Andi Mannappiang: Raja, Pejuang dan Penegak Hukum, 1905-1962

Narti Narti(1*), Bahri Bahri(2),

(1) Pendidikan Sejarah
(2) Pendidikan Sejarah
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/pattingalloang.v6i3.12153

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang  Andi Mannappiang: Raja, Pejuang dan penegak hukum (1905-1962) dengan mengungkapkan latar belakang kehidupan, Pendidikan, kiprah dan pemikiran Andi Mannappiang sebagai raja, serta kiprah dan pemikiran Andi Mannappiang sebagai pejuang dan penegak hukum. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum kemerdekaan Indonesia Bantaeng di bawah tekanan Belanda dan Jepang namun setelah kemerdekaan kondisi sosial-politik di Bantaengsangat kacau karena kedatangan NICA oleh karena itu dibentuklah laskar perjuangan untuk  mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Bantaeng. Andi Mannappiang merupakan pejuang yang  menggerakkan perlawanan di Bantaeng.Dalam penelitian ini menjelaskan Andi Mannappiang merupakan raja yang memimpin Bantaeng selama 2 kali masa jabatan yakni pada tahun 1939-1945 tetapi karena perjuangan melawan NICA maka Andi Mannappiang ditahan. Periode kedua tahun 1950-1952, setelah mengundurkan diri dari jabatannya beliau bekerja di Kantor Kejaksaan Tinggi Makassar sebagai hakim.

 

Kata Kunci : Raja, Pejuang, Penegak Hukum

 

Abstract

This study aims to describe Andi Mannappiang: King, Warrior and Law Enforcement (1905-1962) by revealing the background of Andi Mannappiang's life, education, and thought as a king, and Andi Mannappiang's gait and thought as a warrior and law enforcer. In this study shows that before Indonesian independence Bantaeng was under pressure from the Netherlands and Japan but after independence socio-political conditions in Bantaeng were very chaotic because of the arrival of the NICA and therefore formed an army of struggle to maintain the independence of the Republic of Indonesia in Bantaeng. Andi Mannappiang is a warrior who stirred up resistance in Bantaeng. In this study explains Andi Mannappiang is the king who led Bantaeng for 2 times a term of office in 1939-1945 but because of the struggle against NICA, Andi Mannappiang was arrested. The second period 1950-1952, after resigning from his position he worked in the Makassar High Prosecutors Office as a judge.

Keywords : King, Warrior, Law Enforcement

Full Text:

PDF

References


Amir, M., 2014. Perjuangan Hammad Saleh Menentang Jepang dan Belanda di Mandar 1942-1947. Makassar: Arus Timur.

Baso, M. N., 1995. Inventaris Arsip Bantaeng (1866-1973) no Reg 16, Surat/nota De hulp Bestuurs Assistant Resident Bonthain mengenai masalah kegiatan pemerintah di daerah Afdeeling Bonthain., Ujung Pandang: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan.

Baso, M. N., 1995. Inventaris Arsip Bantaeng (1866-1973) no Reg 66 Berkas Pengangkatan Karaeng Bonthain Andi Mannappiang dan Karaeng Pawiloi, Ujung Pandang: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Baso, M. N., 1995. Inventaris Arsip Bantaeng (1866-1973) No. Reg. 16, Surat/nota De hulp Bestuurs Assistant Resident Bonthain mengenai masalah kegiatan pemerintah di daerah Afdeeling Bonthain., Ujung Pandang: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan.

Baso, M. N., 1995. Inventaris Arsip Bantaeng (1866-1973), No. Reg. 66, Berkas pengangkatan Karaeng Bonthain Andi Mannappiang dan Karaeng Pawiloi., Ujung Pandang: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Baso, M. N., 1995. Inventaris Arsip Bontahin No.Reg. 178, tentang berkas pengangkatan Andi Mannapiang sebaga Karaeng/Kepala Wanua Bonthain (1950-1953)., Ujung Pamdang: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Jumadi, Q., 1968. Kutipan Catatan Barisan Pemuda Kelaskaran di Bantaen. s.l.:s.n.

Massualle, A., 1980. Ringkasan Riwayat Andi Mannappiang, s.l.: s.n.

Nastura, N., 2006. Bantaeng Biografi 35 Tokoh-Tokoh Bantaeng. s.l.:Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten.

Nggengo, O., 1989. Ratulangi Profil Intelektual dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Makassar: Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Priyadi, S., 2012. Metode Penelitian Pendidikan Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Sahajuddin, 2016. Konflik Kepentingan di Kerajaan Bantaeng pada Abad ke XVII. Pangaderreng, p. 281.

Saransi, A. A., 2007. Inventaris Arsip Statis Legium Veteran Republik Indonesia Tahun 1931-1985, No Reg: 191 Naskah Rangkaian

Sejarah Kelaskaran Tahun 1945-1949., Makassar: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sejarah, T. P. J. P., 2013. pengantar Ilmu Sejarah, Makassar: Balai Penerbit UNM.

Sulasman, 2014. Metodologi Penelitian Sejarah, Teori, Metode, Contoh Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia.


Article Metrics

Abstract view : 547 times | PDF view : 27 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by :

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH 

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Kampus UNM Gunung Sari Gedung Fakultas Ilmu Sosial Lantai 3, Jalan Raya Pendidikan, Makassar. 90222. Phone 082395232077

E-mail: jurnal.pattingalloang@unm.ac.id

          jurnalpattingalloang@gmail.com

 

Jurnal Pattingalloang Indexed By

 

 

Jurnal Pattingalloang Telah Terakreditasi SINTA 5 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Jurnal Pattingalloang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 Flag Counter


View