PARENTING EDUCATION DALAM LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN

Wiwin Yulianingsih(1*), Gunarti Dwi Lestari(2), Rezka Arina Rahma(3),

(1) Universitas Negeri Surabaya
(2) Universitas Negeri Surabaya
(3) Universitas Negeri Surabaya
(*) Corresponding Author

Abstract


Parenting adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orangtua dan anak-anak. Pengasuhan orang tua adalah suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak, di mana orang tua memberikan stimulasi anaknya dengan mengubah tingkah laku, pengetahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anak mandiri, dapat berkembang secara sehat dan optimal. Orang tua mempunyai tujuan dan mengajak orangtua untuk bersama-sama memberikan yang terbaik buat anak-anak mereka. Literasi adalah proses aktif pembelajaran yang melibatkan kesadaran sosial dan refleksi kritis yang bisa memberdayakan individu dan kelompok untuk mendorong perubahan sosial. Terdapat enam komponen literasi, diantaranya literasi linguistik, literasi bilangan, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi, literasi keuangan, dan literasi budaya dan kewargaan. Karena kebiasaan literasi budaya dan kewargaan tidak bisa ditumbuhkan secara tiba-tiba, untuk itu, penanaman cinta buku dan pengenalan kebudayaan sejak dini harus dilakukan oleh keluarga baik itu orangtua atau orang dewasa yang mengasuh anak-anak. Pengembangan budaya literasi bangsa dan kewargaan dalam keluarga melalui penyediaan bahan bacaan dan menumbuhkan budi pekerti, minat baca yang dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga.

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Abu & Sholeh, Munawar, 2005. Psikologi Perkembangan, Jakarta: Reneka Cipta

Al-Hanan, 2018: Peran Literasi Budaya & Kewargaan dan Pendidikan Agama dalam Revitalisasi Pancasila. http://al-hanaan.com/peran-literasi-budaya-kewargaan-dan-pendidikan-agama-dalam-revitalisasi-pancasila/diakses5 Oktober 2018, Jam 14.05.00

Bronfenbrenner, Urie. 1979. The Ecologi of Human Development. United States of America. Harvard University Press.

Collom, E. (2005). The ins and outs of homeschooling: The determinants of parental motivations and student achievement. Education and Urban Society, 37 (3), 307-335.

D’Antonio WV, 1983: Family Life, Region and Society Values and Structures, Families and Regions: Conflict and Change in Modern Society, ed.D’ Antonio WV and Aldios, Jbeverly Hills: SagePblication.

Daryo, Agoes. 2004. Psikologi Perkembangan Remaja, Bogor. Ghabila Indonesia

H.A.R. Tilaar, (1999). Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

___________, (2004). Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka

M. Ainul Yaqin. 2005. Pendidikan Multikultural Cross-Cultural Inderstanding Untuk Demokrasi dan Keadilan. Jogjakarta: Pilar Media

Ma’arif, Syamsul. 2007. Revitalisasi Pendidikan Islam. Jogjakarta: Graha Ilmu

Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan, 20017. Kementerian Pendidikan dan Kemudayaan: Jakarta.

Parker, J. S., & Benson, M. J. (2004). Parentadolescent relations and adolescent functioning: self-esteem, substance abuse, and delinquency. Adolescence, 39 (155).

Smith, C.A, Cudaback, D., Goddard, H.W., $ Myers-Wialls, J. 1994. National Extension, Parent Education Model of Critical Parenting Practise Manhattan, Kansas: Kansas Cooperative Exentension Servive

Yulianingsih, Wiwin. 2016: Peran Pendidikan Keluarga dalam Literasi Anak, http://pnf.unnes.ac.id/wp-content/uploads/2016/12/PROSIDING-PLS-UNNES-2016-min.pdf#page=74


Article Metrics

Abstract view : 16 times | PDF view : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sekretariat Panitia

Ruang Dosen Jurusan PLS FIP UNM

Gedung kantor Fakultas Ilmu Pendidikan

Jl. Tamalate I Tidung Makassar Kampus IV UNM Sektor Tidung

ISBN : 9786025339707