ANALISIS PENGARUH APHELION DAN PERIHELION TERHADAP SUHU MENGGUNAKAN WEATHER STATION

Abu Yazid Raisal(1*), Hariyadi Putraga(2), Muhammad Hidayat(3), Arwin Juli Rakhmadi(4),

(1) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(2) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(3) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(4) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/jes.v3i2.19996

Abstract


Matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di Bumi. Perubahan aktifitas Matahari jangka panjang memegang peranan penting dalam perubahan iklim global. Perubahan iklim tersebut menyebabkan naik turunnya suhu di permukaan bumi. Pancaran cahaya Matahari tersebut membawa energi bahkan radiasi. Total radiasi yang diterima dipermukaan bumi dipengaruhi oleh jarak Matahari, intensitas radiasi Matahari, panjang hari. Jarak Matahari selalu berubah sepanjang tahun dikarenakan orbit Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips. Saat Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari disebut perihelion. Saat Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari disebut aphelion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aphelion dan perihelion terhadap suhu di kota Medan menggunakan weather station. Aphelion dan perihelion tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap suhu Bumi. Ketika jarak Bumi paling dekat dengan Matahari (perihelion), suhu Bumi justru lebih rendah dibandingkan dengan saat jarak Bumi paling jauh dengan Matahari. Suhu Bumi sedikit lebih tinggi pada bulan Juli dikarenakan bagian utara planet Bumi yang padat akan daratan lebih condong ke arah Matahari, dimana daratan lebih cepat panas dibandingkan dengan lautan. Selain itu suhu di permukaan Bumi juga dipengaruhi oleh pola angin.


Keywords


Aphelion, Perihelion, Weather Station

Full Text:

PDF

References


Hasanudin, M. (1997). Pengaruh Laut terhadap Iklim. Oseana, 22(2), 15–22.

Latuconsina, H. (2010). Dampak Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Pesisir dan Lautan. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 3(1), 30–37. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.3.1.30-37

Mairisdawenti, Pujiastuti, D., & Ilahi, A. F. (2014). Analisis Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari, Temperatur dan Kelembaban Udara Terhadap Fluktuasi Konsentrasi Ozon Permukaan di Bukit Kototabang Tahun 2005-2010. Jurnal Fisika Unand, 3(3), 177–183.

NASA Science. (2001). Aphelion Away! Science.Nasa.Gov. https://science.nasa.gov/science-news/science-at-nasa/2001/ast03jul_1

Pangerang, A. (2020). Bersiaplah, 4 Juli Terjadi Fenomena Aphelion. Http://Edukasi.Sains.Lapan.Go.Id. http://edukasi.sains.lapan.go.id/artikel/bersiaplah-4-juli-terjadi-fenomena-aphelion/229

Partiwi, A. (2019). Pengenalan Pemicu Pemanasan Global Menggunakan Teknologi Augmented Reality Berbasis Desktop. Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Rekayasa, 24(1), 46–57. https://doi.org/10.35760/tr.2019.v24i1.1933

Raisal, A. Y., & Rakhmadi, A. J. (2020). Understanding the effect of revolution and rotation of the earth on prayer times using accurate times. Ulul Albab: Jurnal Studi Dan Penelitian Hukum Islam, 4(1), 81–101.

Rifai, L. D., Tongkukut, S. H. J., & Raharjo, S. S. (2014). Analisis Intensitas Radiasi Matahari di Manado dan Maros. Jurnal MIPA, 3(1), 49–52. https://doi.org/10.35799/jm.3.1.2014.3907

Saefullah, A., Sunarya, A., & Fakhrizal, D. (2015). Prototype Weather Station Berbasis Arduino Yun. CCIT Journal, 8(2), 57–65. https://doi.org/10.33050/ccit.v8i2.317

Sarinda, A., Sudarti, & Subiki. (2017). Analisis Perubahan Suhu Ruangan Terhadap Kenyamanan Termal di Gedung 3 FKIP Universitas Jember. Jurnal Pembelajaran Fisikia, 6(3), 305–311.

Sitorus, T. B., Napitupulu, F. H., & Ambarita, H. (2014). Korelasi Temperatur Udara dan Intensitas Radiasi Matahari Terhadap Performansi Mesin Pendingin Siklus Adsorpsi Tenaga Matahari. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Cylinder, 1(1), 8–17.

Sopwan, N. (2018). Citra matahari ektrim utara dan ekstrim selatan sebagai pembelajaran pergerakan matahari. Prosiding Seminar Nasional Fisika, 33–36.

Subiakto, T. (2016). Selisih Rerata Radiasi Matahari Bulanan Musim Panas dan Hujan Hasil Observasi Tahun 2015 di Balailapan Pasuruan. Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi Dan Saintek) Ke-1, 2, 242–248.

Susatya, E. K. A., Pamungkas, R., Susanti, T., & Setiawan, A. (2011). Pengukuran Radiasi Matahari Dengan Memanfaatkan Sensor Suhu LM35. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Pendidikan Sains UKSW, 1–5.

Syaifullah, M. D. (2016). Suhu Permukaan Laut Perairan Indonesia dan Hubungannya Dengan Pemanasan Global. Jurnal Segara, 11(2), 103–113.


Article Metrics

Abstract view : 1724 times | PDF view : 352 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Abu Yazid Raisal, Hariyadi Putraga, Muhammad Hidayat, Arwin Juli Rakhmadi

 Diterbitkan Oleh:

Prodi Geografi, Jurusan Geografi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam

Universitas Negeri Makassar

Editorial Office:

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License