MAKNA TARI PAJAGA BONE BALLA (ININNAWA MAPATAKKO) DI KECAMATAN BUA KABUPATEN LUWU

Suci Rahmadani(1*),

(1) FSD
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/tanra.v7i3.14559

Abstract


ABSTRAK

Suci Rahmadani. 2020. Penelitian ini menjawab rumusan masalah yang terkandung dalam Tari Pajaga Bone Balla (Ininnawa Mapatakko) di Distrik Bua, Kabupaten Luwu, yaitu; 1). Penanda ditemukan dalam tarian Balla Pajaga Bone (Ininnawa Mapatakko) di Distrik Bua, Kabupaten Luwu. 2). Tanda-tanda ditemukan dalam tarian Pajaga Bone Balla (Ininnawa Mapatakko)di Distrik Bua, Kabupaten Luwu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di rumah Opu Maddika Bua, jl. A. Kaddiradja Sakti Urban Village Distrik Bua Distrik Luwu dari November 2019 hingga Februari 2020. Tarian ini pertama kali diciptakan oleh Wetenri Abeng ketika ia menjadi Datuna Bitsu untuk menolak cinta saudaranya. Data diperoleh dengan melakukan teknik pengumpulan data (observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Penanda pada tarian Balla Pajaga Bone (Ininnawa Mapatakko) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu yang mencakup berbagai gerakan yang terdiri dari 12 variasi, yaitu Ma'Palappa (Tepuk Tangan), Ma'Pammate (Mati), Ma'Tette Guntu(Menendang Lutut), Asilang (Menyeberang), Ma'Camming (Cermin), Ma'Ceppa Kanning (Tepi Alis), Ma'Riwa atau Ma'Sango ( Menggendong atau Memegang Bayi), Ma'Losa-Losa ( Shaking a Little), Ma'Pappi (Bermain Fan), Ma'Galeo (Turning), Ma'Tanjeng (Resting), Respect (selamat tinggal), iringan musik terdiri dari 2 jenis ritme yaitu Surru Dayya yang artinya interpal short drum, dan Cakku Ridiyang berarti suara drum dipukul di ujung lingkaran kayu, puisi, pola lantai, penari, pakaian dan aksesoris, properti, tempat, dan waktu / durasi. 2) Signifikansi pensinyalan dalam tarian Pajaga Bone Balla (Ininnawa Mapatakko) di Distrik Bua, Kabupaten Luwu, adalah variasi gerakan yang memiliki makna lengkap, yaitu nasihat kehidupan yang sangat erat kaitannya dengan adat istiadat Rakyat Luwu untuk bersosialisasi setiap hari dan selalu memiliki sikap bertanggung jawab dalam diri sendiri, dan Penanda musik pengiring, pola lantai, penari, pakaian, aksesori, dan properti


Keywords


Makna; Tari: Pajaga Bone Balla

Full Text:

PDF

References


Anwar, Idwar. 2012. Sejarah dan Kebudayaan Luwu SMA Kelas X Cetakan Ketiga. Pustaka Sawerigading: Arung Pustaka (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu)

Anwar, Idwar. 2017. Ensiklopedia Kebudayaan Luwu. Komunitas kampung Sawerigading (KAMPUS)

Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian, Suatu Praktek. Jakarta: Bina Aksara

Kasim, H. Andi. 1980. Pajaga. Ujung Pandang: Proyek Pengembangan Kesenian Propinsi Sulawesi Selatan


Article Metrics

Abstract view : 273 times | PDF view : 7 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
';



Copyright (c) 2020 TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Alamat Redaksi / Tata Usaha:
Program Studi Desain Komunikasi
Fakultas Seni dan Desain
Universitas Negeri Makassar
Telp. (0411) 888524 Faks. (0411) 888524
Kampus Fakultas Seni dan Desain
Jl. Daeng Tata, Parang Tambung,
Makassar, Sulawesi Selatan

e-mail: [email protected]

Lisensi Creative Commons
Jurnal TANRA  dilisensikan dengan  Lisensi Internasional Atribusi-Nonkomersial 4.0 Creative Commons .

Jurnal TANRA diindeks oleh