Ritual Andingingi: Strategi Mempertahankan Kelestarian Alam pada Komunitas Kajang 2014-2020

Syahrul Hidayat(1*), Bustan Bustan(2), Bahri Bahri(3),

(1) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM
(2) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM
(3) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM
(*) Corresponding Author



Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang prosesi  ritual Andingingi pada komunitas adat Kajang, dinamika prosesi ritual Andingingi pada komunitas adat Kajang, dampak ritual Andingingi terhadap Pelestarian Alam pada Komunitas Adat Kajang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari atas empat tahapan yaitu: heuristik (pengumpulan data atau sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Adapun yang diwawancarai dalam penelitian ini yaitu: Salam, Mail, Pate’, Ganing, Matampa Wali, Iswandy Bakddu, Citra Farahdiba Isnandar dan Yusuf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Prosesi ritual Andingingi dilaksanakan sejak adanya leluhur komunitas adat Kajang. Ritual ini dilakukan untuk mendinginkan kampung sebagai cara agar tempat tinggal mereka tidak mendapatkan bencana dan malapetaka. (2) Seiring perkembangan zaman, ritual Andingingi juga mengalami perubahan. Diantaranya pada tahun 2014-2016 komunitas adat Kajang sudah terbuka dengan masyarakat luar. Sedangkan pada tahun 2017-2020 perubahan yang paling signifikan terlibatnya pemerintah dalam memberikan bantuan sebagai upaya melestarikan warisan budaya di Kabupaten Bulukumba. (3) Ritual Andingingi memberikan dampak yang cukup besar terhadap pelaksanaannya baik dampak sosial, dampak ekonomi, dampak wisata budaya dan juga dampak lingkungan.


Keywords


Ritual Andingingi; Kelestarian Alam; Komunitas Adat Kajang

Full Text:

PDF

References


Fatra, E. (2017). Interaksi Komunitas Ke-Ammatoa an Pada Alam Melalui Ritual Andingingi. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Hadi, Rusman (2019). Tradisi Ritual Ngayu-Ayu Dalam Menjaga Kelestarian Alam. Jurnal Pendidikan Mandala, 4(No. 5), 43–45.

Hamid, Abd. Rahman & Muhammad Saleh Majid (2011). Pengantar Ilmu Sejarah. Ujung Pandang: Ombak.

Hamid, Abd. Rahman. (2015). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Indrawati. (2017). Makna Simbol dan Nilai Budaya Upacara Adat Mappanre’tasi: Sebuah Pemertahanan Budaya Lokal di Tengah Teror Kesyirikan. Sejarah Dan Budaya Walasuji, No. 2, 254.

Mustafa, Agus. & Adriana (2020). Ritual Andingingi Di Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Perspektif Hukum Islam. Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 1(2).

Sulasman, S. G. (2013). Teori-teori Kebudayaan dari Teori hingga Aplikasi. Bandung: CV Pustaka Setia.

Widyosiswoyo, S. (2000). Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti.


Article Metrics

Abstract view : 42 times | PDF view : 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Syahrul Hidayat, Bustan Bustan, Bahri Bahri

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/

PUBLISHED BY :

Prodi Pendidikan Sejarah

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.3, Prodi Pendidikan Sejarah, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.Phone 082395232077 E mail amirullah8505@unm.ac.id

 

Attoriolong INDEXED BY

 

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Attoriolong is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.