Analisis Jenis Patahan Gempa Menggunakan Metode Inversi Waveform (Kasus Gempa Banten 2018)

Hidayanti Ratna, Muhammad Arsyad, Sulistiawaty Sulistiawaty

Abstract


Analisis data waveform kejadian gempa bumi di Banten pada tanggal 23 Januari 2018 dilakukan untuk mengetahui jenis patahannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data seismik lokal yang diunduh dari geofon. Data seismik dianalisis mengunakan metode inversi waveform yang diimplementasikan di software ISOLA. Pada software ISOLA dilakukan pengolahan data yang meliputi: menginput data AK135, event gempa, memilih stasiun, melakukan inversi, dan menampilkan hasil berupa nilai momen tensor, strike, dip, dan rake. Dari hasil analisis data diperoleh parameter gempa yaitu magnitude gempa sebesar 7,9 Mw, kedalaman 51 km, besar nilai strike 2420, besar nilai dip adalah 480, dan besar nilai rake adalah 1790. Berdasarkan nilai rake pada nodal plane jenis patahan yang terjadi yaitu patahan mendatar (pure strike slip).  

Kata kunci: Strike, Dip, Rake, Metode Inversi Waveform, Patahan Mendatar.

 

The seismic wave data analysis in Banten on January 23, 2018 was conducted to determine the type of fault. The data used in this study are local seismic data downloaded from geophones. The seismic data were analyzed used waveform inversion method implemented in software ISOLA. In ISOLA software data processed includes: entered AK135 data, earthquake events, selected stations, inversions, and displayed moment tensor, strike, dip, and rake results. From the results of data analysis obtained earthquake parameters are earthquake magnitude of 7.9 Mw, 51 km depth, strike value of 2420, large value of dip 480, and the value of rake is 1790. Based on the rake value on nodal plane the type of fault that occurs is a horizontal fault (pure slip strike).

Keywords: Strike, Dip, Rake, Waveform Inversion Method, Pure Slip Strike.


Full Text:

PDF

References


Anjelina, N. R., & Asnawi. 2017. Identifikasi Bidang Patahan Menyebabkan Aktivitas Gempa di Jawa Selatan Menggunakan Metode H-C. Inovasi Fisika Indonesia (IFI), 06, 111-117.

Australian National University. 2018. Retrieved from http://rses.anu.edu.au/ seismology/ ak135/ ak135f.html. Diakses pada tanggal 16 Mei.

Baumbach. M., & Grosser. 2002. Determination o Fault-plane Solution. IASPEI. Posdam

BMKG.2018.Retrieved from https://www.bmkg.go.id. Diakses pada tanggal 20 Mei.

ESDM. 2018. Retrieved from https://desdm.bantenprov.go.id/ read/ berita/ 222/ Kondisi- Fisiografi- Dan- Geologi- Regional- Jawa- Barat-Terhadap-Data-Dukung-Geopark-Banten-Bagian-II.html. Diakses pada tanggal 2 Mei.

Fahntalia, C. P., & Madlazim. 2017. Pengaruh Jumlah Stasiun Seismik Terhadap Hasil Estimasi Centroid Momen Tensor Gempa Bumi. Inovasi Fisika Indonesia (IFI), 06.

Geofon. 2018. Retrieved from http://geofon.gfz-postdam.de/. Diakses pada tanggal 31 Januari.

Handayani, R. 2011. Analisis Partisipasi Masyarakat dan Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Manajemen Bencana Di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Proceeding Simposium Nasional Otonomi Daerah 2011

Hilmi, F., & Haryanto, I. 2008. Pola Struktur Regional Jawa Barat. Bulletin of Scientific Contribution, 6 no 1, pp. 57-66.

Madlazim, & Santosa, B. J. 2014. Estimasi Parameter sumber gempa Bumi Padang 30 September 2009 Mw=7,6 dan Korelasinya dengan afterchocksnya.Matematika dan Sains, 19 no 3, 88-93.

Martodjojo, S. 1984. Evolusi Cekungan Bogor Jawa Barat. Disertasi Doktor. ITB.

Pawirodikromo, W. 2012. Seismologi Teknik & Rekayasa Kegempaan . Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Pranata, D. A. 2017. Analisis Mekanisme Fokus Gempa Bumi di Meulaboh (Nanggroe Aceh Darussalam) 9 Mei 2010.E-journal Syarif Hidayatullah State Islam University Jakarta. Retrieved from https://journal.uinjkt.ac.id. Diakses Pada tanggal 2 April

Priyanto, Wisnu Slamet. 2015. Atenuasi Respon Hubungannya Dengan Gempa Bumi Subduksi Sumatera. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Pusat Studi Gempa Nasional. 2017. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Pisat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman. ISN 978-602-5489-01-3: Bandung.

Roemaf, S. R. 2013. Analisis Sesar Aktif Menggunakan Metode Focal Mechanism (Studi Kasus Data Gempa sepanjang Cincin Api zona Selatan Wilayah Jawa Barat Pada Tahun 1999-2009.Neutrino, 5 no 2.

Stein, S., & Wysession, M. 2003. An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure . Blackwell Publishing. Malden.

Setyowidodo, I., & Pamungkas, F. 2015. Inversi Waveform Tiga Komponen Gempa Bumi Tanggal 10 Januari 2010 dan 18 Mei 2010 Untuk Menentukan Pola Bidang Patahan Ynga Berkembang di Pulau Jawa Melalui Analisis Momen Tensor.Nusantara of Research, 2 no 2, 110-118.

Supartoyo, E. T. Putranto., & Djaja. 2005. Active Faults and Destructive Earthquake Epicenter Distribution Map of Indonesia

USGS. 2018. Retrieved from https://earthquake.usgs.gov /earthquakes /eventpage /us2000cmwz#map. Diakses pada tanggal 16 Mei.


Article Metrics

Abstract view : 32 times | PDF view : 32 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.