Memahami Perbedaan Pebelajar dan Kebutuhan Belajar Menurut Teori Kognitif dan Behaviorisme

S. Megawati

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang pentingnya memahami perbedaan pebelajar dan kebutuhan belajar yang ditinjau berdasarkan teori kognitif dan behaviorisme. Setiap individu adalah unik, artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain mulai dari perbedaan intelegensi, perbedaan dalam pemrosesan kognitif maupun perbedaan gaya belajar. Perbedaan individual ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kebutuhan belajar pebelajar itu sendiri. Bagi pebelajar normal mungkin mereka tidak akan terlalu sulit dalam proses pemerolehan pembelajaran akan tetapi bagi pebelajar yang berkebutuhan khusus tentu saja memerlukan perlakuan khusus agar mereka dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka sebagaimana pebelajar normal.  Menurut teori kognitif belajar atau pembelajaran adalah suatu proses yang lebih menitik beratkan proses membangun ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek yang bersifat intelektualitas lainnya, atau dengan kata lain bahwa belajar merupakan bagian yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks dan komprehensif. Sedangkan teori behaviorisme mengatakan bahwa seseorang telah dianggap belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya karena belajar menurut teori ini yang terpenting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan pembelajar kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh pembelajar tersebut.

Kata Kunci: Perbedaan pebelajar, kebutuhan belajar, Kognitivisme, Behaviorisme.



Article Metrics

Abstract view : 1483 times |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.