KESENJANGAN SOSIAL PADA MASYARAKAT DESA SAOTENGNGA KECAMATAN SINJAI TENGAH

Suryani Suryani(1*), Andi Reski Putri Utami(2), Dwi Angrasari(3), Tahfira Tahfira(4),

(1) PRODI PENDIDIKAN IPS
(2) 
(3) 
(4) 
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.56680/slj.v4i1.44715

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1). Gambaran terjadinya ketimpangan sosial di desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah. 2). faktor-faktor penyebab ketimpangan sosial di desa Saotengnga Kecamatan Sinjai Tengah. 3). Mengetahui upaya dan kebijakan pemerintah daerah serta peran masyarakat dalam mengurangi ketimpangan sosial di Desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi: reduksi data, penyajian, analisis perbandingan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1) Gambaran terjadinya ketimpangan sosial di Desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah terbagi menjadi dua bagian yaitu sistem sosial dan konflik (eksploitasi kelompok). Sistem sosialnya adalah mereka dapat menerima kelompok yang berbeda, saling membantu, dan masyarakat mampu beradaptasi dengan perbedaan yang berbeda, terutama secara pekerjaan, sedangkan konflik/eksploitasi kelompok dapat memicu ketimpangan sosial, mulai dari perbedaan kelompok atau partai, pedalaman konflik, perbedaan kepentingan individu dalam kelompok, yang semuanya saling berhubungan dalam realitas sosial yang kompleks sehingga menimbulkan ketimpangan sosial. 2) Terdapat lima faktor penyebab kesenjangan sosial di desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah yaitu kondisi demografis, kondisi ekonomi, kondisi budaya/perlakuan sosial, kondisi geografis dan kondisi pendidikan. Kelima faktor tersebut mempengaruhi ketimpangan sosial. 3) Upaya dan kebijakan pemerintah daerah dan peran masyarakat dalam ketimpangan sosial masyarakat desa Saotengnga. Kebijakan pemerintah desa Saotenngga adalah dengan adanya BUMDES yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk datang dan menyampaikan ide serta membuka lapangan kerja bagi pemuda desa Saotenngnga. Peran masyarakat adalah menjadi relawan di bidang pendidikan untuk mengurangi ketimpangan sosial.

Full Text:

PDF

References


Andalas, E.F. (2019). Representasi kesenjangan sosial ekonomi masyarakat dalam Novel The Beach Girl karya Pram...KEMBARA: Majalah ilmiah untuk bahasa, sastra, dan guru,5, 79-90.

Digdowiseiso, K. (2012). Dikte Teori Perkembangan.Kuku, 1–15. http://repository.unas.ac.id/id/eprint/653

Djuraini, MF (2020).Dokumen klasifikasi dan tipologi nasional. 5–6. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/68267054/Makalah_Pertemuan4_Moh.FahryDjuraini-with-cover-page-v2.pdf?Expires=1644251486&Signature=FWuj9-GwwJLMICf9zIMq7TqM9f4zkMTzk92QHy~Y4JQRxNZNC0gZ2l2h95UZW7IgXPmf~uLdbBSScTWNYGO-ZYuFpKuIny2GMkQSyPahZhFwcVqH4EkRY5e

Dr. Murdiyanto, E. (2020).Sosiologi Pedesaan Pengantar Memahami Masyarakat Desa (EdisiRevisi).

Fadli, M.R. (2021). Memahami rancangan metode penelitian kualitatif.Humanistik,21(1), 33-54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

George Ritzer, 2010. (2010).George Ritzer, Teori Sosiologi Modern, (Jakarta: Kencana 2010), 121-123 Ibid., 38. 121-123. http://digilib.uinsby.ac.id/2954/3/Bab 2.pdf

Handoyo, E. (2015). sistem sosial Indonesia.Ilmu Sosial Indonesia,3, 40-56. https://www.researchgate.net/profile/Eko_Handoyo4/publication/318727843_STUDI_MASYARAKAT_INDONESIA/links/597a8164a6fdcc61bb12ed9f/STUDI-MASYARAKAT-INDONESIA.pdf

Haryono, TJS (2012).Pengantar Antropologi. 95.

Hidayat, A. (2018). Ketimpangan sosial terhadap pendidikan sebagai dampak era globalisasi.Majalah Keadilan untuk Yurisprudensi,2(1), 15–25. https://doi.org/10.36805/jjih.v2i1.400

Razak, Z. (2017).Perkembangan teori sosial menuju postmodernisme.

Rusdi, M. (2020). Dinamika sosial masyarakat desa.Pen Persada, 10–27.

Skripsi, NF (2017).Di dunia saya tidak pernah memilih Orang membuat sejarah mereka sendiri, tetapi tidak selalu sesuai dengan keinginan mereka. Orang tidak dapat memilih lingkungannya sendiri, melainkan ditempatkan di lingkungan yang sudah ada sebelumnya, yaitu.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan (kuantitatif, kualitatif dan R&D, dan penelitian pendidikan).alfabet, 1-908.

Siska, F., & Rudagi, R. (2021). Analisis Ketimpangan Pendidikan Pada Masa Covid-19 di Nagari Sisawah Kabupaten Sijunjung.AL MA'ARIF: Majalah pendidikan sosial dan budaya,3(1), 1–11. https://doi.org/10.35905/almaarief.v3i1.2032

Soekidjo, N. (2005). Teori dan aplikasi. di dalam PT Rineka Cipta. Jakarta

Wahyudi, A. (2015). Konflik, teori konsep dan masalah.Jurnal Publiciana,8(1), 1–15.


Article Metrics

Abstract view : 4135 times | PDF view : 7 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 SURYANI Sultan Sultan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


              
 Office of Social Lanscape Journal: