Posisi Seni dalam Hirarki Kebutuhan Maslow

Muhammad Muhaemin(1*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/njad.v7i2.56890

Abstract


Penelitian ini membahas kontribusi seni pada pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dalam konteks hirarki kebutuhan Abraham Maslow. Maslow mengidentifikasi lima tingkatan kebutuhan, di mana aktualisasi diri merupakan puncaknya. Seni dianggap sebagai elemen esensial yang memainkan peran krusial dalam memenuhi berbagai kebutuhan manusia, terutama pada tingkatan sosial dan penghargaan. Seni memberikan wadah bagi ekspresi diri, memperkuat ikatan sosial, dan menciptakan pengalaman estetika mendalam. Penelitian ini menggunakan studi literatur sebagai pengumpulan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni memberdayakan individu, menciptakan rasa prestasi, dan menjadi sarana unik untuk mencapai potensi penuh manusia. Implikasinya menyoroti peran penting seni dalam mendukung pengembanganan pribadi, pengakuan identitas, dan menciptakan ikatan emosional serta memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai posisi seni dalam hirarki kebutuhan Maslow.

 

This research examines the contribution of art to the fulfillment of self-actualization needs within the context of Abraham Maslow's hierarchy of needs. Maslow delineated five levels of needs, with self-actualization representing the pinnacle. Art is considered an essential element playing a crucial role in meeting various human needs, particularly at the social and esteem levels. It provides a platform for self-expression, strengthens social bonds, and creates profound aesthetic experiences. This research employs literature review as the data collection method. The results indicate that art empowers individuals, fosters a sense of accomplishment, and serves as a unique means to attain full human potential. The implications underscore the vital role of art in supporting personal development, acknowledging identity, and creating emotional bonds, offering a deeper understanding of art's position within Maslow's hierarchy of needs.


Keywords


Seni; Hirarki Kebutuhan; Abraham Maslow

Full Text:

PDF

References


Ardipal, A. (2012). Kurikulum Pendidikan Seni Budaya yang Ideal bagi Peserta Didik di Masa Depan. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni, 11(1).

Budiyono, J., & TotokSumaryanto, F. (2019). SENI MERUPAKAN KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik.

Cuypers, K., Krokstad, S., Holmen, T. L., Knudtsen, M. S., Bygren, L. O., & Holmen, J. (2012). Patterns of receptive and creative cultural activities and their association with perceived health, anxiety, depression and satisfaction with life among adults: the HUNT study, Norway. J Epidemiol Community Health, 66(8), 698-703.

Davidson, W. B., & Cotter, P. R. (1991). The relationship between sense of community and subjective well-being: A first look. Journal of Community Psychology, 19(3), 246–253. https://doi.org/10.1002/1520-6629(199107)19:3<246::AID-JCOP2290190308>3.0.CO;2-L

Goessling, K. P., Wright, D. E., Wager, A. C., & Dewhurst, M. (Eds.). (2021). Engaging youth in critical arts pedagogies and creative research for social justice: Opportunities and challenges of arts-based work and research with young people.

Grodach, C. (2011). Art spaces in community and economic development: Connections to neighborhoods, artists, and the cultural economy. Journal of planning education and research, 31(1), 74-85.

Gurning, C. (2021). Seni Mural dan Identitas pada Komunitas Mural Medan (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara)

Hogan, S., & Pink, S. (2010). Routes to interiorities: Art therapy and knowing in anthropology. Visual Anthropology, 23(2), 158-174.

Kaimal, G., Ayaz, H., Herres, J., Dieterich-Hartwell, R., Makwana, B., Kaiser, D. H., & Nasser, J. A. (2017). Functional near-infrared spectroscopy assessment of reward perception based on visual self-expression: Coloring, doodling, and free drawing. The Arts in Psychotherapy, 55, 85-92.

Kusumastuti, E. (2009). Perubahan Perilaku Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Seni Tari. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 9(2).

Maslow, A. H. (1998). Towards a psychology of being. John Wiley & Sons

Miranda, Y. (2021). PANDANGAN TERHADAP PEMBERIAN PENGHARGAAN (REWARD) PADA SISWA BERPRESTASI BIDANG SENI DI SMK NEGERI 4 SELAYAR (Doctoral dissertation, Fakultas Seni dan Desain).

Nelson, N. (2016). Kreativitas dan motivasi dalam pembelajaran seni lukis. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(1).

Noor, W. K. (2019). Hierarki Kebutuhan Sebagai Dasar Refleksi Diri Tokoh Dalam Novel Pesantren Impian. Jurnal Sastra Indonesia, 8(2), 103-110.

Putu, A.W., Wayan, S.I., & Putu, M.I. (2018). Yoga Asana Dalam Karya Seni Patung Figuratif.

Rostanawa, G. (2019). Hirarki Kebutuhan Tokoh Utama dalam Novel Pulang dan Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori (Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow). ELite Journal: International Journal of Education, Language, and Literature, 1(2).

Rusli, E. (2016). Imajinasi ke imajinasi visual fotografi. Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, 12(2), 91-105.

Safitri, E. D. (2017). Love and Belonging Needs of The Main Character in Charlotte Bronte’s “Jane Eyre” Novel; A Humanistic Psychological Approach (Doctoral dissertation, Prodi Sastra Inggris).

Salma, I. I. R. (2014). Seni Ukir Tradisional Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Batik Khas Baturaja. Dinamika Kerajinan dan batik, 31(2), 75-84.

Sejati, S. (2018). Hirarki Kebutuhan Menurut Abraham H. Maslow Dan Relevansinya Dengan Kebutuhan Anak Usia Dini Dalam Pendidikan Islam (Doctoral dissertation, IAIN Bengkulu).

Sindunata, A.O. (2018). Gesture Gelandangan Sebagai Sumber Inspirasi Karya Seni Instalasi.

Subekti, S. (2023). Kesendirian Sebagai Ide Penciptaan Karya Lukis (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).

Sugianto, A., Cendriono, N., & Syafii, M.L. (2021). UNSUR KEARIFAN LOKAL DALAM PENAMAAN PAGUYUBAN SENI REYOG SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA JAWA KUNA. JOEL: Journal of Educational and Language Research.

Sunarya, F. R. (2022). Urgensi Teori Hirarki Kebutuhan dari Abraham Maslow Dalam Sebuah Organisasi. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i.

Suryana, J. (2010). PENDIDIKAN PENGHARGAAN BERBASIS PEMBELAJARAN SENI RUPA: Upaya Menghidupkan Kembali Karakter Masyarakat Nusantara.

Wirawan, I. W. A. (2019). Identifikasi Pendidikan Multikultural Dalam Festival Seni Budaya Pada Komunitas Sasak-Islam Dan Bali-Hindu Di Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya, 3(1), 89-100.


Article Metrics

Abstract view : 102 times | PDF view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Dipublikasikan oleh:

Program Studi Pendidikan Seni Rupa PPs Universitas Negeri Makassar.

Alamat Jl. Bonto Langkasa Gunung Sari Makassar, 90222

Kampus PPs UNM Makassar, Indonesia. Email: [email protected]

Creative Commons License
Nuansa Journal of Arts and Design is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

NJAD indexed by