EFEKTIVITAS TEKNOLOGI ALAT TENUN OTOMATIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF PELUANG USAHA BAGI SISWA SMK

Yasser A. Djawad(1*), Sabran Sabran(2), Hendra Jaya(3),

(1) Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. FT Universitas Negeri Makassar
(2) Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. FT Universitas Negeri Makassar
(3) Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. FT Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/mekom.v6i1.11998

Abstract


Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan mengenai teknik/metode menenun dengan menggunakan alat tenun terotomatisasi, (2) meningkatkan keterampilan dalam menggunakan alat tenun terotomatisasi, (3) meningkatkan keterampilan merangkai alat tenun terotomatisasi, (4) meningkatkan keterampilan dalam melakukan perbaikan terhadap bagian komponen alat tenun terotomatisasi jika terjadi kendala, (5) meningkatkan keterampilan mengoperasikan alat tenun terotomatisasi, (6) mampu mendesain corak baru sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya (makna corak sarung dari segi filosofis); (7) mengurangi waktu proses pembuatan sarung, (8) meningkatkan pengetahuan manajerial pemasaran produk tenun lipa sabbe berbasis IT (Toko Online); Objek sasaran adalah kelompok usaha tenun Desa Pambusuang, Kabupaten Polman. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, sedangkan penerapan menggunakan metode demonstrasi. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu: (1) Kegiatan diawali dengan penjajagan lokasi yang dilakukan pada saat pembuatan proposal, (2) persiapan awal penyiapan kelompok pengrajin sarung sutera, (2) identifikasi peralatan yang akan digunakan,(3) menetapkan motif sutera yang akan diterapkan, (4) pengadaan bahan dan alat penunjang pelatihan (5) pelaksanaan kegiatan (6) pendampingan kegiatan. Penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan PKM terhadap Pelaksanaan pelatihan dan kualifikasi Narasumber diperoleh penilaian dengan rerata skor 4,8 dengan kriteria sangat Baik. Guru dan sekolah berharap pengusaha tekstil, terutama batik, mempunyai kesadaran bekerja sama membina siswa SMK. Agar tak bergantung pada industri dan untuk menaikkan nilai jual batik dan tenun, siswa kriya tekstil mempelajari mata pelajaran busana sebagai muatan lokal. Harapannya, siswa memiliki keterampilan mengolah tenun dan batik dan berwirausaha mulai dari hulu ke hilir.

Keywords


alat tenun terotomatisasi, Peluang Usaha, SMK

Full Text:

PDF

References


Agustiennyo.1980. Pengetahuan Barang Tekstil. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Pendidikan Teknologi Kerumahtanggaan dan Kejuruan Masyarakat Jakarta.

Chelna Desain. 1988. Ikat Textiles of Judia. Japan: Publishing co. Ltd.

Hartanto, Sugiarto, N. 1980. Teknologi Tekstil. Jakarta: Pradnya Paramita.

Jafar Hafsah. 2004. Upaya Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM). Infokop Nomor 25 Tahun XX.

Jaya, Hendra. 2017. Alat tenun otomatis. Jurusan Elektronika FT UNM

Jumaeri dkk. 1977. Pengetahuan Tekstil. Bandung: ITT Bandung.

Kenneth N. Wexley. 1991. Developing and Training Human Resources in Organizations.

Lyk, Dorothy. S. 1982. Modern Textiles. USA. John Wily & Sons, inc.

Muhajirin, dkk. 2012. IbM Kelompok Industri Kecil Kerajinan Tenun Lurik Tradisional ATBM Di Cawas Kabupaten Klaten. Artikel Program Ipteks Bagi Masyarakat. Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta

Raymond A. Noe. 1994. Employee Training and Development

Sumardjo, 2004, Teori dan Praktik Kemitraan Agribisnis, Penerbit Penebar Swadaya,Jakarta.

Soeryanto, 2001. Pengetahuan Tentang Tenunan.Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Tambunan, T. 1999. Perkembangan Industri Skala Kecil Di Indonesia. Jakarta: PT.Mutiara Sumber Widya.

Tarsis Tarmudji. 1996. Prinsip-prinsip Wirausaha. Yogyakarta: Liberty.


Article Metrics

Abstract view : 40 times | PDF view : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.