Pemberdayaan Taman Baca Masyarakat dan Guru Sekolah Dasar dalam Menyiasati Pandemi Siber: Gotong Royong melalui Digital Civic Engagement

Fauzi Abdillah(1*), Suhadi Suhadi(2), Chanisa Putri Tertia(3), Abdul Rohman Tarigan(4), Andri Andri(5), Farhan Fahrezi(6),

(1) (Scopus ID: 57211269120) Universitas Negeri Jakarta
(2) Universitas Negeri Jakarta
(3) Universitas Negeri Jakarta
(4) Universitas Negeri Jakarta
(5) Universitas Negeri Jakarta
(6) Universitas Negeri Jakarta
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/publikan.v11i2.16438

Abstract


Artikel ini memaparkan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berangkat dari ancaman pandemi siber. Isu kejahatan siber terhadap anak baik pornografi dan prostitusi di ranah daring sebagai cybercrime berpotensi menjadi wabah selanjutnya yang akan dihadapi. Ancaman ini perlu dihadapi warga negara dengan pengetahuan dan keterampilan yang mencukupi. Warga Jawa Barat juga memiliki kondisi dan kebutuhan yang serupa terkait tantangan teknologi digital tersebut. Melalui paradigma Pendidikan Gerakan Semesta, yaitu seluruh komponen masyarakat perlu ikut terlibat untuk bersama mendidik dan menyebarkan kesadaran tentang tantangan kehidupan sosial di era digitalisasi. Maka, konsep dan rancang bangun Digital Intelligence, khususnya Digital Citizenship Intelligence yang dikembangkan oleh DQ Institute bisa diaplikasikan dalam mencegah terjadinya kejahatan siber.
Artikel ini memaparkan strategi yang dilakukan untuk menghadapi masalah tersebut adalah pemberdayaan Komunitas Literasi yakni Forum Taman Baca Masyarakat Jawa Barat dan Guru Sekolah Dasar yang terlibat di dalamnya. Pemberdayaan ini merupakan wujud community partnership dalam menghadapi serta mencegah cyber-risk pada masyarakat di Jawa Barat. Civic Engagement sebagai salah satu norma di mana seluruh warga ikut terlibat dengan pengetahuan, keterampilan, komitmen, dan motivasi untuk melakukan perubahan sosial, bisa terwujud dengan kolaborasi dengan Taman Baca sebagai salah satu situs kewarganegaraan. Maka, Webinar dilaksanakan dengan teman yang relevan dilaksanakan untuk menyebarkan kesadaran akan pandemi siber yang mulai terjadi ini. Kegiatan ini menghasilkan model pemberdayaan hipotetis untuk dikembangkan kembali dalam kerangka gotong royong melalui digital civic engagement. Akademisi, guru, masyarakat, dan pemerintah perlu dirajut oleh teknologi untuk membuat perubahan sosial sesuai harapan.


Keywords


Pemberdayaan Komunitas, Pandemi Siber; Literasi Digital; Civic Engagement; Taman Baca Masyarakat

Full Text:

PDF

References


Abdillah, F. (2015). Pengembangan Keterlibatan Warga Negara Melalui Penggalangan Dana Online Untuk Memupuk Tanggung Jawab Sosial Mahasiswa. Bandung: SPS UPI.

Adler, R. P. (2005). What Do We Mean By "Civic Engagement"? Journal of Transformative Education.

Agustino, H. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Gerakan Literasi di Taman Baca Masyarakat Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 5(1), 142-164.

CNN Indonesia . (2019, October 30). Polri Catat 3.000 Kasus Kejahatan Siber Hingga Agustus 2019. Retrieved from CNN Indonesia : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191029183819-185-443890/polri-catat-3000-kasus-kejahatan-siber-hingga-agustus-2019

DQ Institute. (2018). Outsmart the Cyber-Pandemic Empower Every Child with Digital Intelligence by 2020. DQ Institute.

Ehrlich, T. (2000). Civic responsibility and higher education.. Phoenix, AZ: Greenwood Publishing Group.

Jacoby, B. (2009). Civic engagement in higher education: concepts and practices. . San Francisco: Jossey-Bass.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2017). Survey Penggunaan TIK 2017 serta implikasinya terhadap aspek sosial budaya masyarakat. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi Publik Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Luciana, E. T., Winoto, Y., & Anwar, R. K. (2019). Motivasi Pengelola Dalam Mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Di Kabupaten Bandung Barat. Indonesian Journal of Academic Librarianship, 3(2), 51-62.

Nanda, H. I. (2019). Literasi Finansial pada Taman Baca Masyarakat. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI, 3(2), 209-215.

Park, Y. (2019). DQ Global Standards Report 2019: Common Framework for Digital Literacy, Skills and Readiness. DQ Institute.

Prahardika, F. (2020). Peran Taman Baca Masyarakat Silayung dalam Meningkatkan Literasi Informasi. Comm-Edu (Community Education Journal), 3(1), 50-55.

Rizki, R., & CNN Indonesia. (2018, July 17). Polri: Indonesia Tertinggi Kedua Kejahatan Siber di Dunia. Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180717140856-12-314780/polri-indonesia-tertinggi-kedua-kejahatan-siber-di-dunia


Article Metrics

Abstract view : 211 times | PDF view : 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Fauzi Abdillah, Suhadi Suhadi, Chanisa Putri Tertia, Abdul Rohman Tarigan, Andri Andri, Farhan Fahrezi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Publikasi Pendidikan : Jurnal Pemikiran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pendidikan

ISSN 2548-6721 (online), ISSN 2088-2092 (print)
Email: publikan@unm.ac.id

Free counters!

 Creative Commons License
Publikasi Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.