Ekonomi Kreatif Sebagai Materi Kewirausahaan Guna Meningkatkan Motivasi Wirausaha Mahasiswa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar

Jalil Jalil(1*), Hamrin Hamrin(2), Irfan Irfan(3),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/tanra.v4i2.4388

Abstract


Abstract. Creative Economy as Entrepreneurship Material To Improve Student Entrepreneurship Motivation Faculty Of Art And Design Universitas Negeri Makassar. Indonesia has great creative economic potential, but the number of entrepreneurs is still very low, therefore, through art education, art and design students need to be fostered to become creative young entrepreneurs in the field of creative economy. To make this happen it is necessary to draft the module / entrepreneurial learning materials based on the type of business in the field of creative economy in accordance with the arts and culture, learning tools for entrepreneurship courses that can be used in the Faculty of Arts and Design based on creative industry with the type of business of art and culture, and make various media based on creative economy business by raising the profile of creative economy effort with local wisdom then elaborated become part of the module and learning device can create more young entrepreneurs in the creative economy. This research is qualitative applied with data analysis using Miles and Huberman plot. Creative industry materials that become the advantages of the module that is composed of various local businesses in the field of art and design, such as art goods market, art craft by lifting the craft from Tana Toraja and textile craft in the form of silk weaving from Wajo Regency. Performing arts by raising the potential of various art galleries in Makassar City. Art and design as well as performing arts are the two pillars of art and culture, so it is expected that the modules can be applied in the environment of the Faculty of Arts and Design in particular, and the Arts College in Indonesia in general

Abstrak. Ekonomi Kreatif Sebagai Materi Kewirausahaan Guna Meningkatkan Motivasi Wirausaha Mahasiswa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar. Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, namun jumlah wirausaha masih sangat  rendah, oleh sebab itu, melalui pendidikan tinggi seni, mahasiswa seni dan desain perlu dibina untuk menjadi wirausaha muda yang kreatif dibidang ekonomi kreatif. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu menyusun  draft modul/bahan pembelajaran kewirausahaan berbasis jenis usaha dibidang ekonomi kreatif yang sesuai dengan bidang seni budaya, merancang  perangkat pembelajaran mata kuliah kewirausahaan yang dapat digunakan di Fakultas Seni dan Desain berbasis industi kreatif dengan jenis usaha seni budaya, dan membuat berbagai media pembelajaran berbasis usaha ekonomi kreatif dengan mengangkat profil usaha ekonomi kreatif dengan kearifan lokal lalu dielaborasi menjadi bagian dari modul dan perangkat pembelajaran yang dapat menciptakan lebih banyak wirausaha muda dalam bidang ekonomi kreatif. Penelitian ini bersifat kualitatif terapan dengan analisis data menggunakan alur Miles dan Huberman. Materi industry kreatif yang menjadi kelebihan dari modul yang disusun adalah adanya beragam usaha local dibidang seni rupa dan desain, seperti pasar barang seni, seni kerajinan dengan mengangkat kerajinan dari Tana Toraja dan kerajinan tekstil berupa tenun sutra dari Kabupaten Wajo. Seni pertunjukan dengan mengangkat potensi berbagai sanggar-sanggar seni di Kota Makassar. Seni rupa dan desain maupun seni pertunjukan merupakan dua pilar ilmu seni budaya, sehingga diharapkan modul yang disusun dapat diterapkan dalam lingkungan Fakultas Seni dan Desain secara khusus, dan Perguruan Tinggi Seni di Seluruh Indonesia secara umum. 


Keywords


moduls, creative economy, entrepreneurship

References


Artiningsih, dkk. 2010, Analisis Potensi Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat di Wilayah Kota Semarang Dalam Pengembangan Ekonomi kreatif, Jurnal Riptek, Vol.4, No. II, Tahun 2010, Hal.:11-19

Boedhihartono. (1990). “Pembinaan Informal Kemampuan Penguasaan Bahasa Grafik sebagai Penunjang Kreativitas”. 20 Januari, Jakarta: PPIA. H. 1.

