DISKURSUS “AKU BENCI NARKOBA” DAN EFEK KUASANYA TERHADAP PELAJAR MAKASSAR YANG DIREHABILITASI DI YKP2N MAKASSAR

Asmaul Husna(1*), Muhammad Syukur(2),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/sosialisasi.v0i0.12362

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bentuk kuasa diskursus “Aku Benci Narkoba” terhadap pelajar Makassar yang direhabilitasi di YKP2N Makassar dan 2) Mengetahui efek kuasa yang ditimbulkan dari diskursus “Aku Benci Narkoba” terhadap pelajar Makassar yang direhabilitasi di YKP2N Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif tipe deskriptif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dengan cara purposive sampling dengan kriteria pelajar Makassar yang masih aktif dan di seragam sekolahnya terdapat atribut “Aku Benci Narkoba” dengan jumlah informan sebanyak 7 pelajar. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap kesimpulan (verifikasi). Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kuasa diskursus “Aku Benci Narkoba” terhadap pelajar Makassar yang direhabilitasi di YKP2N Makassar tidak memiliki bentuk baik dari kuasa atas pikiran maupun kuasa atas tubuh. Sebaliknya, dari segi pikiran banyak diantara mereka yang tidak mengetahui makna dari wacana “Aku Benci Narkoba” dan dari segi tubuh (tindakan) mereka justru acuh terhadap wacana “Aku Benci Narkoba” sehingga pelajar tetap melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba. Hal itu dapat terjadi karena adanya wacana-wacana tandingan dari teman sepermainan pelajar penyalahguna narkoba yang mampu mengalahkan kuasa wacana “Aku Benci Narkoba” seperti wacana “Narkoba itu bagus”, “Kita kuat jika memakai narkoba” dan “Dengan Narkoba kita fly” yang lebih mampu memberikan kuasa atas pikiran dan tubuh pelajar penyalahguna narkoba. 2) Diskursus “Aku Benci Narkoba” tidak memiliki efek kuasa terhadap pelajar Makassar yang direhabilitasi di YKP2N Makassar. Adapun yang melatarbelakangi pelajar penyalahguna narkoba untuk mengikuti program rehabilitasi dan memunculkan niat berhenti menyalahgunakan narkoba yakni karena adanya kuasa wacana lain yaitu wacana “The Creed” dari pihak YKP2N melalui para Konselor Pendamping pelajar penyalahguna narkoba di YKP2N Makassar sehingga mampu memunculkan rasa sadar dari diri sendiri (memikirkan keluarga dan malu terhadap lingkungannya), takut tertangkap pihak kepolisian, dan tidak ingin rehabilitasi lagi (apabila tertangkap kembali).


Keywords


Peranan Guru; Kesulitan Belajar Akademik

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 170 times | PDF view : 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.