REVITALISASI FUNGSI LONTARA SEBAGAI SUMBER SEJARAH DAN BUDAYA

Darmawati UVRI(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author



Abstract


Warisan sejarah dan budaya masyarakat Bugis-Makassar seperti lontara’, hingga kini tetap dianggap bagian dari identitas etnis di Sulsel hingga kini. Meskipun demikian, harus diakui  bahwa popularitas lontara’ sebagai penghubung zaman pra sejarah ke zaman sejarah, sekarang tak ubahnya hanya pelengkap kebanggaan apologik sang pemilik. Artinya, ia hanya diketahui sebatas nama, tanpa pengenalan lebih jauh atas  isi dan manfaatnya. Bersama keperihatinan tidak tersosialisasinya Aksara Lontara kepada generasi muda, upaya ke arah pengenalan seharusnya menjadi tanggung jawab kultural kita. Hal ini dapat dimulai dengan gerakan budaya berdimensi historis dalam wujud pengenalan dan upaya sosialisasi. Makalah ini bermaksud memperkenalkan sekaligus mengajak pembaca untuk memikirkan betapa pentingnya upaya revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam naskah Lontara’ Attoriolong.

Article Metrics

Abstract view : 17 times |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



PUBLISHED BY :

Prodi Pendidikan Sejarah

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.3, Prodi Pendidikan Sejarah, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.Phone 082395232077 E mail [email protected]

 

Attoriolong INDEXED BY

 

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Attoriolong is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.