Tata Artistik Pertunjukan Teater The Eyes of Marege

Asia Ramli(1*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/njad.v6i1.32159

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan menganalisis fokus masalah tata artistic pertunjukan teater The Eyes of Marege hasil kolaborasi Teater Kita Makassar dengan Australian Performing Exchange yang pernah dipentaskan pada OzAsia Festival tanggal 27 – 29 September 2007 di Playhouse Adelaide, dan tanggal 5 – 7 Oktober 2007 di Studio Opera House, Sydney. Data dari jenis penelitian kualitatif ini diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil data dideskripsikan dan dianalisis mengacu pada analisis data Miles dan Huberman yang menggambarkan tiga alir utama dalam analisis, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa tata artistic pertunjukan teater The Eyes of Marege, antara lain tata panggung, tata kostum dan rias, tata property, tata music, dan tata cahaya. Di atas panggung dibangun set bagang multifungsional, menyimbolkan perahu, latar peristiwa, sebagai rumah, tempat pengintai, penjara, dan sebagai pintu masuk dan keluar aktor ke ruang sidang. Kostum tokoh dari Makassar menggunakan kostum adat Makassar, sarung, belah dada, celana barocci, jas tutup, baju koko, kopiah, baju pengantin Makassar. Kostum tokoh dari Aborigin menggunakan kostum adat Aborigin. Property menggunakan balasuji, oja’ simpa’, payung kematian, payung perkawinan, keranjang ikan parang, tombak, badik, giring-giring, dayung, passapu, karung beras, bola raga, tali merah, gelang perkawinan. Fungsi kostum sebagai alat identifikasi diri dalam kehidupan social dan budaya yang menandakan peran social masing-masing pemakainya. Beberapa alat music, antara lain:  gendang, gambus, kecapi, suling, rebana, kancing-kancing, puik-puik, gong.  Musik berfungsi sebagai latar peristiwa, membangun suasana dan emosi peran tokoh dalam setiap adegan. Tata cahaya diprogram secara komuputerisasi dan berfungsi untuk mendukung latar peristiwa, pergantian babak dan adegan, serta menandakan berbagai aksi dan kejadian alam.

Kata kunci: tata artistic, teater 


Keywords


tata artistic; teater; pertunjukan

Full Text:

PDF

References


Aston. 1991. Theatre as Sign-System: A Semiotics of Text and Performances London: Routledge.

Lichte, Erika Fischer. 1991. The Semiotics of Theatre. Bloomington: Indiana Univ. Press.

Pramoyosa, Dede. 2013. Pementasan Teater Sebagai Suatu Sistem Penandaan. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, Vol.8 No. 2. pp. 230.

Ramli, Asia. 2010. Nilai-nilai Budaya Lokal Makassar dalam

pertunjukan Teater The Eyes of Marege Kolaborasi Teater Kita Makassar – Australian Performance Exhange. Tesis. Program Studi Pendidikan Antropologi Pascasarjana Universitas Negeri Makassar.

Ramli, Asia. 2018. Pertunjukan Teater Rakyat Kondobuleng: Bentuk Representasi Identitas, Nilai dan Fungsi Sosiokultural Masyarakat Pesisir Bugis-Makassar. Disertasi. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Ramli, Asia. 2020. Nilai-Nilai Budaya Makassar dalam Karakter Tokoh Pertunjukan Teater the Eyes of Marege. Nuansa Journal of Arts and Design Volume 4 Nomor 2, pp. 48.

Santosa, Eko. 2008. Seni Teater Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Sahid, Nur. 2004. Semiotika Teater. Yogyakarta: Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta.

Harymawan, RMA. 1993. Dramaturgi. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Article Metrics

Abstract view : 89 times | PDF view : 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Dipublikasikan oleh:

Program Studi Pendidikan Seni Rupa PPs Universitas Negeri Makassar.

Alamat Jl. Bonto Langkasa Gunung Sari Makassar, 90222

Kampus PPs UNM Makassar, Indonesia. Email: ijad@unm.ac.id

Creative Commons License
Nuansa Journal of Arts and Design is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

NJAD indexed by