Pengembangan Desain Ornamen Berbasis Kearifan Lokal pada Elemen Estetis Eksterior Masjid Imaduddin Tancung Kabupaten Wajo

Alimuddin Caco(1*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author



Abstract


Abstrak. Masjid Imaduddin Tancung Kabupaten Wajo yang sedang dibangun menuju tahap finishing, sisi lain Pengurus Masjid berkeinginan memenuhi harapan masyarakat terutama para jamaahnya untuk mewujudkan masjid yang berciri khas, berkarakter, dan tampil sebagai penegas identitas. Namun bentuk arsitektur masjid yang sedang dibangun memiliki gaya bangunan dengan unsur-unsur kesamaan dari ragam bangunan rumah ibadah Islam lainnya. Dalam memenuhi harapan tersebut maka dipandang perlu suatu tampilan pembeda yang lahir dari elemen-elemen estetis bangunan masjid yang melekat baik pada eksterior maupun pada interior yang berciri khas, berkarakter hingga sampai pada tercitranya suatu penegas identitas. Maka dipandang penting melakukan pengembangan desain ornamen berbasis kearifan lokal sebagai alternatif solusi kepada Pengurus Masjid. Oleh karena itu, prosedur pengembangan yang akan dirancang adalah menggunakan adaptasi model penelitian pengembangan dari Borg & Gall yang disederhanakan empat tahap, yaitu: pendahuluan, perancangan, uji-validasi dan disempurnakan, serta diseminasi. Harapannya dalam penelitian (tahun pertama) ini lahir desain ornamen yang dikembangkan dari konsep kearifan lokal dari filosofi ‘sulafa eppa’ dan ‘simbol mikro kosmos’ pada elemen estetis eksterior, yakni pada: 1) kepala kuba, 2) lest plan, 3) anjong, 4) krawangan/ventilasi, 5) relief dinding luar, dan 6) daun pintu  Masjid Imaduddin Tancung Kabupaten Wajo. Dari hasil pengembangan desain ini disarankan berkelanjutan pada bagian interior agar ornamen estetis berbasis kearifan lokal ini semakin muncul penguatannya.

Kata Kunci: desain, ornamen, kearifan lokal, elemen estetis, Masjid Imaduddin.


Full Text:

PDF

References


Baidlowi, H. & Daniyanto, E., 2003. Arsitektur Permukiman Surabaya. Surabaya: Karya Harapan.

Barthes, Roland, (terj. Kurniawan), 2001. Semiologi, Magelang: Indonesia Tera.

Berger, Arthur A., (terj. M. Dwi Marianto), 1984. Tanda-tanda Dalam Budaya Kontemporer, Suatu Pendahuluan Untuk Semiotik, Yogyakarta: Tiara Wacana.

Borg, Walter R, dan Gall, Merdith D. 1983. Edducation Research: An Introduction. New York: David Mc Company Inc.

Haryanto, Eko. 2018. “Pemanfaatan Ragam Hias Mantingan sebagai Strategi Inovasi Pengembangan Industri Kreatif Kerajinan Kayu Jepara”. Disertasi: Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Herawati. Andi. 2015. “Keindahan sebagai Elemen Spiritual Perspektif Islam Tradisional”. Jurnal Kawistara – Jurnal Sosial dan Humaniora ISSN: 2088-5415 ISSN online: 2355-5777 Vol. 5 No. 2. Jogyakarta: Sekolah Pascasarjana UGM.

Hidayat, Arif. 2014. “Masjid dalam Menyikapi Peradaban Baru”. Ibda Jurnal Kebudayaan Islam ISSN: 1693-6736, Vol. 12 No. 1 (Januari – Juni).

Kurniawan, Syamsul. 2014. “Masjid dalam Lintasan Sejarah Ummat Islam” Jurnal Khatulistiwa – Joernal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (September). Bandung: MKDU – FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Mistaram, A. & Agung A.A.G. 1991. Ragam Hias Indonesia. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, IKIP Malang.

Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Toekio, Soegeng. 1987, Mengenal Ragam Hias Indonesia : Bandung: Angkasa.


Article Metrics

Abstract view : 11 times | PDF view : 8 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.