Pemanfaatan Ice Breaking untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Pelatihan Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah

Supriadi Torro(1), Darman Manda(2), Muh. Rasyid Ridha(3), Patahuddin Patahuddin(4), Dyan Paramitha Darmayanti(5*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(4) Universitas Negeri Makassar
(5) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/humanis.v22i2.54559

Abstract


Permasalahan dasar yang dialami dalam pembelajaran oleh guru terhadap peserta didik adalah kurang menyenangkannya proses pembelajaran. Guru yang hanya mengejar untuk menyelesaikan materi pelajaran tanpa menyisipkan permainan dalam proses pembelajaran membuat proses pembelajaran menjadi kurang menyenangkan bagi peserta didik. Salah satu cara yang dianggap mampu dilakukan oleh guru adalah membuat permainan. Namun permainan yang dimiliki oleh seorang guru sangat  terbatas, sehingga  diperlukan adanya tehnik atau cara membuat permainan atau ice breaker. melalui kegiatan pelatihan ini maka diharapkan guru dapat memiliki tingkat pemahaman yang tinggi tentang peran dan fungsi ice breaker agar peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pelajaran.  Hasil evaluasi tahap pertama menunjukkan rendahnya pemahaman peran dan fungsi ice breaker atau permaian dalam pembelajaran. Rendahnya pemahaman tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang peran dan fungsi permainan dan jenis-jenis permaianan yang dilakukan dalam pembelajaran.Setelah guru mendapatkan materi pelatihan dan dilakukan evaluasi nampak bahwa para guru  sudah bisa memahami peran dan fungsi ice breaker atau permainan dalam pembelajaran.

 

Abstract. The basic problem experienced in learning by teachers towards students is the lack of fun in the learning process. Teachers who only pursue to complete the subject matter without inserting games in the learning process make the learning process less fun for students. One of the ways that teachers are considered capable of doing is making games. However, the games owned by a teacher are very limited, so there is a need for techniques or ways to make games or ice breakers.

Therefore, through this training activity, it is hoped that teachers can have a high level of understanding of the role and function of ice breakers so that students do not feel bored in attending lessons.

The results of the first stage evaluation showed a low understanding of the role and function of ice breakers or games in learning. The low understanding is due to the lack of knowledge about the role and function of games and the types of games used in learning. After the teachers received training materials and evaluations, it appeared that the teachers were able to understand the role and function of ice breakers or games in learning

Keywords


Teacher, Ice Breaker, Learners

Full Text:

PDF

References


Argovianoe, 2007. Kumpulan Teka Teki Luu......tuuuuu. Jakarta. PT Transmedia.

Ayu, Shinta, 2014. Segudang Geme Educatif Mengajar. Macam-macam Game untuk Mengajar. Yogyakarta, Diva Press.

Doebes, Heru, 2005. Homor Otomatis (Otomotif dan Selebritis. Jakarta, Diadit Media.

Hamid, Moh. Sholeh, 2014. Mendesain Kegiatan Belajar Mengajar Begitu Menghibur, Metode Edutainment.Yogyakarta, Diva Press

Machika, Tanpa tahun. Tebak Tebakan Anak Idola. Jakarta bintang Indonesia.

Rifa, Iva, 2012. Koleksi Games Educatif di Daalam dan Luar Sekolah. Yogyakarta, Flasbook.

Soenarno, Adi, 2005. Ice Breaker, Permainan atraktif-edukatif untuk pelatihan managemen. Yogyakarta, Andi Penerbit.

------------ 2007. Ice Breaker 2, Don’t Be Tegang untuk Pelatihan Managemen. Yogyakarta, Andi Penerbit.

Subini, Nini, 2012. Awas, Jangan Jadi guru Karbitan, Kesalahan-Kesalahan Guru dalam Pendidikan dan Pembelajaran, Jakarta, Javalitera.

Yudha, Andi, 2010. Kenapa Guru Harus Kreatif, Bandung, Mizan


Article Metrics

Abstract view : 125 times | PDF view : 17 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Supriadi Torro, Darman Manda, Rasyid Ridha, Patahuddin Patahuddin, Dyan Paramitha Darmayanti

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/

DITERBITKAN OLEH:

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.2, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.

Telepon 082395232077

E mail: [email protected]


 

DIINDEKSIKAN OLEH

 

 

DILISENSI OLEH:

Lisensi Creative Commons
Humanis dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 .