EKSISTENSI NILAI SOSIAL BUDAYA “A’DENGKA PADA” DALAM ACARA PERKAWINAN MASYARAKAT KELARA KABUPATEN JENEPONTO

ST. Asnaeni AM(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author



Abstract


Kearifan lokal adalah sesuatu hal yang telah melekat pada masyarakat dan telah menjadi ciri khas di daerah tertentu yang mana secara turun temurun telah diakui oleh masyarakat luas, begitu pula dengan budaya A’dengka Pada dalam acara perkawinan masyarakat kelara Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data digunakan dengan cara observasi, wawancara mendalam, teknik dokumentasi dari hasil foto dan arsip pemerintah setempat. Dalam peneltian ini, yang menjadi sasaran penelitian adalah kelompok keluarga yang melakukan budaya a’dengka pada dalam acara perkawinan. Dan cara penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini secara kuota sampling.

Hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa eksistensi budaya a’dengka pada dalam acara perkawinan masih tetap bertahan hingga sekarang dimasyarakat Kelara Kabupaten Jeneponto. Budaya a’dengka pada tetap bertahan karena 1) generasi muda ingin memelihara nilai-nilai kebudayaan yang terkandung dalam budaya tersebut, 2) masyarakat Kelara masih tetap melakukan dan mempertahankan keberadaan budaya a’dengka pada hingga kini agar budaya ini tetap bertahan dan bisa dinikmati oleh kalangan anak muda, walaupun banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang mengakibatkan pudar atau bahkan hilangnya suatu budaya. 3) masyarakat harus mempertahankan budayanya karena suatu budaya akan tetap bertahan apabila pelaku budaya atau masyarakat tetap mempertahankan eksistensi kebudayaan mereka, dan tidak terpengaruh oleh globalisasi.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 432 times | PDF view : 761 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.