Ilegal Fishing: Penggunaan Alat Tangkap Ikan di Kepulauan Kabupaten Pangkep 1975-2015

Akbar Akbar(1*), Najamuddin Najamuddin(2), Bustan Bustan(3),

(1) Pendidikan Sejarah
(2) Pendidikan Sejarah
(3) Pendidikan Sejarah
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/pattingalloang.v7i1.13283

Abstract


Karya ini menjelaskan tentang penangkapan ikan secara ilegal di Kepulauan Kabupaten Pangkep pada masa pemerintahan Presiden ke-2 sampai tahun 2015. Alat tangkap tersebut mulai ada sejak tahun 1975 seperti Dodoro’ (Bom ikan), dan Racun potassium yang digunakan oleh sebagian nelayan yang ada di Kepuluan Kabupaten Pangkep. Masuknya orang Jawa ke perairan Selam Makassar Pada tahun 1989 memperkenalkan alat tangkap baru kepada nelayan dan melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap Catrang atau yang biasa disebut Trawl (Trol). Dari sinilah awal nelayan mengenal yang namanya Cantrang/trawl. Sebagai akibatnya, sebagian nelayan di Kecamatan Liukang Tupabiring khusunya Pulau Podang-podang Lompo terdorong melakukan praktek penangkapan ikan secara ilegal karena permintaan pasar semakin meningkat serta, cara prakteknya pun mudah dilakukan dan bisa mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Semasa penggunaan alat illegal (Bom ikan, Potasium, dan Trawl) terus beroperasi sampai mengalami perkembangan dari tahun 2000-2015 dan berdampak pada rusaknya terumbu karang dan memiliki potensi besar mengancam kepunahan ikan dan biota laut lainnya selain itu membahayakan nyawa orang lain..Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan melakukan wawancara terhadap para nelayan Kecamatan Liukang Tupabiring seperti Dg. Mudo, Dg. Ilyas, Dg. Harrang, Haerul, dll. Mengumpulkan sumber di Perpustakaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin Makassar, Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi-selatan, data-data Kecamatan Liukang Tupabiring, sera artikel-artikel yang ada dikoran Fajar. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.

 

Kata Kunci: Illegal fishing, alat tangkap, Kecamatan Liukang Tupabiring.

 

Abstract

This work describes illegal fishing in the Pangkep Regency Islands during the 2nd President's administration until 2015. The fishing gear began to exist since 1975 such as Dodoro (Fish Bomb), and Potassium Poisons used by some fishermen in Head of Pangkep Regency. The entry of Javanese into the waters of Makassar Submarine In 1989 introduced new fishing gear to fishermen and carried out fishing activities using Catrang fishing gear or commonly called Trawl. From here the fishermen knew the name Cantrang / trawl. As a result, some fishermen in the Liukang District of Tupabiring, especially Podang-podang Island, Lompo, are encouraged to practice illegal fishing because market demand is increasing and the practice is easy and can get very satisfying results. During the use of illegal tools (Fish bombs, Potassium and Trawlers) continued to operate until they developed from 2000-2015 and had an impact on the destruction of coral reefs and had great potential to threaten the extinction of fish and other marine biota in addition to endangering the lives of others ... This study is a qualitative research with historical research approach (Historical Research), which consists of several stages, namely: (1) Heuristics, by conducting interviews with fishermen in the Liukang Tupabiring District such as Dg. Mudo, Dg. Ilyas, Dg. Harrang, Haerul, etc. Gathering resources in the Library of the Faculty of Fisheries and Maritime Affairs, University of Hasanuddin Makassar, Regional Library of South Sulawesi Province, data from the Liukang Tupabiring District, as well as articles in the newspaper Fajar. (2) Criticism or the process of verifying the authenticity of historical sources. (3) Interpretation or interpretation of historical sources, and (4) Historiography, namely the stage of historical writing.

 

Keywords: Illegal fishing, fishing gear, Liukang Tupabiring District.


Full Text:

PDF

References


Ahmadin. (2009). Ketika Lautku Tak Berikan Lagi. Makassar: Rayhan Intermedia.

Ahmadin, A. (2006). Pelautkah Orang Selayar: Tana Doang dalam Catatan Sejarah Maritim. Ombak.

