Pengembangan Kreatifitas Peserta Didik Melalui Pembelajaran Aktif Tipe Sort Card pada Materi Geografi

Muliyadi Muliyadi(1*),

(1) Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Parepare
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/lageografia.v20i3.33842

Abstract


This study aims to determine whether learning Geography through active learning type card sort can develop students' creativity in solving Geography problems reaching 75%. The assessment indicators used are: 1) able to do the tasks given at the previous meeting, 2) students are able to answer questions or answers above 75%, 3) students are able to place questions according to the answers to questions above 75%. This research was conducted at SMA Negeri 5 Parepare in class X MIPA 4 with a total of 23 students. Data was collected by observation, interviews, documentation and field notes. Data analysis in this study was carried out in a qualitative descriptive manner. The results of the analysis showed an increase in the development of students' creativity in solving geography problems on the hydrological cycle and marine waters. This can be seen at the end of Cycle II, where the ability of students to do assignments was 86.49% from 28.21%. Students' ability to answer Geography questions correctly was 89.19% from 69.23%. The ability of students to place question cards or answers based on categories reached 97.30% from 58.97%. The attitude of students towards active learning of the card sort type is generally positive. This can be seen in two cycles of attitude statements in Cycle I, namely 92.31% and Cycle II, namely 98.20%. The conclusion of this research is that by using an active learning approach, the card sort type can increase students' creativity in solving geography problems above 75% on the hydrological cycle and marine waters. Thus the increase in creativity will have an impact on increasing student learning outcomes, meaning that the hypothesis is accepted.


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran Geografi melalui pembelajaran aktif tipe card sort dapat mengembangkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan soal Geografi mencapai 75%. Indikator penilaian yang digunakan yaitu: 1) mampu mengerjakan tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya, 2) peserta didik mampu menjawab soa atau jawaban di atas 75%, 3) peserta didik mampu menempatkan soal sesuai dengan jawaban soal di atas 75%. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Parepare pada peserta didik kelas X MIPA 4 dengan jumlah peserta didik 23 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengembangan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan soal Geografi pada materi siklus hidrologi dan perairan laut. Hal ini dapat dilihat pada akhir Siklus II, dimana kemamampuan peserta didik mengerjakan tugas 86,49% dari 28,21%. Kemampuan peserta didik menjawab soal Geografi dengan benar 89,19% dari 69,23 %. Kemampuan peserta didik menempatkan kartu soal atau jawaban berdasarkan kategori mencapai 97,30% dari 58,97%. Sikap peserta didik terhadap pembelajaran aktif tipe card sort secara umum sikapnya positif. Hal ini dapat dilihat pada dua siklus pernyataan sikap pada Siklus I yaitu 92,31 % dan Siklus II yaitu 98,20%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan penggunaan pendekatan pembelajaran aktif tipe card sort dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan soal Geografi di atas 75%  pada materi siklus hidrologi dan perairan laut. Dengan demikian peningkatan kreativitas ini akan berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik berarti Hipotesis diterima.


Keywords


creativity of students; active learning; sort card

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian.

Fadhila, R., Abdi, A. W., & Maulidian, M. O. R. (2018). PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT DENGAN INDEX CARD MATCH DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi, 3(4).

Lather, P. (2017). (Post) critical methodologies: The science possible after the critiques: The selected works of Patti Lather. Routledge.

Nurhaedah, N., Djaga, S., Nursiah, S., Khaerunnisa, K., & Bahar, B. (n.d.). Pengaruh Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa SD Di Kota Makassar. Publikasi Pendidikan, 11(3), 263–272.

Nurhikmah, N., Umar, R., & Hasriyanti, H. (2021). Problematika Guru Geografi Pada Sistem Sekolah Sehari Penuh. LaGeografia, 19(2), 188–200.

Rahmadi, I. W. (2016). Efektifitas bahan ajar buku panduan pembelajaran kebencanaan Kabupaten Klaten pada bencana gempa bumi melalui strategi card sort terhadap hasil belajar siswa ekstrakurikuler sekolah siaga bencana di SMK Kristen 5 Klaten. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ramadhan, R. P., & Winata, H. (2016). Prokrastinasi akademik menurunkan prestasi belajar siswa (Academic procrastination reduce students achievement). Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran.

Silberman, M. L. (2014). Active Learning: 101 Cara Siswa Belajar Aktif. Bandung: Nuansa Cendekia.

Sofyadin, R. T. (2019). Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IIS 1 SMAN 2 Baubau Sulawesi Tenggara. LaGeografia. https://doi.org/10.35580/lga.v17i3.9534

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Sugiyono, P. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Pendidikan) (A. Nuryanto (ed.); Ke-3). Alfabeta.

Susilawati, S. A., & Sochiba, S. L. (2022). Pembelajaran outdoor study dalam mata pelajaran Geografi: Systematic review. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, Dan Praktek Dalam Bidang Pendidikan Dan Ilmu Geografi, 27(1), 51–62.

Syarif, E. (2018). Dinamika Pembelajaran Geografi di SMAN 9 Takalar Sulawesi Selatan. Cendekia: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 12(2), 75–84.

Syarif, E. (2020). Penataan Lingkungan Sekolah Yang Kondusif Dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas IX IPS SMA Negeri 6 Takalar. LaGeografia, 18(2), 171–177.

Wahyuni, S., Areva, D., & Dahen, L. D. (2014). Proses Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Se-Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang. Jurnal Ipteks Terapan, 8(3), 105–111.

Warsono, H., & Hariyanto, M. S. (2012). Pembelajaran aktif teori dan asesmen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Zaini, H., Munthe, B., & Aryani, S. A. (2008). Strategi pembelajaran aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 89, 2008.


Article Metrics

Abstract view : 136 times | PDF view : 35 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Muliyadi Muliyadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

 

LaGeografia: Jurnal Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar.

Email: [email protected] | +6285298749260

 

Editorial Office

Flag Counter