Pengaruh Sistem Kekerabatan Matrilineal dalam Kegiatan Pertanian dan Perdagangan Lada di Minangkabau pada Abad XVI

Lenni Ertati(1*), Marwan .(2), Saefur Rochmat(3),

(1) Universitas Negeri Yogyakarta
(2) Universitas Negeri Yogyakarta
(3) Universitas Negeri Yogyakarta
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jp.v9i3.33105

Abstract


Minangkabau adalah kelompok kultur etnis yang menganut sistem adat yang khas, yaitu sistem kekeluargaan menurut garis keturunan perempuan yang disebut dengan sistem matrilineal yang mengatur  hubungan kekerabatan melalui garis keturunan ibu. Dalam masyarakat Minangkabau, penerus harta warisan diambil melalui garis keturunan ibu, sehingga anak perempuan dalam masyarakat Minangkabau mempunyai peran yang cukup besar dalam mengelola harta pusaka keluarga seperti ikut terlibat dalam kegiatan perekonomian. Keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan perekonomian dapat dilihat dari kegiatan pertanian dan perdagangan lada di tanah Mingkabau terutama di wilayah aliran sungai Batanghari di wilayah Tanjung, Kuamang, Sumai, Muara Tembesi, dan daerah lainnya di VII Koto pada abad XVI. Metode yang  digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk memahami kearifan lokal sistem kekerabatan matrileneal dalam adat Minangkabau dan pengaruhnya terhadap pertanian dan perdagangan lada di Minangkabau pada abad XVI

Kata Kunci : Matrilineal, Perdagangan Lada, Minangkabau


Full Text:

PDF

References


Andaya, Barbara W. (1995). Women and Economic Change The Pepper Trade In Premodern Southeast Asia. BRILL, 38 (2), 166-180.

Arman, Dedi. (2018). Perdangan Lada di Jambi Abad XVI. Handep, 1 (2), 86-90.

Hadler, J. (2008). Sengketa Tiada Putus Matriarkat, Reformisme Agama, dan Kolonialisme di Minangkabau. Jakarta : Freedom Institute.

Koentjaraningrat. (1985). Beberapa Pokok Anropologi Sosial. Jakarta : Dian Rakyat.

Kurniadi, B. D. (2011). Praktek Penelitian Kualitatif : Pengalaman Dari UGM. Yogyakarta : Research Centre for Politics and Government.

Lailatusysyukriyah. (2014). Historiografi Sumatera Dalam Literatur Legendaris Abad, Jurnal Seuneubok Lada, 19 (2), 45.

Marzali, A. (2000). “Dapatkah Sistem Matrilineal Bertahan di Kota Metropolitan” dalam Antropologi Indonesia, Th XXIV(61) Jan-April.

Yati, M. R. (2017). Lahirnya Pergerakan Perempuan Minangkabau Pada Awal Abad XX. Kafa’ah, 1 (2), 149.

Nursapiah. (2020). Penelitian Kualitatif. Medan : Wal ashri Publishing.

Patrojani. P. D. (2018). Kekerabatan sebagai Pranata Sosial yang Mempengaruhi Agency Perlawanan Masyarakat : Studi Kasus Protes Petani terhadap Proyek Pembangunan Irigasi di Sumatra Barat. 39 (2), 167.

Rosa, S. (2015). Ideologi Berkabut Gelar Adat dan Mitos Masyarakat Minangkabau. Padang : Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Universitas Andalas.

Reid, A. (2011). Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid 2 : Jaringan Perdagangan Global. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor.

Raihana. (2017). Metodologi Penelitian. Jakarta : Universitas Islam Jakarta.


Article Metrics

Abstract view : 271 times | PDF view : 15 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH 

FAKULTAS ILMU SOSIAL 

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Kampus UNM Gunung Sari Gedung Fakultas Ilmu Sosial Lantai 3, Jalan Raya Pendidikan, Makassar. 90222.

Phone 082395232077

E-mail: [email protected]

          [email protected]

 

Indexed by 


Licensed by 

Creative Commons License
Pattingalloang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Pattingalloang Stats

Flag Counter

style="text-align: center;

View