PRINSIP MONTESSORI PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA BAGI PESERTA DIDIK KATEGORI INKLUSIF

Muhammad Muhaemin(1*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/i.v5i1.21676

Abstract


Tujuan pendidikan Indonesia menekankan kualitas iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengalaman belajar dalam pendidikan seni rupa memberikan kesempatan kepada siapapun yang menempuh jalur pendidikan mendapatkan esensi dalam pendidikan kesenirupaan yang disebut pengalaman estetis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prinsip Montessori pada pembelajaran seni rupa dengan peserta didik kategori inklusi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan penelusuran dokumen terkait pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman estetis dalam pendidikan seni rupa dengan prinsip Montessori memberikan kesempatan kepada peserta didik kategori inklusif untuk memiliki gaya belajar yang santai namun memiliki tujuan sesuai kurikulum yang ada.

Tujuan pendidikan Indonesia menekankan kualitas iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga  negara  yang  demokratis  serta  bertanggung  jawab.  Pengalaman  belajar  dalam pendidikan seni rupa  memberikan kesempatan kepada siapapun  yang menempuh  jalur pendidikan  mendapatkan  esensi  dalam  pendidikan  kesenirupaan  yang  disebut pengalaman  estetis.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat  prinsip  Montessori  padapembelajaran seni rupa dengan peserta didik kategori inklusi.  Metode yang digunakan adalah  studi  pustaka  dengan  penelusuran  dokumen  terkait  pendidikan  inklusif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman estetis  dalam  pendidikan  seni rupa  dengan prinsip Montessori memberikan kesempatan kepada peserta didik kategori inklusif untuk memiliki gaya belajar yang santai namun memiliki tujuan sesuai kurikulum yang ada.

Keywords


prinsip montessori;pembelajaran seni rupa;peserta didik inklusif

Full Text:

PDF

References


Cipta, D. A. S. (2018). Penerapan pendekatan montessori untuk mananamkan pemahaman konsep bilangan cacah pada siswa TK putera zaman. Jurnal Matematika dan Pembelajaran, 6(1), 30-34. http://dx.doi.org/10.33477/mp.v6i1.440.

Dinas Pendidikan Kota Depok. Online: https://disdik.depok.go.id/pendidikan-inklusif

https://www.worldbank.org/en/topic/education/brief/education-for-all

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Jakarta.

Rombot, O. (2007) Pendidikan Inklusi. Online: https://pgsd.binus.ac.id/2017/04/10/pendidikan-inklusi

Salam, S. (2018). Potensi Unik Pendidikan Seni Dalam Pengembangan Karakter. Prosiding Seminar Nasional Dies Natalis UNM Ke 57. Makassar: Badan Penerbit UNM.


Article Metrics

Abstract view : 198 times | PDF view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JURNAL IMAJINASI



Alamat Redaksi:
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung
Jl. Daeng Tata Makassar 90224
E-mail: imajinasi@unm.ac.id

Creative Commons License
Jurnal Imajinasi is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jurnal Imajinasi indexed by