Keanekaragaman Makrozoobentos dan Analisis Kualitas Air di Waduk Bili-bili Kabupaten Gowa

M. Ahmad Efendi(1*), Subari Yanto(2), Patang Patang(3),

(1) Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian, Universitas Negeri Makassar
(2) Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian, Universitas Negeri Makassar
(3) Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian, Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jptp.v9i1.25111

Abstract


Bili-bili dam is the largest dam in South Sulawesi and is located in Gowa Regency. This study aims to analyze the diversity of macrozoobenthos in freshwater waters in the Bili-bili Reservoir, Gowa Regency and evaluate the water quality in the Bili-bili Reservoir in accordance with the water quality standards requirements of PP RI Number 82 of 2001 concerning Water Quality Management and Water Pollution Control. This research was conducted in March – April 2021, carried out in the village of Bili-Bili, Gowa Regency and sampling was carried out at three stations with ex situ and in situ methods. The data analysis technique used in this research is the diversity index, uniformity index and dominance index. The results showed that the macrozoobenthic diversity index value ranged from 2.04 - 2.22 and was classified in the medium category, the macrozoobenthos uniformity index ranged from 0.94 - 0.97 and belonged to the high category and the macrozoobenthos dominance index ranged from 0.12 - 0. ,14 and belongs to the low category. Furthermore, the results of the analysis of water quality parameters in the Bili-bili Reservoir, Gowa Regency, show that it is still at the threshold of class I - IV water quality standards when compared with the requirements of water quality standards based on PP NO. 82 of 2001 where the temperature parameters ranged from 28oC - 29oC, pH ranged from 7.4 - 7.7 and DO ranged from 6.89 - 6.94.

 

Bendungan Bili-bili adalah bendungan terbesar yang terdapat di Sulawesi-Selatan serta terletak di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman makrozoobentos di perairan air tawar di Waduk Bili-bili Kabupaten Gowa dan  untuk mengetahui kualitas air di Waduk Bili-bili apakah sesuai dengan syarat baku mutu air PP RI Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan  Kualitas  Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret – april 2021, dilakukan di desa bili-bili kabupaten gowa dan pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun dengan metode ex situ dan in situ. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman makrozoobentos berkisar antara 2,04 - 2,22 dan tergolong dalam kategori sedang, indeks keseragaman makrozoobentos berkisar antara 0,94 - 0,97 dan tergolong pada kategori tinggi serta indeks dominansi makrozoobentos berkisar antara 0,12 - 0,14 dan tergolong dalam kategori rendah. Selanjutnya, hasil analisis parameter kualitas air yang terdapat di Waduk Bili-bili Kabupaten Gowa menunjukkan masih pada ambang batas baku mutu air kelas I - IV Bila dibandingkan dengan syarat standar mutu air berdasarkan PP NO. 82 tahun 2001 dimana parameter suhu berkisar antara 28oC - 29oC, pH berkisar antara 7,4 - 7,7 dan  DO berkisar antara 6,89 - 6,94.


Keywords


Macrozoobenthos; Water Quality; Reservoir; Bili-bili

Full Text:

PDF

References


Agustiningsih, D. (2012). Kajian Kualitas Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air Sungai. Tesis. Universitas Diponegoro.

Andria, O., & Tati, S. S. (2015). Keanekaragaman dan Distribusi Makrozoobentos Di Perairan Lotik dan Lentik Kawasan Kampus Institut Teknologi Bandung, Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, Jurnal Bioedukasi. 1.

Dharma, B. (1992). Siput dan Kerang Indonesia II. PT. Sarana Graha, Jakarta.

Dharma, B. (2005). Recent dan Fossil Indonesian Shell. Conchbooks. Germany.

Dharmawibawa, I. D., Hunaepi, & Herdiana F. (2014). Analisis Kualitas Air Sungai Ancar dalam Upaya Bioremidiasi Perairan. Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA “PRISMA SAINS”. Vol. 2 (2).

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Fajri, N. (2013). Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pantai Kuwang Wae Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Education, 8(2) : 81-100.

Flynn, K. M. (1999). Alabama watershed demonstration project.

Faminella dan Flynn, The Alabama Watershed Demonstration Project: Biotic Indicators of Water Quality (Alabama: Auburn University, 1999), dikutip oleh Teguh Santoso, "Skripsi : Keanekaragaman Makrobentos Sebagai Indikator Biologi Kualitas Air Di Sungai Way Belau Bandar Lampung" (Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2017), hal. 37.

Frasawi, A., Rompas, R. J., & Watung, J. C. (2013). Potensi budidaya ikan di Waduk Embung Klamalu Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat: Kajian kualitas fisika kimia air. e-Journal Budidaya Perairan, 1(3).

