Perbandingan Respon Akut Olahraga Futsal Pagi Dan Futsal Malam Terhadap Tekanan Parsial O2 Dan Co2 Pada Individu Dewasa Muda

Nur Muhajirah Yunus(1*),

(1) Universitas Cokroaminoto Palopo
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/sportive.v3i2.16997

Abstract


ABSTRACT

This study aims to compare the acute response of morning and evening futsal to the partial pressure of O2 and CO2 in young adult individuals. The object of this research is young adult individuals aged 18-23 years. Samples were selected by 20 purposive sampling techniques. The method used in this research is quasi-experimental with pretest-posttest group design. Data were analyzed using paired t-test. The results showed that there was no change in the partial pressure of O2, both in the morning futsal player group (p = 0.43), and in the night futsal player group (p = 0.70). However, the CO2 partial pressure actually experienced a significant change, both in the morning futsal player group (p = 0.01), and in the night futsal player group (p = 0.02). The results of the independent sample t-test showed that there was no significant difference between the partial pressure of O2 (p = 0.98) and the partial pressure of CO2 (p = 0.81) in the group of morning futsal players and night futsal players.

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan respon akut olahraga futsal pagi dan futsal malam terhadap tekanan parsial O2 dan CO2 pada individu dewasa muda. Objek pada penelitian ini adalah individu dewasa muda yang berusia 18-23 tahun. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest group design. Data dianalisis dengan menggunakan uji t-berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan tekanan parsial O2, baik pada kelompok pemain futsal pagi (p=0.43), maupun pada kelompok pemain futsal malam (p=0.70). Akan tetapi, tekanan parsial CO2 justru mengalami perubahan yang signifikan, baik pada kelompok pemain futsal pagi (p=0.01), maupun pada kelompok pemain futsal malam (p=0.02). Hasil uji independent sample t- test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan parsial O2 (p=0.98) dan tekanan parsial CO2 (p=0.81) pada kelompok pemain futsal pagi dan pemain futsal malam.


Keywords


Futsal, Pagi, Malam, Tekanan Parsial O2 dan CO2.

Full Text:

PDF

References


Adiwinanto, W. 2008. Pengaruh Intervensi Olahraga di Sekolah terhadap Indeks Massa Tubuh dan Tingkat Kesegaran Kardiorespirasi pada Remaja Obesitas. Tesis. Program Pascasarjana Magister Ilmu Biomedik dan Program Pendidikan Dokter Spesialis I Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Yogyakarta.

Afriwardi. 2011. Ilmu Kedokteran Olahraga. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

AIA. 2013. Survey Indeks Pola Hidup Sehat AIA Fokus Penemuan di Indonesia. Tangerang.

Alim, Abdul dan Rismayanthi Cerika. 2011. Pengaruh Olahraga Terprogram terhadap Tekanan Darah dan Daya Tahan Kardiorespirasi pada Atlet Pelatda Sleman Cabang Tenis Lapangan. FIK UNY. Yogyakarta.

Alvarez, J.C.B., Soto, V. M., dan Vera, J. G. 2008. Match Analysis and Heart Rate of Futsal Player During Competition. Journal of Sports Sciences. 26 (1): 63 – 73.

Baharudin, A. 2009. Hubungan Kadar Timbal dengan Kadar Hemoglobin dalam Darah pada Petugas SPBU Kota Makassar. Tesis tidak diterbitkan. Program Pasca Sarjana. UNHAS. Makassar.

Bhatti, R. dan Shaikh, D. M. 2007. The Effect of Exercise On Blood Parameters. Physiology Journal. Vol. 3 (2).

Dash, R. K. dan Bassingthwaighte, J.B. 2011. Blood HbO2 and HbCO2 Dissociation Curves at Varied O2, CO2, pH, 2,3-DPG and Temperature Levels. National Institutes of Health Ann Biomed Eng. Vol. 38(4): 1683-1701.

Departemen Kesehatan RI. 2009. Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Egger, Florian et al. 2014. Effects of Sodium Bicarbonate on High-Intensity Endurance Performance inCyclists: A Double-Blind, Randomized Cross Over Trial. PLoS ONE Vol. 9(12).

Ganong W.F. 2013. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 22. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Giriwijoyo, S.H.Y.S dan Sidik, D.K. 2012. Ilmu Kesehatan Olahraga. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Guyton A.C. dan J.E. Hall. 2014. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 12. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Irizarry, R., dan Reiss, A. 2009. Arterial and Venous Blood Gases: Indications, Interpretations and Clinical Applications. Southern Oregon Veterinary Specialty Center Medford. Oregon.

Katch, V.L., et al. 2011. Essentials of Exercise Physiology. Ed 4. USA: Lippincott, Williams & Wilkins, 407-435.

Kodrat, K.Y. 2009. Pengaruh Shift Kerja Terhadap Terjadinya Kelelahan pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT x Labuhan Batu. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Sumatra Utara. Medan.

Kusmana, D. 2006. Olahraga untuk Orang Sehat dan Penderita Penyakit Jantung (Trias SOK & Senam 10 Menit). Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

Mihardja, L. 2012. Sistem Energi dan Zat Gizi yang Diperlukan pada Olahraga Aerobik dan Anaerobik. Badan Litbang Depkes RI. Jakarta.

Moon, H. W., et al. 2016. Effects of Various Acute Hypoxic Conditions on Metabolic Parameters and Cardiac Function During Exercise and Recovery. SpringerPlus (2016) 5:1294.

Muliadin. 2009. Pengaruh Circuit Training Terhadap Nilai Kapasitas Vital Paru, Daya Tahan Otot dan Jumlah Eritrosit Mahasiswa Keperawatan. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.

Muryono, S. 2010. Anatomi Fungsional Sistem Lokomosi (Pengantar Kinesiologi). Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.

Mutohir, T. C., Muhyi, M., dan Fenanlampir, A. 2011. Berkarakter dengan Berolahraga Berolahraga dengan Berkarakter. Sport Media. Surabaya.