Peran Serta Masyarakat dalam Melestarikan Tradisi Mappadendang dalam Tinjauan Geografi Budaya

Nilda Mujahidah(1*), Maddatuang Maddatuang(2),

(1) Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar
(2) Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/lageografia.v20i3.34533

Abstract


Mappadendang or better known as the farmer's party in the Bugis tribe which is a form of gratitude for the success of the community in planting rice. Along with the times, the culture in Indonesia is also affected by the flow of globalization with the lack of preservation carried out by the community, including the Mappadendang culture. Based on this, this study aims to determine: 1) the meaning of the Mappadendang ritual. 2) public perception of Mappadendang. 3) community participation in preserving Mappadendang Culture. Informants in this study were key informants, and supporting informants. Methods of collecting data using techniques, observation, interviews and documentation, interview techniques were carried out using interview guidelines. The results of this study suggest. 1) The meaning of the Mappadendang ritual is as a form of their gratitude to God Almighty for an abundant and satisfying harvest, 2) other than that it is a public safety so that the next harvest will not be problematic. 3) The implementation of the Mappadendang tradition to date is due to the fact that as a tribute to the ancestors and as entertainment for the local community, the Mappadendang tradition creates the value of togetherness. Participating in the preparation and implementation of Mappadendang is one of the roles of the local community in preserving Mappadendang culture.


Abstrak

Mappadendang atau yang lebih dikenal dengan sebutan pesta tani pada suku bugis yang merupakan suau wujud rasa syukur atas keberhasilan masyarakat dalam menanam padi. Seiring perkembangan zaman, kebudayaan yang ada di Indonesia juga terdampak arus globalisasi dengan minimnya pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat, tak terkecuali budaya Mappadendang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) makna dari ritual Mappadendang. 2) persespi masyarakat terhadap Mappadendang. 3) peran serta masyarakat dalam melestarikan Budaya Mappadendang. Informan dalam penelitian ini terdapat informan kunci, dan informan pendukung. Metode pengumpulan data menggunakan teknik, Observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini mengemukakan. 1) Makna dari ritual Mappadendang seabagai bentuk rasa sykur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap hasil panen yang melimpah dan memuaskan, 2) selain itu sebagai kesalamatan masyarakat agar panen berikutnya tidak bermasalah. 3) Pelaksanaan tradisi Mappadendang hingga saat ini dikarenakan sebagai penghargaan kepada leluhur dan sebagai hiburan masyarakat setempat, tradisi Mappadendang menciptakan nila kebersamaan. Dengan ikut serta dalam persiapan sampai dengan pelaksanaan Mappadendang merupakan salah satu peran masyarakat setempat dalam melestarikan budaya Mappadendang.   



Keywords


the role of the community; preservation; mappadendang culture; soppeng regency

Full Text:

PDF

References


Aisara, F., Nursaptini, N., & Widodo, A. (2020). Melestarikan Kembali Budaya Lokal melalui Kegiatan Ekstrakulikuler untuk Anak Usia Sekolah Dasar. Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial, 9(2), 149–166.

Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian.

Fatmawati, P. (2019). Pengetahuan Lokal Petani Dalam Tradisi Bercocok Tanam Padi Oleh Masyarakat Tapango di Polewali Mandar. Walasuji, 10(1), 85–95.

Fitrah, M. (2018). Metodologi penelitian: penelitian kualitatif, tindakan kelas & studi kasus. CV Jejak (Jejak Publisher).

Meinarno, E. A., & Sarwono, S. W. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Moleong, L. J. (2007). Metode penelitian kualitatif. Bandung: remaja rosdakarya.

Pateda, S. Y. (2010). Tingkat adopsi petani terhadap teknologi inseminasi buatan pada sapi di Kecamatan Paguyaman. Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo. Saintek, 5(1), 1–6.

Ruruk, S. (2014). Analisis Makna Konseptual Dalam Buku Kompeten Berbahasa Indonesia Untuk SMP Kelas IX Karangan Asep Ganda Sadikin Dan Kawan-Kawan. Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 422–440.

Shomiyatun.(2019).Pentingnya Menumbuhkan Kesadaran Budaya Tradisional Pada Anak.1(2), 62-71.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Sugiyono, P. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Pendidikan) (A. Nuryanto (ed.); Ke-3). Alfabeta.

Syamhari, S. (2019). Tradisi Abbarazanji bagi Masyarakat Datara:

Salah Satu Bentuk Atmosfer Keagamaan dan Penguatan Nilai-Nilai Islam. Al-Hikmah: Journal for Religious Studies, 21(1), 122–133.

Syamsunardi, S. (2022). Internalisasi Budaya Siri’Na Pacce dalam Membangun Karakter Mahasiswa di Perguruan Tinggi. LaGeografia, 20(2), 260–269.

Syarif, E., & Leo, M. N. Z. (2019). Persepsi Masyarakat tentang Tradisi A’lammang di Desa Lantang, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. LaGeografia, 18(1), 1–8.

Widiyastuti, R. (2020). Kebaikan akhlak dan budi pekerti. Alprin.

Winartha, I. M. (2006). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Yogyakarta: Gaha Ilmu.

Wulandari, D. A., Falihin, D., & Zulfadli, M. (2018). Peran Masyarakat Dalam Melestarikan Budaya Mattojang Di Desa Katteong Kecamatan Mattirosompe Kabupaten Pinrang. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

Yunandar, M. S. (2020). SOLIDARITAS SOSIAL DALAM TRADISI MAPPADENDANG DI KECAMATAN LILIRILAU KABUPATEN SOPPENG [UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR]. https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/9639-Full_Text.pdf


Article Metrics

Abstract view : 45 times | PDF view : 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Nilda Mujahidah, Maddatuang Maddatuang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

 

LaGeografia: Jurnal Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar.

Email: lageografia@unm.ac.id | +6285298749260

 

Editorial Office