Goldman, C. R. & Horne, A. J. (1983). Limnology. Mc. Graw Hill. International BookCompany, Tokyo.

Harahap, A. (2019). Peranan Makrozoobentos sebagai Biondikator Kualitas Air di Sungai Bilah Labuhan Batu. Skripsi. Medan. Universitas Sumatera Utara.

Ira, I., Rahmadani, R., & Irawati, N. (2015). Keanekaragaman dan Kepadatan Gastropoda di Perairan Desa Morindino Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Aquasains, 3(2), 265-272.

Kariono, M., R. Achmad & Bustamin. (2013). Kepadatan dan Frekuensi Gastropoda Air Tawar di Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. e-Jipbiol. 1:57-64.

Krebs, C. J. (1989). Ecological Methodology. Harper and Row Publisher: New York.

Kristiningsih, A., & Mardiyana, M. (2020). Pengaruh Sedimentasi Breakwater Terhadap Komunitas Makrozoobentos Di Pesisir Semarang. Jurnal Perikanan Tropis, 7(1), 1-11.

Fachrul, M. F. (2007). Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Munandar, A., Ali, M. S., & Karina, S. (2016). Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Estuari Kuala Rigaih Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Dan Perikanan Unsyiah, 1, 331-336.

Nangin, S. R., Langoy, M. L., & Katili, D. Y. (2015). Makrozoobentos sebagai indikator biologis dalam menentukan kualitas air Sungai Suhuyon Sulawesi Utara. Jurnal MIPA, 4(2), 165-168.

Odum, E. P. (1998). Dasar-dasar Ekologi: Terjemahan dari Fundamentals of Ecology. Alih Bahasa Samingan, T. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Ramadini, L. (2019). Keanekaragaman Makrozoobenos Sebagai Bioindikator Kualitas Air Di Sungai Way Kedamaan Bandar Lampung. Skripsi. Bandar Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Sahri, A. B., & Ningrum, A. (2000). Keragaman Makrobentos pada Berbagai Substrat Buatan di Sungai Cigalah Cilacap. Jurnal Biosfera, 15.

Salmin, S. (2005). Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana, 30(3), 21-26.

Sejati, W., Juwono, P. T., & Asmaranto, R. (2016). Efektivitas Kegiatan Pengerukan Sedimen Waduk Bili-Bili ditinjau dari Nilai Ekonomi. Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering, 7(2), 268-276.

Setiawan, D. (2009). Studi komunitas makrozoobenthos di perairan hilir Sungai Lematang sekitar daerah pasar bawah Kabupaten Lahat. Jurnal Penelitian Sains, 9(1), 12-14.

Setyobudiandi, I. (2009). Sampling dan analisis data perikanan dan kelautan: terapan metode pengambilan contoh di wilayah pesisir dan laut. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Simamora, D. R. (2009). Studi Keanekaragaman Makrozoobentos di Aliran Sungai Padang Kota Tebing Tinggi.[Skripsi]. FMIPA Universitas Sumatera Utara.

Siamtupang, L. L. O., Kardhinata, E. H., & ZNA, H. M. (2017). Keanekaragaman jenis makrozoobentos dimuara sungai nipah kecamatan perbaungan kabupaten serdang bedagai sumatera utara. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan), 4(1), 69-81.

SNI 06-6989.11-2004. Cara Uji pH dengan pH meter.

SNI 06-6989.14-2004. Cara Uji Oksigen Terlarut (DO) Secara Yodometri (Modifikasi Azida) Revisi dari SNI 06-2424-1991 Dengan Judul Metode Pengujian Oksigen Terlarut Dengan Titrimetri.

SNI 06-6989.23-2005. Cara Uji Suhu Dengan Termometer.

Sudinno, D., Jubaedah, I., & Anas, P. (2015). Kualitas air dan komunitas plankton pada tambak pesisir Kabupaten Subang Jawa Barat. Jurnal penyuluhan perikanan dan kelautan, 9(1), 13-28.

Widianto, D., Suprayogo, S. L., & Dewi, S. (2010). Implementasi kaji cepat Hidrologi (RHA) di Hulu DAS brantas, Jawa timur. Publ by World Agrofor Cent ICRAF Southeast Asia Reg Off.

Zein, A. Z. (2019). Studi keanekaragaman Moluska (Gastropoda Dan Bivalvia) sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Pesisir Pulau Bawean Kabupaten Gresik (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).


Article Metrics

Abstract view : 206 times | PDF view : 54 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Publisher Address :

Department of Agricultural Technology Education, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Makassar

Kampus UNM Parang Tambung, Jalan Daeng Tata Raya, Makassar, South Sulawesi, Indonesia 90224
Email: [email protected]
Website: http://ojs.unm.ac.id/ptp


INDEXED BY :

This journal is published under the terms of  Creative Commons Attribution 4.0 International License.