Miskonsepsi Materi Fluida Statis Pada Peserta Didik Kelas XI MIA 7 SMA Negeri 1 Gowa

Harmania Harmania(1*), Aisyah Azis(2), Agustinus Jarak Patandean(3),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author



Abstract


Penelitian ini adalah penelitian perpaduan antara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantatif dilakukan dengan penelitian survey sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan metode studi kasus (Case Study) yang bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi materi tekanan hidrostatis pada kelas XI MIA 7 SMA Negeri 1 Gowa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gowa. Instrumen penelitian yang digunakan tes pilihan ganda disertai dengan Certainty of Response Index (CRI) sehingga diperoleh data miskonsepsi peserta didik dan wawancara mendalam untuk menelusuri lebih lanjut miskonsepsi peserta didik pada konsep tekanan hidrostatis. Sehingga dapat dinyatakan bahwa terjadi miskonsepsi peserta didik pada materi tekanan hidrostatis. Adapun miskonsepsi peserta didik diantaranya: (1) Tidak dapat membedakan antara massa dan berat dengan anggapan bahwa massa adalah berat suatu benda; (2) Tidak dapat membedakan antara massa jenis dan berat jenis dengan anggapan bahwa massa jenis adalah berat jenis suatu benda; (2) kedalaman zat cair adalah jarak panjang lintasan zat cair; (3) Semakin luas ruang bejana (luas penampang tempat fluida) semakin besar tekanan hidrostatis yang diberikan, begitupun sebaliknya; (4) semakin banyak volume air pada suatu wadah maka tekanan hidrostatisnya semakin besar; dan (5) Tekanan udara tetap sama pada tempat yang berbeda ketinggiannya.

Kata kunci: Miskonsepsi peserta didik, tekanan hidrostatis

 

This research is a research combination of quantitative and qualitative. Quantative research was conducted with survey research while qualitative research was conducted by case study method (Case Study) which aims to know the misconception of material of hydrostatic pressure in class XI MIA 7 SMA Negeri 1 Gowa. This research was conducted in SMA Negeri 1 Gowa. The research instrument used by multiple choice test was accompanied by Certainty of Response Index (CRI) to obtain the students' misconception data and in-depth interview to further explore the misconception of learners on the concept of hydrostatic pressure. So it can be stated that the misconception of learners on the material of hydrostatic pressure. The misconceptions of learners include: (1) Can not distinguish between mass and weight with the assumption that mass is the weight of an object; (2) Can not distinguish between density and specific gravity, assuming that the density is the specific gravity of an object; (2) the depth of the liquid is the long distance of the liquid path; (3) The more vessel space (the area of fluid where the fluid is) the greater the hydrostatic pressure is given, and vice versa; (4) the more volume of water in a container the greater the hydrostatic pressure; and (5) Air pressure remains the same at different altitudes.

Keywords: Misconception of learners, hydrostatic pressure.

Full Text:

Pdf

References


Anderson dan Krathwohl. 2010. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, Suharsini. 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Aryawan. 2014. Dasar-dasar Motivasi dalam Lingkungan Akademik (Edisi ke-2). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Berg, Ed Van. 1991. Miskonsepsi Fisika Dan Remediasi. Salatiga:Univeristas Kristen Satya Wacana.

Dewi, Iqlima Noor Aklama., dkk. 2016. Miskonsepsi Siswa SMA Pada Materi Hukum Archimedes. Prosiding Seminar Nasional Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.

Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Hasan, Saleem, Diola Bagayoko, & Ella Kelley. 1999. Misconceptions and the Certainty of Response Index (CRI). Jurnal of Physic.Vol.V hal 295.

Liliawati, Winny & Taufik Ramalis. 2008. Identifikasi Miskonsepsi Materi IPBA di SMA dengan Menggunakan CRI (Certainty of Response Index) dalam Upaya Perbaikan Urutan Pemberian Materi IPBA pada KTSP. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 3-4.

Mosik & Maulana. 2010. Usaha Mengurangi Terjadinya Miskonsepsi Fisika Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Konflik Kognitif. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6, 98-103.

Ormrod & Jeanne Ellis. (2009). Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Pratiwi, Arida. 2013. Pembelajaran dengan Praktikum Sederhana untuk Mereduksi Miskonsepsi Siswa pada Materi Fluida Statis di Kelas XI SMA Negeri 2 Tuban. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika. (Online). (http://ejournal.unesa.ac.id./article/5999/32/article.pdf diakses tanggal 10 Desember 2017).

Ramadhani. 2015. Analisis Miskonsepsi Materi Fisika Menggunakan Certainty of Response Index (CRI) Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Malili. Jurnal. Universitas Negeri Makassar.

Soeparmo. 1984. Struktur Keilmuan dan Teori Ilmu Pengetahuan Alam. Airlangga: University Press.

Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Suparno, Paul. 2013. Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Jakarta. PT. Grasindo.


Article Metrics

Abstract view : 69 times | Pdf view : 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.