan pada masyarakat Bugis kuno, posisinya sebagai penyambung (pengkomunikasi) antara masyarakat dengan dewata yang dilafazkan dengan bahasa to riolo. Bissu memegang peranan penting disetiap seremoni adat dikerajaan sebab mereka adalah pelayan raja, dan juga sebagai pengabdi di masyarakat. Setelah agama Islam dianut oleh orang Bugis, peranan para bissu digantikan oleh Puang kali (kadhi). Bissu yang mempercayai kesaktian arajang menjadi tertuduh penganut komunis, mereka dianggap tidak beragama, melakukan perbuatan syirik serta dianggap penganut animisme.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 447 times | PDF view : 872 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.