MERANTAU: STUDI TENTANG FAKTOR PENDORONG DAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI TERHADAP AKTIVITAS MERANTAU DI DESA SIJELLING KECAMATAN TELLU SIATTINGE KABUPATEN BONE

Agustan Agustan(1*), Sopian Tamrin(2),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) 
(*) Corresponding Author



Abstract


Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui faktor yang melatar belakangi munculnya kebiasaan merantau pada masyarakat di Desa Sijelling.2) Untuk mengetahui dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari aktifitas perantauan pada masyarakat di Desa Sijelling.

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan penentuan informan dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria seperti:  masyarakat yang pernah merantau, kedua masyarakat yang melakukan perantauan dan masyarakat yang di tinggalkan oleh perantau. Adapun yang menjadi informan yaitu masyarakat Desa Sijelling sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang digunakan untuk memperoleh data secara konkret yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan 1) Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya aktivitas merantau di Desa Sijelling faktor ketidak kebebasan individu, faktor ekonomi, sempitnya lapangan pekerjaan di daerah asal, faktor pendidikan, Adanya kesempatan kerja di daerah tujuan yang dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga. 2) Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan terhadap aktivitas merantau Desa Sijelling yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yang ditimbulkan masyarakat Desa Sijelling dengan meninggalkan kampung halamanya yaitu mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan yaitu bergesernya norma adat setempat maupun agama, hal ini terutama terjadi di kalangan muda. Di samping itu budaya matrialistik telah juga menembus daerah asal. Sehingga suatu pekerjaan tadinya merupakan suatu kewajiban sosial, dapat digantikan dengan uang. Tentu saja hal tersebut akan melunturkan budaya gotong royong. Dampak negatif lainya dapat berupa tenaga kerja daerah asal yang di harapkan dapat mengusahakan lahan pertanian secara optimal semakin berkurang.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 150 times | PDF view : 1385 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prgram Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar

Jl. A. P. Pettarani, Makassar, 90222

Telp/Fax. 0411-885105

Email: ps.sosiologiunm@gmail.com