BIOSKOP DI KOTAMADYA UJUNG PANDANG (1971-1999)

Rahmatia Rahmatia(1*),

(1) Sejarah
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/pattingalloang.v2i1.8413

Abstract


Bioskop di Kotamadya Ujung Pandang telah ada pada abad ke-30 yang di bawah oleh orang Belanda. Yang kemudian di ikuti oleh orang Cina sebagai suatu kebanggan untuk menyambut orang-orang Belanda. Kemudian terjadi penggolongan Bioskop yang diakibatkan oleh faktor ras, ekonomi, jenis film, dan fasilitas gedung. Pada tahun 1970-an jumlah Bioskop di Kotamadya Ujung Pandang sekitar 25 gedung Bioskop namun pada tahun 1990-an itu mengalami penurunan diakibatkan kerena adanya televisi, monopoly film oleh studio 21, serta adanya VCD dan DVD bajakan. periode emas dalam perbioskopan di Kotamadya Ujung Pandang adalah tahun 1970-an. Periode emas ini juga ditandai dengan banyaknya masyarakat yang mengunjungi Bioskop sehingga kehadiran Bioskop menjadi sesuatu yang menghibur bagi masyrakat. Bioskop di Kotamadya Ujung Pandang memiliki banyak peranan diantaranya dijadikan sebagai usaha Bisnis, sebagai media hiburan bagi masyarakat, selain itu Bioskop juga di jadikan sebagai gaya hidup bagi masyarakat, dan yang paling penting bahwa Bioskop juga berperan dalam pendidikan utamanya sebagai pemberi informasi dan pengetahuan bagi masyarakat pada saat itu.

 

Kata Kunci: Bioskop, Kotamadya Ujung Pandang


Full Text:

 Subscribers Only

References


Djumhur.1976.Sejarah Pendidikan.Bandung, CV.Ilmu

Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ketiga. 2001. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Balai Pustaka

Racman, Anwar dkk (editor).2005.Makassar Nol Kilometer.Makassar. Ininnawa

Rohmat Haryadi. 2008. Saat Bioskop Jadi Majelis Taklim. Mizan Media Utama:Bandung

Sumantri, Iwan.2004. Kepingan Mozaik Sejarah Budaya Sulawesi Selatan. Makassar. Ininnawa

Tirtarahardja Umar, La Sulo.2010.Pengantar Pendidikan.Jakarta,DirjenPT

Pemerintah Kotamadya Ujung Pandang (1926-1988). 1425. Walikotamadya Kepala Daerah Tk II Ujung Pandang: Surat Keputusan No. 299/S.Kep/71/77 Tgl 22 November 1977 Tentang Penetapan Golongan Klas dan Harga Tanda Masuk Htm Bagi Bioskop Dalam Kotamadya Dati II Ujung Pandang.

Pemerintah Kotamadya Ujung Pandang (1926-1988). 2033.No.389/UB/II/73. tentang izin usaha Gedung Bioskop untuk film pendidikan.

Pemerintah Kotamadya Ujung Pandang (1926-1988) 2052. kepala bagian pengawasan KMM: surat tahun 1968- 1971 Tentang Catatan Pengunjung Bioskop dan Pertunjukkan Film di Bioskop.

Pemerintah Kotamadya Ujung Pandang (1926-1988). 510. Walikota kepala daerah Ujung Pandang: seri surat-surat keputusan tahun 1972- 1978 tentang yang berhubungan dengan pajak hiburan dan tontonan dan lampiran-lampirannya.

Ilham.2011. “Menolak Kolonialisme, Membayangkan Barat: Bisokop dan Film di Makassar Tahun 1950an. Proceeding.

Fajar. Metropolis. 2014. Dominasi Sinema 21 di Kota Makassar.

Mustam Arief .minggu 27 Februari 1994. Music, film, televisi,hiburan. Pedoman

rakyat

Sukawati.2010. Bioskop Sebagai Sarana Hiburan Masyarakat di Padang Tahun 1950 2000.Thesis.

Anonim. Id.m. Wikipedia. Org/wiki/31/12/2007/perfileman_Indonesia. (Diakses

tanggal 17 Februari 2015)

Anonim.http//:www.Daenggassing. om.2007. Bioskop Dalam Kenangan (diakses tanggal 19 Oktober 2014)


Article Metrics

Abstract view : 482 times | PDF view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH 

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Kampus UNM Gunung Sari Gedung Fakultas Ilmu Sosial Lantai 3, Jalan Raya Pendidikan, Makassar. 90222. Phone 082395232077

E-mail: jurnal.pattingalloang@unm.ac.id

          jurnalpattingalloang@gmail.com

 

Jurnal Pattingalloang Indexed By

 

 

Jurnal Pattingalloang Telah Terakreditasi SINTA 5 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Jurnal Pattingalloang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 Flag Counter


View