Departemen Perdagangan Republik Indonesia. 2008. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025: Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015

Feldman, Edmund Burke, 1967, Art as Image and Idea, New Jersey, Prentice Hall, Inc.

Kemenparekraf, 2014, Ekonomi Kreatif: Kekuatan baru Indonesia Menuju 2025, Rencana Aksi Jangka menengah 2015-2019, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta

Kemendikbud. 2012. Panduan Program Mahasiswa Wirausaha. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Koentjaraningrat, 1993, Masalah Kesukubangsaan dan Integrasi Nasional, Jakarta: UI Press.

______________, 1990, Pengantar Ilmu Antropologi, PT. Aneka Cipta, Jakarta.

Miles, M.B. dan Huberman, 1992, Analisis Data Kualitatif, (Penerjemah: Tjetjep Rohendi Rohidi), Jakarta: (UI-PRESS)

Mopangga, Herwin, 2014, Faktor Determinan Minat Wirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo, Jurnal Trikonomika, Volume 13, No. 1, Juni 2014, Hal. 78-90.

Parker, DeWitt H, 1964, The Principles of Aesthetics, Second Edition, New York: Appleton Century Crofts Inc.

Read, Herbert, 2000, Seni: Arti dan Problematikanya, (terjemahan Soedarso SP.), Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Rothberg, Robert, 1990, Corporate Strategy and Product Innovation, London: The Free Press.

Setyawati, E.C.N, dkk, 2013, Karakteristik Kewirausahaan dan Lingkungan Bisnis Sebagai Faktor Penentu Pertumbuhan Usaha, Jurnal Administrasi Bisnis, Volume 2, Nomor 1, Maret 2013.

Sumardjo, Jakob, 2000, Filsafat Seni, Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung.

Soedarso, SP. 2000, “Revitalisasi Seni Rakyat dan Usaha Memasukkannya kedalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia.”Makalah pada Temu Seni Rupa Fort Rotterdam 2000, dalam Pinisi edisi KhususRevitalisasi Seni Rupa Tradisional, Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni. Vol. 6 No. 2, Makassar, FBS UNM, tahun2000.

Sutopo, H.B., 2006, Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

United Nations. 2008. Creative Economy Report: The Challenge of Assessing the Creative Economy towards Informed Policy-Making.

Widagdo, 1993, “Desain Teori dan Praktek” Makalah Disampaikan pada Dies Natalis ke-34, Intitut Teknologi Bandung.

__________, 1999, “Pengembangan Desain Bagi Peningkatan Kria”Makalah Seminar Konperensi Tahun Kria dan Rekayasa ITB, Bandung.

__________, 2005. Desain dan Kebudayaan. Bandung: Penerbit ITB.

Wiyancoko, Duddy, 2000, Dimensi Kebudayaan Dalam Desain, Orasi Ilmiah pada Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Bandung, 18 Agustus 2000 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung 2000.

Wu, S. & Wu, L. 2008. The Impact of Higher Education on Entrepreneurial Intentions of University Students in China. Journal of Small Business and Enterprise Development, 15(4): 752–774.


Article Metrics

Abstract view : 798 times |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2017 TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi / Tata Usaha:
Program Studi Desain Komunikasi
Fakultas Seni dan Desain
Universitas Negeri Makassar
Telp. (0411) 888524 Faks. (0411) 888524
Kampus Fakultas Seni dan Desain
Jl. Daeng Tata, Parang Tambung,
Makassar, Sulawesi Selatan

e-mail: [email protected]

Lisensi Creative Commons
Jurnal TANRA  dilisensikan dengan  Lisensi Internasional Atribusi-Nonkomersial 4.0 Creative Commons .

Jurnal TANRA diindeks oleh