PERSEPSI NORMATIF MASYARAKAT TERHADAP PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH MELALUI LEMBAGA AMIL ZAKAT ( STUDI DI KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR )

MUHAMMAD SYAFITRA(1*), . MUSTARING(2),

(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author



Abstract


ABSTRAK :.Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang: 1). Persespi normatif masyarakat terhadap kondisi pembayaran zakat fitrah di kecamatan Mamajang kota Makassar. 2) Faktor yang mendorong masyarakat kecamatan Mamajang kota Makassar membayarkan zakat fitrah secara langsung ke mustahik 3). Kendala yang dihadapi masyarakat mamajang  dalam membayarkan zakat fitrah ke Badan amil zakat zakat. 4). Upaya upaya apa saja yang ditempuh oleh badan amil zakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayarkan zakatnya ke badan amil zakat. Penelitian ini adalah penelitian secara kualitatif dengan sampel sebanyak 175 kepala keluarga. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik area probability sample dan proporsive sampling. Sedangkan tekhnik pengumpulan data melalui Observasi, wawancara dan penyebaran angket, serta teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil peneltian ini menemukan: 1). Persepsi Normatif masyarakat terhadap Kondisi pelaksanaan pembayaran zakat fitrah di kecamatan Mamajang kota Makassara. Yaitu, masyarakat setuju dengan pengumpulan zakat fitrah melalui undangan, masyarakat setuju penyaluran zakat fitrah disalurkan melalui kupon kepada para mustahik dan masyarakat setuju pelaporan zakat fitrah disampaikan secara tertulis kepada masyarakat 2). Faktor yang mendorong masyarakat membayarkan zakat fitrah secara langsung yaitu, tidak adanya sosialisasi mengenai fungsi badan amil zakat, tidak adanya himbauan dari pemerintah setempat untuk mengajak masyarakat membayar zakat fitrah ke badan amil zakat, keterbukaan dari badan amil zakat, pelayanan yang baik dari pengurus badan amil zakat, tidak adanya bimbingan tata cara berzakat ke badan amil zakat, tradisi masyarakat, Persepsi badan amil zakat yang tidak dapat mengurangi kemiskinan, menganggap lebih afdal membayar zakat fitrah secara langsung daripada membayar melalui badan amil zakat, menganggap pembayaran zakat secara langsung merupakan hal yang dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W dan merupakan kebiasaan masyarakat. 3).Kendala-kendala yang dihadapi yaitu, kebiasaan, sikap kurang percaya kepada badan amil zakat dan tradisi masyarakat. 4 ).Upaya-upaya yang dilakukan oleh badan amil zakat di kecamatan Mamajang kota Makassar yaitu, dengan Memperkuat sosialisai melalui undangan ,melalui spanduk dan melalui lisan yang disampaikan pada saat sebelum tarwih dan sebelum khotbah sholat jum’at

Kata Kunci : Persepsi normatif masyarakat, zakat fitrah, lembaga amil zakat


ABSTRACT: This .Peneltian aims to identify and collect data about: 1). Persespi normative society to the condition of payment of tithes in the district Mamajang Makassar. 2) factors encouraged Makassar district community Mamajang pay tithes directly to mustahik 3). Obstacles encountered Mamajang community in paying tithes to the Agency for zakat zakat. 4). Efforts to what is being pursued by amil zakat board to increase public awareness to the body to pay their zakat zakat. This study is a qualitative research with a sample of 175 households. Sampling method in this research is to use a technique proporsive area probability sample and sampling. While the techniques of collecting data through observation, interviews and questionnaires, as well as data analysis using descriptive analysis. The results of this research found: 1). Normative public perception of the condition of zakat fitrah payment implementation in the district Mamajang Makassara city. Namely, the people agreed with the collection of tithes by invitation, the people agreed distribution of tithes channeled through the coupons to the public agrees mustahik and reporting tithes submitted in writing to the community 2). Factors that encourage people to pay tithes directly, namely, lack of socialization regarding bodily functions amil zakat, the absence of an appeal from the local government to urge people to pay tithes to the amil zakat board, the openness of amil zakat board, good services from the management of the agency amil zakat, the absence of guidance ordinances tithe to amil zakat board, community traditions, perceptions amil zakat board that it can not reduce poverty, considers more afdal pay tithes directly rather than paying through amil zakat board, assume the payment of zakat directly is exemplified by the Prophet Muhammad and the habits of the people. 3) .Kendala-constraints faced namely, habits, a lack of trust to the amil zakat board and the local tradition. 4) .Upaya measures taken by amil zakat board in the district of Makassar city Mamajang namely, the Strengthening of socialization by invitation, through banners and through oral delivered on time before tarwih and before the Friday prayers sermon

Keywords: Perception of normative society, zakat fitrah, zakat institutions


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 1194 times | PDF view : 947 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurusan PPKn, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar

Gedung FIS Lt. 1 Kampus UNM Gunungsari Baru Jl. Raya Pendidikan Makassar 90222

Contact Person: Dr. Muh. Sudirman, S.Ag M.Pd (081355035326)

e-mail : tomalebbi@unm.ac.id

TOMALEBBI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  has been indexed by: