Dampak Perceraian Orang Tua Dalam Kehidupan Sosial Anak

Andi Irma Ariani(1*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengkaji, dan menjelaskan (i) Penyebab terjadinya perceraian, (ii) Dampak perceraian orang tua dalam kehidupan sosial anak. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, dimana peneliti cenderung memilih informan secara variatif berdasarkan (alasan), yang jumlahnya adalah 30 orang dari 7 keluarga. Informan pendukung pada subjek penelitian ini adalah pasangan suami isteri yang bercerai (usia 20-56 tahun), anak (usia 6-22 tahun), orang tua/mertua (usia 60-70 tahun). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (i) Penyebab terjadinya perceraian dalam kehidupan sosial anak adalah hancurnya hubungan rumah tangga pasangan suami isteri yang menyebabkan perceraian dipicu berbagai macam sebab, diantaranya  tidak harmonisnya hubungan suami isteri dari segi pemenuhan kebutuhan biologis, persoalan prinsip hidup yang berbeda,  perbedaan penghasilan dalam peningkatan kesejahteraan hidup, adanya perselingkuhan, yakni Pria Idaman Lain (PIL) dan Wanita Idaman Lain (WIL) sebagai pihak ketiga perusak hubungan rumah tangga, perbuatan-perbuatan yang melanggar peran dan fungsinya masing-masing sebagai suami atau isteri, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan adanya pengaruh dukungan sosial dari pihak luar. (ii) Dampak perceraian orang tua dalam kehidupan sosial anak adalah kenakalan remaja, stress, phobia, sedih dan bingung menghadapi masalah yang ada, tidak mampu mengungkapkan perasaan, adanya perasaan kehilangan orang tua, daya imajinatif berkurang, kurang percaya terhadap pasangan (bagi yang dewasa), dan kurang percaya diri baik dilingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya.

Keywords


Dampak Perceraian, Orangtua, Anak

Full Text:

PDF

References


Abdul, Abu. 2003. 15 Sebab Dicabutnya

Berkah. Jakarta: Pustaka AlKautsar.

AlHayali Kamil. 2005. Solusi Islam

Dalam Konflik Rumah Tangga. Jakarta: Grafindo.

Ansory, 2001. Jalan Kebahagiaan Yang

Diridhai. Jakarta: Grafido.

Arifin, Gus. 2016. Menikah Untuk

Bahagia. Jakarta: Gramedia.

Dagun, Save. 2002. Psikologi Keluarga.

Jakarta: Rineka Cipta

Dzahabi, 2002. Al Kabair Galaksi Dosa.

Jakarta: Darul Falah.

Hadikusuma, Hilman, 1995. Pengantar

Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Ihromi, T.O, 2004. Bunga Rampai

Sosiologi Keluarga. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Jalaluddin, 2002. Mempersiapkan

Anak Saleh. Jakarta: Grafindo.

Kaelan, 2012. Metode Penelitian

Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma.

Moleong, J.Lexy. 2007. Metodologi

Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Ranjabar Jacobus, 2013. Sistem Sosial

Budaya Indonesia. Bandung: Alfabeta.

Ruswandi, 2013. Psikologi Pembelajaran.

Bandung: Cipta Pesona Sejahtera.

Sa’suddin, 2000. Upaya Musuh

Menghancurkan Islam Melalui Keluarga. Bandung: Irsyad Baitus Salam.

Setiady, Tolib. 2008. Intisari Hukum Adat

Indonesia (Dalam Kajian Kepustakaan). Bandung: Alfabeta.

Silalahi, Karlinawati, 2010. Keluarga

Indonesia. Jakarta: Grafindo.

Sugiyono, 2014. Metode Penelitian

Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Jakarta: Alfabeta.

Thobroni, Munir, 2010. Meraih Berkah

Dengan Menikah. Yogyakarta: Pustaka Marwa.

Watiniyah Ibnu, Ummu Ali. 2015. Hadiah

Pernikahan Terindah. Jakarta: Kaysa

Media.

Wirawan, 2013. Teori-Teori Sosial Dalam

Tiga Paradigma. Jakarta: Kencana




DOI: https://doi.org/10.26858/pir.v2i2.10004

Article Metrics

Abstract view : 53 times | PDF view : 35 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Dipublikasikan oleh

Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Jalan Bontolangkasa Makassar Email: [email protected]

081241370423

 

Phinisi Integration review telah terindex oleh:

   

 

 

 

PIR My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.