Pelatihan Kepemimpinan Perempuan pada Komunitas Makassar Women Studies

Sopian Tamrin(1*), Idham Irwansyah(2), Firdaus W. Suhaeb(3), Riri Amandaria(4),

(1) Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar
(2) Dosen Sosiologi FISH UNM
(3) Dosen Sosiologi FISH UNM
(4) Dosen UNM
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/humanis.v21i1.31591

Abstract


 

Kesetaraan gender sebagai tujuan kelima pembangunan berkelanjutan telah ditentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalaui laporan Voluntary National Review. Laporan rutin tersebut telah mencatat kemajuan setiap negara sebagai pencapaian SDGs yang kemudian sampaikan dalam forum politik tingkat tinggi Persatuan Bangsa-Bangsa. Rendahnya keterwakilan perempuan di ranah politik karena masih mengakar kuatnya budaya patriarki di sebagian besar masyarakat Indonesia. Cara pandang patriarki cenderung menempatkan perempuan di bawah kekuasaan laki-laki. Perempuan dicitrakan sekaligus diposisikan sebagai pihak yang tidak memiliki otonomi dan kemandirian di banyak aspek termasuk politik. Kehadiran perempuan di ranah politik praktis yang dibuktikan dengan keterwakilan perempuan di parlemen (afirmatif action) menjadi syarat mutlak bagi terciptanya budaya pengambilan kebijakan publik yang peka terhadap kepentingan perempuan. Minimnya keterwakilan perempuan di parlemen dalam jumlah yang memadai, kecenderungan untuk menempatkan kepentingan laki-laki sebagai pusat dari pengambilan kebijakan akan sulit dibendung. Itulah sebabnya upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan menjadi sebuah keharusan. Karena pada dasarnya pasrtisipasi perempuan yang diharapkan tidak sekedar soal jumlah tetapi tentu dibarengi dengan kualitas..

 

Abstract. Gender equality as the fifth goal of sustainable development has been determined by the United Nations through the Voluntary National Review report. These routine reports have recorded the progress of each country as the achievement of the SDGs which is then conveyed in the high-level political forum of the United Nations. The low representation of women in politics is due to the strong patriarchal culture in most Indonesian society. The patriarchal perspective tends to place women under the power of men. Women are imaged as well as positioned as parties who do not have autonomy and independence in many aspects, including politics. The presence of women in the realm of practical politics as evidenced by the representation of women in parliament (affirmative action) is an absolute requirement for the creation of a culture of public policy-making that is sensitive to women's interests. The lack of representation of women in parliament in sufficient numbers, the tendency to put men's interests at the center of policy making will be difficult to stem. That is why efforts to increase women's leadership capacity are a must. Because basically the expected participation of women is not only a matter of quantity but of course accompanied by quality.


Keywords


Perempuan, Keterwakilan dan Kepemimpinan

Full Text:

PDF

References


Arivia, G. (2018) Filsafat Berperspektif Feminis. Jakarta: YJP Press.

Detik.com (2018) Kampanye Efektif Caleg Perempuan, News Detik.Com.

Idham. 2019. Pelatihan Literasi Digital pada Komunitas Mata Literasi bagi Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Gowa. Jurnal Humanis. Volume 18. N. 02. Hal. 6 - 8.

Idham (2020) ‘PKM Gerakan Literasi Keluarga (GLK) pada Ibu Rumah Tangga di Kampung KB Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar sebagai Upaya Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19’, Jurnal Humanis, V.19(N.02.), pp. 8–65.

Mulia, S. M. (2007) Islam Dan Inspirasi Kesetaraan Gender. Yogyakarta: Kibra Press.

Palulungan, L. (2017) Memperkuat Perempuan untuk Keadilan dan Kesetaraan. Makassar: Yayasan BaKTI.

Priandi, R. and Roisah, K. (2019) ‘Upaya Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan Dalam Pemilihan Umum Di Indonesia’, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(1), p. 106. doi:

14710/jphi.v1i1.106-116.

Rahmatunnisa, M. (2015) ‘Pentingnya Partisipasi Politik Perempuan dan Prakteknya di Indonesia’, Seminar Pendidikan Politik bagi Remaja Perempuan, pp. 1–10. Available at:

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/01/8-Pentingnya-Partisipasi-Politik-Perempuan1.Pdf.

Tokan, F., & Gai, A. (2020). Partisipasi Politik Perempuan (Studi tentang Relasi Kuasa dan Akses Perempuan dalam Pembangunan Desa di Desa Watoone - Kabupaten Flores Timur). Jurnal Caraka Prabu, 4(2), 206-225.

https://doi.org/https://doi.org/10.36859/jcp.v4i2.298

Widiyaningrum, W. Y. (2020) ‘Partisipasi Politik Kader Perempuan Dalam Bidang Politik: Sebuah Kajian Teoritis’, Jisipol | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(2 SE-Articles), pp. 126–142. Available at: https://ejournal.unibba.ac.id/index.php/jisipol/article/view/296.


Article Metrics

Abstract view : 89 times | PDF view : 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Sopian - Tamrin

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/

DITERBITKAN OLEH:

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.2, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.

Telepon 082395232077

E mail: humanis01jurnal19@gmail.com


 

DIINDEKSIKAN OLEH

 

 

DILISENSI OLEH:

Lisensi Creative Commons
Humanis dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 .