SHARING SESSION: PARENTAL SUPPORT KEPADA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK DISLEKSIA

Annissa Annissa(1), Avika Ananda(2*), Budiarti Bahrun(3), Desti Ramadhani Anas(4), Haerani Nur(5),

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) 
(3) Universitas Negeri Makassar
(4) Universitas Negeri Makassar
(5) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jk.v1i1.38345

Abstract


Sharing session merupakan kegiatan mengobrol santai dan berbagi pengalaman antara penyaji materi (narasumber) berpengalaman dengan audiens. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk menjadi wadah bagi orang tua anak disleksia dalam menampung aspirasinya. Peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi orang tua untuk mengatasi kesulitan, berbagi cerita dan dukungan dalam menangani permasalahan anak disleksia. Metode yang digunakan yaitu Sharing session berbasis online, dengan menggunakan aplikasi Zoom meeting cloud. Sharing session dipilih karena dapat menjembatani pengetahuan tanpa batas yang formal yang bisa menghalangi proses transfer ilmu. Peserta yang mengikuti sharing session ini yaitu 207 dari 350 peserta yang mendaftar, kemudian peserta yang bertahan hingga akhir sharing session berlangsung juga berjumlah 207 peserta. Dari pelaksanaan kegiatan sharing session diperoleh hasil bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari peserta. Hal ini sesuai dengan bagaimana antusiasme dan tanggapan para peserta bahwa kegiatan sharing session yang berlangsung sangat memuaskan. Para peserta yang ikut kegiatan sharing session ini mampu memahami penjelasan dari pemateri dan aktif dalam sesi tanya jawab. Adapun harapan penulis dengan adanya kegiatan sharing session ini, yaitu diharapkan masyarakat terlebih dulu mengetahui apa itu disleksia, mampu memahami dan menumbuhkan kesadaran mengenai anak dengan gangguan disleksia, dan membuang stigma negatif yang selama ini disematkan untuk anak disleksia maupun anak berkebutuhan khusus lainnya. Sedangkan untuk orang tua yang memiliki anak disleksia, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana menangani, merawat, dan mengasuh anak disleksia.


Full Text:

PDF

References


Anggrini, A. (2018). Studi Deskriptif Peran Komunitas Disleksia “Parents Suport Group (Psg)” Di Lembaga Terapi Cita Hati Bunda Sidoarjo. Jurnal Pendidikan Khusus. 1-9

Aryani, R., Fuziah, P.Y. (2021). Analisis Pola Asuh Orang tua dalam Upaya Menangani Kesulitan Membaca pada Anak Disleksia. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. 5(2). 1127-1137

Baiti, A.A., Munadi, S. (2014). Pengaruh pengalaman praktik, prestasi belajar dasar kejuruan dan dukungan orang tua terhadap kesiapan kerja siswa SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi. 4(2). 164–180

Devina, G., Penny, H. (2016). Gambaran Proses Penerimaan Diri Ibu yang Memiliki Anak Disleksia. Journal of Disability Studies. 3(1). 44-52

Estherlita, T., Anshori, A.B., Widiastuti, N. (2019). Pemetaan Potensi Anak Dengan Kesulitan Belajar Spesifik Disleksia Studi Kasus di Homeschooling Lentera Bangsa Desa Margahayu Selatan, Kec. Margahayu, Kabupaten Bandung. Jurnal Comm-Edu. 2(1). 27-32

Faradina, N. (2016). Penerimaan Diri pada Orang tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Psikoborneo. 4(1). 18-23

Islami, E. D. P., Ansyah, E.H. (2020). Penerimaan Diri Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Journal of cultural and community development. 7. 6-11

Khasanah, N., Adhandayani, A. (2022). Pengalaman Ibu dengan Anak Disleksia: Studi Interpretative Phenomenlogical Analysis. Jurnal Penelitian Psikologi. 13(1). 37-46

Lidwina, S. (2012). Disleksia Berpengaruh pada Kemampuan Membaca dan Menulis. Jurnal STIE Semarang. 4(3). 9-17

Loeziana. (2017). Urgensi Mengenal Ciri Disleksia. Jurnal Pendidikan Anak. 3(2). 42-58

Mangusong, F. (2009). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3).

Miranda, D. (2013). Strategi Coping dan Kelelahan Emosional (Emotional Exhaustion) pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur). Jurnal Psikologi. 1(2). 123-135

Permatasari, V., Gamayanti, W. (2016). Gambaran Penerimaan Diri (Self-Acceptance) pada Orang yang Mengalami Skizofrenia. Jurnal Ilmiah Psikologi. 3(1). 139-152

Purwanto, H. (2016). Memahami Perkembangan Anak Suspek Disleksia. Jurnal Pendidikan Khusus. 12(1). 43-50

Sinaga, R., Tanjung, D.S. (2019). Efektifitas Penggunaan Interactive Educational Multimedia Learning Berbasis Teori Kognitif Terhadap Dyslexic Student Di Sekolah Dasar. Jurnal Guru Kita (JGK). 3(4). 338-341

Trivette C., Dunst C. (2005). Community-based Parent Support Kegiatans (Encyplopedia on Early Childhood Development). Montreal: Centre of Excellence for Early Chilhood Development.

Wijaya, E. (2020). Identifikasi dan Intervensi Gangguan Belajar Spesifik pada Anak. Journal of Medicine. 19(1). 70-79

Winarsih., Jamal., Asiah., Idris., dkk. (2013). Panduan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Pendamping (Orang tua, Keluarga. dan Masyarakat). Jakarta


Article Metrics

Abstract view : 192 times | PDF view : 94 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Avika Ananda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by:

Fakutas Psikologi Universitas Negeri Makassar

Office:

Gedung BM, LT 2 Fakultas Psikologi, Kampus Gunung Sari baruJalan A.P Pettarani, Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan, Pos 90222.