Amirullah, M., Madjid, S., & Junaeda, S. (2018, October). The Existence Of Bagang Rambo In Gulf Of Bone (The Case Study Of Fisherman Community In Tarasu Village). In 1st International Conference on Social Sciences (ICSS 2018). Atlantis Press., 122.

Amiruddin, M., Rifal, M., & Najamuddin, M. (2019). Fisheries and Economic Relationship in Kelurahan Gusung Makassar.

Burhanuddin Andi Iqbal dkk. Pengantar Ilmu Kelautan dan Perikanan. (Makassar: Massagena press. Jl.Goa Ria, Griya Sudiang Permai Blok A3/2 Kel.Sudiang, Kec.Biringkanayya, 2013)

Burhanuddin Andi Iqbal. The Sleeping Giant: potensi dan permasalahan kelautan. Surabaya: Brilian Internasional, 2011

Lampe Mussi. Pinggawa-Sawi nelayan Bugis-Makassar dalam analisis relasi internal dan eksternal. (Makassar, Universitas Hasanuddin,

Jurnal Masyarakat & Budaya, Volume 17 No. 1 Tahun 2015)

Fitrianti Sakina. Pulau Balanglompo, Pusat Budidaya Lobster (Jadi Unggulan, Harga Capai 1,3 Juta/Kg). Makassar, Koran Fajar

Drs. Nonci, S.Pd. Pelestarian Terumbu Karang. (Makassar: Jl. Perintis Kemerdekaan VII/52 B. CV. AKSARA. 2006)

Sadhori. S Naryo. Keterampilan Perikanan: Tehnik Pengkapan Ikan. (Bandung: Angkasa. 1984)

Sunarti, L. (2019). Local Entrepreneurs of Makassar Fishermen. Malindo-Journal of Malaysian and Indonesian Studies, 1(1), 31–40.

Sani, H. R., Ahmadin, A., & Amirullah, A. (2019). Penetrasi Nelayan

Tradisional Panaikang 1955-1970. Jurnal Pattingalloang, 5(1), 87-100.

Lapian Andrian B. “Orang laut, bajak laut, raja laut”. (Beji Timur Depok: Komunitas Bambu. 2009)

Tim Pengajar Jurusan Pendidikan Sejarah,Pengantar Ilmu Sejarah. (Makassar: Universitas Negeri Makassar)

Madjid Muhammad Saleh dan Hamid Abdul Rahman. Pengantar Ilmu Sejarah. (Kotamadya Ujung Pandang: Ombak, 2011)

Helius Sjamsuddin. Metodologi Sejarah. (Yogyakarta: Ombak, 2012)

Drs. N. Daldjoeni. Pengantar Geografi. (Yogyakarta. Ombak, 2014)

Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah, (Yogyakarta: Tiara Wacana. 2013)

Pratiwi Rianta dkk. Pesona Laut Kita. (Jakarta, COREMAP-LIPI, 2008)

Denys Lombard. Nusa Jawa: Silang Budaya, jaringan asia 2. (Forum Jakarta-paris, Gramedia pustaka utama, 2005)

Hidayat Rahmat. Desa Inalipue Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo. (Makassar: Universitas Negeri Makassar, 2017)

M. Ridwan. R.“ Sejarah pembuatan kapal di desa bonde kabupaten majene (1970-2000)”. (Makassar, Universitas Negeri Makassar, 2004)

Musdalifah. Tinjauan Yuridis Terhadap Pengeboman Ikan di Laut Wilayah Hukum Polres Pangkajene dan Kepulauan Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus 2014-2015). (Makassar: Universitas Islam Negeri, 2017)

Rifal, P., & Sunarti, L. (2018). The impact of modernization on the economy for fishermen in Makassar City. Cultural Dynamics in a Globalized World.


Article Metrics

Abstract view : 774 times | PDF view : 75 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH 

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Kampus UNM Gunung Sari Gedung Fakultas Ilmu Sosial Lantai 3, Jalan Raya Pendidikan, Makassar. 90222. Phone 082395232077

E-mail: jurnal.pattingalloang@unm.ac.id

          jurnalpattingalloang@gmail.com

 

Jurnal Pattingalloang Indexed By

 

 

Jurnal Pattingalloang Telah Terakreditasi SINTA 5 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Jurnal Pattingalloang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 Flag Counter


View