NILAI DEMOKRASI DALAM KEPEMIMPINAN TRADISIONAL MASYARAKAT BUGIS

Bustan Busye(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author



Abstract


Nilai-nilai demokrasi dalam kebudayaan Bugis dapat ditelusuri dari sumber-sumber naskah tertulis berupa lontara dari pemikiran para cendikiawan. Salah satu azas demokrasi dalam hukum dasar penyelenggaraan pemerintahan pada kerajaan di daerah Bugis,  rusa’ taro Datu, ten rusa’ taro ade’, rusa’ taro ade’, ten rusa taro anang, rusa’ anang ten rusa’ taro tomaega. Maksudnya keputusan Datu/Raja dapat dibatalkan oleh ade’ (dewan) tetapi keputusan ade’ tak dapat dibatalkan oleh Raja/Datu. Keputusan ade’ dapat dibatalkan oleh tokoh-tokoh masyarakat, tetapi kemauan tokoh-tokoh masyarakat dapat dibatalkan oleh rakyat, tetapi kemauan rakyat tidak dapat dibatalkan oleh tokoh-tokoh masyarakat. Jadi keputusan paling tinggi ada pada rakyat.


Article Metrics

Abstract view : 5 times |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



PUBLISHED BY :

Prodi Pendidikan Sejarah

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.3, Prodi Pendidikan Sejarah, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.Phone 082395232077 E mail [email protected]

 

Attoriolong INDEXED BY

 

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Attoriolong is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.